Bukan Cinta Biasa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 9 April 2018

Dalam sujudku, aku menitip doa untukmu kasih. Aku tak akan membiarkan masalah mendekat padamu, aku tak akan membiarkan kamu terluka dalam cinta.

Dia bernama Faisal, tapi wajahnya yang seperti artis membuat dia lebih sering disebut Bang Amar. Dan aku bernama Aisyah, gadis remaja yang menyukai keramaian dan membenci kesunyian, gadis remaja yang telah lama menyimpan rasa, dan tidak ada seorangpun tahu tentang rasa itu.

Dan tiba-tiba datang gadis remaja laksana Ratu Kerajaan, wajahnya menawan, senyumannya mempesona, siapa yang tidak tertarik padanya? Wajahnya dan senyumanya membuat dia terkenal di kalangan Kaum Adam. Namanya Diska

Dan tiba hari dimana aku mengetahui jika Diska dan Bang Amar sering chattingan, seperti sepasang kekasih. Salah satu isi chattingan yang paling aku ingat.
“Bang Amar! Bang bangun!”
“Iya Diska, Bang Amar bangun”
“Gitu dong. Sekarang mandi terus siap-siap, terus sarapan, okee”
“iya… Oke boss”
Diska memberi perhatian lebih kepada Bang Amar.

Dan dalam chattingan yang lain
“Bang amar! Abang bener kecelakaan? Aku nagis dengar kabar kalo Bang Amar kecelakaan. Gimana? Apanya yang sakit?”
“Iya Abang kecelakaan, tapi gak parah banget kok. Ciee yang nagis, perhatian banget sih sama Bang Amar.”

Membaca chattingan mereka, sudah terlihat jelas jika mereka, saling menyukai satu sama lain. Dan ditambah dengan kabar dari teman Bang Amar, kalau Bang Amar menaruh hati pada Diska. Aku tambah yakin jika Bang Amar bukan untukku.

Tapi disaat keputusanku mulai bulat, malah kebenaran datang padaku. Kebenaran tentang Diska, dan timbul pertanyaanku mengapa Diska melakukan hal ini pada Bang Amar?.
Seseorang laksana Ratu Kerajaan rela menjadikan laki-laki tidak bersalah sebagai TARUHAN. Dan sebenarnya Ratu kerajaan itu sudah memiliki Raja Kerajaan, yang sangat dia sayang.
Diska melakukan ini karena, dia hanya ingin membuktikan bahwa semua orang tergila-gila padanya, termasuk Bang Amar. Maka dari itu dia melakukan taruhan ini, dalam 1 bulan Diska harus membuat Bang Amar tergila-gila padanya, dan setelah itu Diska harus meninggalkan Bang Amar tanpa penjelasan, jika tidak bisa melakukan itu maka Diska akan menari-nari tak jelas di lapangan ketika upacara. Jelas tantangan itu diterima, karena jika dia tidak menerima, harga diri Diskalah yang akan hilang selama-lamanya.

Aku takut jika Bang Amar tahu nanti dia akan kecewa akan yang namanya cinta, dan dia tidak akan lagi percaya cinta. Aku tak ingin jika Bang Amar sampai terluka.
Aku memutar segala fakta, semua yang aku bisa untuk menyelamatkan Bang Amar dari pahitnya cinta.

Tepat 1 bulan, dan sebentar lagi Diska akan meninggalkan Bang Amar begitu saja, tanpa ada penjelasan. Dan benar ternyata 2 hari sebelum tepat 1 bulan, Diska sudah tidak lagi chattingan dengan Bang Amar. Aku melihat Bang Amar yang kebingungan dengan sikap Diska yang seperti itu. Sebelum Bang Amar Mengetahui semua kebenaran tentang Diska, Maka aku akan menyebarkan kebohongan tentang aku.
Aku menyebarkan kebohongan, jika aku lah yang telah mengancam Diska untuk menjauh dari Bang Amar, dan semua kisah palsu akan sikap kasar yang telah aku lakukan pada Diska.

Kabar tentang semua itu sampai ke Bang Amar. Untuk pertama kalinya aku menangis ketika Bng Amar menyebutku dengan sebutkan “PERUSAK HUBUNGAN ORANG”

Sampai di sini dulu ya!!

Cerpen Karangan: Fatimah Az zahra
Facebook: Fatimah Azzahra

Cerpen Bukan Cinta Biasa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


4 Cinta yang Terpendam

Oleh:
Hari ini ada sebuah pengumuman yang mengejutkan dari rumah kost yang aku tinggali. Pengumuman itu membuat kami penghuni kost merasa sedih. Pengumuman yang mengabarkan bahwa penjaga kost ibu dan

Pengorbanan Cinta

Oleh:
Di sebuah kota pada pagi hari yang cerah. Naira gadis seorang gadis cantik asal jawa itu masih duduk terdiam di halte bus. Entah apa yang tengah ia pikirkan saat

Perempuan Pirang

Oleh:
“Ayah mau kamu tinggalkan profesimu itu!” bentak ayahku. “Tapi, memangnya kenapa, Yah?” sahutku lirih. “Ayah tidak mau kamu bergaul dengan orang-orang yang salah,” “Hilmis sudah dewasa, dan sudah tahu

K I T A

Oleh:
Cinta itu sederhana, sesederhana aku menatapmu dari kejauhan selama tiga tahun terakhir ini. Awalnya kita hanyalah teman yang sangat dekat, bisa dibilang sahabat, tapi sebenarnya dari awal bertemu aku

Dua Kali Seumur Hidup

Oleh:
Masih ingatkah kau ketika aku pertama kali mengirimimu pesan? Waktu itu kau belum mengenalku, aku pun juga. Masih ingatkah ketika aku dengan beraninya mengajakmu untuk bertemu? Bertemu untuk kepentinganku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *