Siapa Dikau

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 29 November 2017

Aku memutuskan untuk menjadi seorang mahasiswa sembari bekerja di kampus tercinta. Bukan hal yang sulit untuk kulakukan, beraksi dan istiqomah untuk menembus angkasa Tuhan yang begitu terjal untuk kulewati jika hanya dapat berangan.

Waktu bergulir dengan cepat, tak terasa keringat mengguyur sekujur tubuh, pertanda hari begitu lelah telah dijalani dengan penuh keambisian. Aku dan Nandia menelusuri kampus berharap mendapatkan udara baru karena penatnya suasana tempat yang kian sepi.

“Nad, ke perpus yuk, mbak bete nih”
“Ayo mbak, aku juga bete pengen baca-baca di perpus, barangkali kita bisa cuci mata di sana” sambil tertawa terbahak-bahak
“Haaa.. kamu ini ada-ada aja Nad, niat baca atau niat nyari cowok”
“Dua-duanya juga boleh mbak. Haaa…”

Lalu ku menerobos ruang demi ruang hingga memasuki perpustakaan di mana semua mahasiswa berbondong-bondong untuk hanya sekadar terkena sejuknya AC.

Barisan buku memanjang, dengan lihai aku mencari-cari sumber materi yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas dari dosen bersamaan dengan Nandia yang juga menginginkan dirinya setara dengan mahasiswa dengan cara mencari novel-novel yang disukai.

“Mbak, lihat deh, baguskan novelnya, boleh nggak yah aku pinjam buku di sini”
“Boleh dong sayang, nanti kamu pakai kartu perpustakaan punya mbak aja”
“Wah, terima kasih yah mbak”
“Sama-sama Nad, kamu ambil buku yang lain lagi dong, mbak mau nyari buku di rak bahasa dulu yah”
“Oke mbak”.

Sorotan kornea yang sinis kulontarkan kepada sesosok pria senada tingginya denganku. Ketika membuka tirai pembatas ku melihat pria menyunggingkan senyuman memancarkan gelagat keusilan dan tak pernah kulihat paras seperti dia, memandang aku dengan penuh kehumorisan.

Ku melangkahkan kaki dengan penuh ketenangan tetapi sedikit gontai, sebanding dengan irama ketukan sepatu bututku, mencari-cari tempat yang cocok untuk sedikit menyegarkan penat setelah berlama duduk di kursi kerja.

“Akhirnya dapat juga tempat yang nyaman” ujarku dalam hati. Di pelataran bilik ruang baca yang telah tersedia dan tertata rapi, aku membuka lembar demi lembar seisi karya-karya Asma Nadia, sepintas terbayang ada namaku di pencetakan buku dan terpampang di seluruh toko-toko buku ternama.

Sontak mengejutkan ternyata di samping tempat dudukku ada yang mengagetkan dengan sapaan seru.

“Mbak!!!” tanya si pria
“Iya kenapa?” jawabku dengan nada sinis
“Mbak semester berapa ya?”
“Semester empat, kalau kamu?”
“Coba deh mbak lihat, kalau buku seperti ini (sambil menunjuk ke buku yang berjudul Dasar-dasar Pendidikan) berarti kira-kira semester berapa?”
Aku bergumam di dalam hati, ini anak sengkle kali ya, ditanya malah balik nanya. “Hmmmm. Kalau buku seperti itu biasanya semester satu atau dua”
“Nah bener banget mbak, aku semester dua”
“Oh…” jawabku sangat singkat karena tak mengenal dari mana asalnya dan baru kukenal pasca pertemuan di lorong perpustakaan.

Tak lama kemudian terdengarlah kumandang adan, saatnya untuk meninggalkan perpustakaan dan pergi ke masjid.

“Mbak jangan dulu pergi dong, aku masih pengin ngobrol”
“Maaf, aku harus salat terlebih dahulu karena sudah adan”
“Oh ya mbak, jangan lupa sms ya, aku sudah catat nomorku di lembar kertas tadi”

Aku hanya menyunggingkan senyum terheran dengan tingkah pria yang tak kukenal, tak berpikir panjang kutinggalkan saja ketimbang banyak pertanyaan yang dilontarkan.

Cerpen Karangan: Devi Ardiyanti
Facebook: Devi Ardiyanti
Devi Ardiyanti adalah nama saya, asli kelahiran di Desa Taraban Kecamatan Paguyangan pada tanggal 3 Juli 1997. Saya adalah anak ke dua dari dua bersaudara, saat ini sebagai mahasiswa di Universitas Peradaban Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hobi menulis telah digeluti sejak kecil, tetapi dahulu tak pernah bermimpi menjadi seorang penulis, hingga kini saya memiliki motivasi untuk terus berkarya untuk bisa membuat orangtua bangga dengan segala prestasi yang terukir.

Cerpen Siapa Dikau merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Guru Matematikaku (Part 2)

Oleh:
Dimulailah penindasan oleh anak perempuan kelas G. Setiap melihatku mereka memicingkan mata dan terlihat mereka tidak suka padaku. Pernah juga mereka menyandung kakiku. Memang perempuan, kalau sudah urusannya begini

Sabtu Sore

Oleh:
Sabtu sore kami berkumpul di kelas XII bahasa menjalankan rutinitas seperti biasa yakni Organisasi Uks tapi sebelum masuk aku dan ketiga temanku Resky, Amini dan Siska memutuskan untuk ke

Cinta Yang Kupendam

Oleh:
Wajahnya yang menyejukkan hatiku, sorot matanya yang tajam, dan senyumannya yang memesona. Dialah “A”, teman sekelasku yang kusukai. Semua ini bermula ketika aku baru masuk sekolah di SMP, lebih

Raimuna Daerah

Oleh:
“Put, kamu sama Ahmad dipanggil kak Aida ke ruangannya sekarang.” “Aku sama Ahmad? ada apa? Pelantikan baru saja selesai kemarin dan hari ini kita sudah dipanggil, untuk apa yah?”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *