Sepeda dan Pengalaman

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 December 2016

Lelah rasanya pagi ini. Biasanya aku bangun agak siang, untuk kali ini dan mungkin untuk seterusnya harus bangun lebih pagi. Setelah itu aku harus mandi dan berperang dengan dinginnya hawa pagi. Cepat-cepat ganti baju lalu sarapan. Setelah sarapan, aku pun dipanggil oleh temanku, pertanda akan dimulainya perjalanan 4,5 kilometer. Ya, benar, itulah jarak yang harus kutempuh agar aku sampai di sekolah, dan itu harus aku tempuh dengan sepeda.

Sebut saja temanku tadi Syahrul dan Wawan. Mereka merupakan teman SD dan teman SMPku. Walaupun di SMP, kami sudah berbeda kelas. Tetapi rasanya kebersaman tetap ada saat bersepeda seperti ini.

Perjalanan pun dimulai, biasanya, kami bertiga memperbincangkan sesuatu sepanjang perjalanan, tetapi diusahakan agar tetap fokus dalam berkendara dan taat berlalu lintas.

Dalam perjalanan, suka duka mesti aku temui. Di dalam hatiku, tersirat rasa bangga, karena aku bersepeda, sehingga dapat mengurangi polusi, sekaligus menunjukkan bahwa aku bisa berolahraga, karena, di kelas, aku dikenal sebagai anak yang pemalas dan tidak bisa berolahraga. Tetapi, tersirat juga di hatiku, perasaan minder melihat teman-temanku naik motor. Iya, masih SMP sudah naik motor. Mungkin bagi kita semua, khususnya yang sangat mengerti keamanan berkendara, mengganggap ini suatu pelanggaran total. Tetapi, peraturan dapat dikalahkan oleh realita yang sudah terjadi. Mungkin teman-temanku itu mengikuti tren masa kini. Apalagi yang laki-laki, akan merasa minder kalau belum naik motor. Hal itu pun ditunjang lagi dengan fenomena zaman sekarang, kecil-kecil sudah pacaran.

Aku pun terkadang merasa dikucilkan, karena naik sepeda merupakan hal terhina yang pernah diketemukan oleh teman-temanku yang memiliki motor dan kesombongan yang tinggi. Rasa sedih di dalam hatiku terkadang bertambah saat cuaca juga mengacaukannya.

Saat pulang, aku harus melewati persawahan yang lumayan luas. Kalau cuaca cerah, resiko yang aku dan temanku terima ialah kepanasan. Kalau cuaca hujan, resiko yang kami terima ialah kehujanan, dan mungkin bisa bertambah jika terjadi petir.

Itulah sedikit penggalan kisah pilu, yang terus mengikuti diriku saat sekolah. Mudah-mudahan, kalian semua, tidak akan mengalami hal tersebut.

Cerpen Karangan: Wildan Hasibuan Amriansyah
Facebook: Wildan Hasibuan Amriansyah

Cerpen Sepeda dan Pengalaman merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Story of My Love

Oleh:
Gua Irfan biasanya teman teman gua manggil gua Ipan ada juga sih yang manggil gua endud karena badan gua emang besar. Cerita gaje dan enggak penting ini bermula saat

Pria Yang Sangat Ku Cinta

Oleh:
Pagi yang cerah 20 maret 2014, sebut saja nama ku iva, aku memiliki kekasih fodi. Kita berpacaran 15 bulan lebih 7 hari. Awal pertemuan kita 1 desember 2012 saat

Bukan Pangeran

Oleh:
“oh my God dia handsome banget hari ini…” aku berteriak ketika dia lewat, membuat temanku bingung dan berkata, “what, what? kayak dia kamu bilang ganteng? katarak ya?” putri, temanku

Annoying Guy for Chubby Girl

Oleh:
Hari ini ulang tahunku ke 14 tahun. Aku menunggunya sejak lama dan akhirnya hari ini datang juga. 14 tahun sejak aku dilahirkan ke dunia. Dulu, aku kecil mungil, namun

Halusinasi

Oleh:
Sebagian besar orang bilang aku adalah anak yang aneh, Aku duduk di tempat paling belakang karena dipindahin sama wali kelasku. Dulunya duduk agak ke depan atau bisa dibilang tengah-tengah,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *