Ketulusan Cinta Putra

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sejati, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 5 December 2016

Irenia dan saPutra adalah sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta, mereka bersahabat sejak kecil sampai usia dewasa.

Kini saPutra yang sudah berusia 20 tahun sedangkan Irenia berusia 18 tahun. Meskipun masih muda namun cinta mereka tak terpisahkan, tapi sayang hubungan mereka tak begitu disukai kedua orangtua Irenia.

Pada suatu hari sebelum berangkat sekolah tiba-tiba Iren dipanggil kedua orangtuanya, setelah terlibat perbincangan yang cukup lama dan serius Iren akhirnya berangkat ke sekolah dengan wajah cemberut.

Sesampainya di depan sekolah ia dicegat oleh Putra “Hai manisku! Kenapa cemberut, nanti cepat keriput lho” goda pemuda tampan itu. Masih dengan wajah tanpa ekspresi Iren meninggalkan Putra yang bengong dan tidak tau apa-apa.

Siang itu pulang kuliah Putra menunggu Iren di luar pagar sekolah pujaan hatinya itu, maklum kampusnya Putra dan gedung sekolahnya Iren hanya dipisahkan oleh jalan raya saja.

Setelah cukup lama menunggu akhirnya lonceng tanda pulang pun terdengar, dicari carinya kekasihnya itu tiba tiba senyumnya pun merekah saat dilihatnya wajah yang sudah dikenal itu menghampirinya.
“Seharusnya kak Putra duluan aja, gak usah nunggu Iren” katanya ketus. “Maaf ren, sebenarnya ada apa sih kok kamu kayak gak suka kalau ketemu saya?” tanya Putra kemudian. Tiba tiba Iren menangis dan berlari ke arah jalan dan dengan sekejap sebuah truk kontainer menyambar tubuhnya hingga terpental jauh, Putra yang berada tidak jauh dari tempat kejadian segera berlari memeluk tubuh yang lunglai tak berdaya itu.

Sebulan kemudian Iren terbangun dari komanya, ia terbangun dengan keadaan yang lebih baik, menurut perawat yang menjaganya saat dibawa ke rumah sakit keadaannya begitu mengenaskan, matanya tertusuk potongan kayu dan membutuhkan donor mata, untung ada seseorang yang mau mendonorkan matanya.

7 tahun kemudian
Irenia maharani seorang penulis yang baru saja pulang dari negara paman sam setelah menerima penghargaan karena terpilih menjadi mahasiswa berprestasi dan penulis buku-buku yang begitu menarik dan disukai seluruh dunia akhirnya pulang ke indonesia dan kembali menghirup udara setelah 7 tahun merantau dan meninggalkan kenangan di negaranya.

Saat berjalan-jalan di sekitar taman kota ia terkenang masa-masa yang pernah ia lalui bersama seseorang yang sangat tidak ingin diingat lagi.
Saat tengah berjalan tiba-tiba matanya terpaku pada serentetan lukisan yang tengah diobral ditengah-tengah taman itu, ia pun beranjak ke tempat itu.

Ia terkesan dengan lukisan-lukisan itu, di setiap lukisan mengandung makna ketika ia menanyakan apa makna lukisan itu remaja 17 tahun yang menjaga stand itu menjelaskan artinya
“Ada sepasang muda-mudi saling jatuh cinta, tak direstui orangtua mengalami musibah tak diizinkan menemui sang kekasih, mengorbankan indranya demi cinta sejatinya, itulah artinya. Ketika melukis ini semuanya tentang kehidupannya, apa yang ia alami dan rasakan”.
Entah kenapa Iren merasakan perasaan yang aneh tentang lukisan itu, ia pun minta diantar ke pelukisnya.

Begitu sampai ke tenpat pelukis itu, ternyata dia adalah saPutra dan yang lebih mengejutkan lagi dia buta karena matanya ia donorkan untuk Iren. Iren begitu kecewa pada kedua orangtuanya, akhirnya ia memutuskan tinggal bersama Putra, mereka menikah dan dikaruniai 2 orang anak dan otangtua akhirnya merestui hubungan mereka.

Tamat

Cerpen Karangan: Jumi Novica
Facebook: Jumi Ayuna

Cerpen Ketulusan Cinta Putra merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Solena

Oleh:
“Dia lewat!” Teriak Jeje sembari mengguncang-guncangkan lenganku. Aku menoleh ke arah yang sama dengan Jeje. Mataku terpaku pada sosok yang telah kudambakan selama ini. Dintar. Ya, Dintar lah nama

Adik

Oleh:
Kenalkan, namaku Naura Citralia Azzahra. Aku biasa dipanggil Azzahra. Aku mempunyai adik tiri yang usianya jauh lebih muda dariku dan aku sangat membencinya. Namanya Lidya Fitriani. Aku biasa memanggilnya

Aku Mengetahuinya Sedari Dulu

Oleh:
Jujur aku bingung harus memulai cerita ini darimana. Terlebih tidak semua orang mengalami apa yang aku alami. Memang betul, awalnya aku enggan memberitahu kepada siapa pun. Karena butuh waktu

Cinta Tak Pernah Salah

Oleh:
Jika Tuhan menakdirkan… Tinta pena menyatu dengan kertas.. Jika Tuhan menjodohkan.. Gula dengan air… Mungkinkah Tuhan akan mengizinkanku bersama dia? “Tttttrrrrrr” “Astagfirullah Al’azim” ucapnya dan segera membereskan puing-puing pecahan

Promises on The Hill

Oleh:
Waktu berjalan sangat cepat. Rasanya baru saja aku, Danny dan Fern lulus dari SMP. Dan sekarang kami sudah harus berpisah untuk melanjutkan studi ke universitas. Beberapa hari sebelum kami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *