2 Years Ago

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 13 November 2016

Senyumku terus mengembang ketika Ia baru pertama kali menyapaku lewat saluran telepon sejak 30 menit yang lalu. Kami telah mengobrol banyak hal. Bertanya tentang keadaan setelah tidak pernah tahu kabar masing-masing selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga bercerita tentang pertemuan kami dulu di sekolahku.

Aku masih menempelkan ponsel di telinga kananku, suaranya masih kudengar, sesekali aku tertawa dan menyahuti kata-katanya. Bukannya Aku tidak punya bahan pembicaraan tapi aku ingin merekam suara tersebut di otakku dan tidak akan melupakannya. Aku tidak ingin melakukan kesalahan seperti dulu lagi, lupa pada kegiatan apa saja yang dulu pernah kami lakukan.

“Dulu kamu selalu marah-marah kalau aku kirim pesan lewat facebook” ujarnya dengan nada datar.
“Masa sih?” Aku mengerutkan kening namun tetap tersenyum lebar.
“Iya, setiap kali aku tanya sesuatu, kamu malah marah sama aku, jadinya aku kapok deh karena pasti waktu itu kamu masih punya pacar kan.” Ia tertawa pada ujung kalimat tersebut. “tapi sekarang udah nggak punya ya”
“Iya, aku udah tobat” Candaku, Ia tertawa membuatku ikut tertawa.

Aku berusaha mengingat wajah laki-laki yang tengah bicara denganku ini. Tapi aku tetap tidak dapat mengingatnya. Aku lupa bagaimana senyumnya, caranya berbicara, caranya memandang orang lain dengan matanya yang sipit itu, lupa caranya melangkah, Aku lupa semuanya.

Kini Aku ingin sekali mengingatnya. Sekedar ingin tahu bagaimana bodohnya Aku dulu sampai tidak menyadari bahwa Ia menunjukkan ketertarikan padaku.

Dua tahun yang lalu, tepatnya ketika Aku masih kelas 9 Madrasah Tsanawiyah. Sementara Ia sudah semestet 7 dan sedang menjalankan tugas PPL nya dalam program sarjana 1 pendidikan islam. Setiap seminggu sekali Ia mengajar di kelasku sebagai guru mata pelajaran Akidah Akhlak. Hal ini berlangsung selama 3 bulan. Ia melaksanakan tugasnya dengan baik terbukti oleh teman-teman sekalasku yang cukup antusias ketika Ia mengajar. Apalagi murid perempuan yang terlihat sangat tertarik pada guru muda tersebut tidak termasuk Aku. Kupikir tidak pantas menyukai guru secara berlebihan.

Kini Aku telah duduk di bangku kelas 12 Sekolah Menengah Atas. Pertemuan yang hanya 3 bulan itu tak lagi ada di ingatanku. Namun setelah 2 tahun berlalu, kami kembali berkomunikasi, ternyata Ia masih ingat Aku sebagai salah satu muridnya. Entahlah, sekarang kami jadi sangat akrab. Bukan sebagai murid dan guru melainkan laki-laki dan perempuan.
Kami sering bertukar pesan dan berbicara lewat telepon. Dan karena komunikasi yang terlalu sering itu, Aku mulai jatuh hati pada laki-laki yang dulu kupanggil Bapak Guru ini.

Namun, kurasa segalanya sudah terlambat. Ia telah kembali ke kampung halamannya di Pekalongan, Jawa Tengah setelah Ia berhasil menyelesaikan studynya. Kuakui ada penyesalan mendalam yang bersemayam di hatiku. Kenapa kami harus saling jatuh hati ketika Ia tak lagi disini. Mengapa baru sekarang saat Ia telah pergi jauh dari tempatku berada. Tiba-tiba saja ada rindu yang menusuk relung hatiku. Aku ingin marah, entah pada siapa. Mungkin pada waktu yang tak pernah pertemukan Aku dengannya setelah kejadian 3 bulan itu. Atau pada jarak yang terlalu jauh sehingga membuatku tak dapat melihat raganya. Atau mungkin pada diri sendiri yang terlalu terlambat rasakan sesuatu.

“Kalau Allah menakdirkan kamu untukku maka tak ada satu pun hal yang dapat menghalangi kita, jangan takut apalagi menyesal dengan semua ini” Suaranya terdengar sangat lembut di telingaku. Tidak terasa mataku basah oleh air mata. “Kita bisa saling menyebut dalam do’a” tambahnya.

Aku mengangguk walau kutahu Ia tidak dapat melihatnya. Benar sekali, jika Allah sudah menetapkan maka tidak sesuatu yang dapat mengahalangi jalanku dengannya.

Kupejamkan mata.. Aku ingin kembali pada peristiwa 2 tahun yang lalu itu.

Cerpen Karangan: Mirna Nur Samsiyah
Facebook: MirnaNs
Nama: Mirna Nur Samsiyah
Kelas 12 Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di SMA Negeri 1 Glenmore, Banyuwangi.

Cerpen 2 Years Ago merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mencintai Dikejauhan

Oleh:
Aku terus duduk di sini, sambil menatap pria yang sangat kusayangi dari SMP sampai SMA sekarang. Dia, Rio Dihamid pria yang sangat kucintai. Tapi sayangnya aku cuma bisa duduk

Terbaring Lemas

Oleh:
Banyak orang bermasker putih dan berbaju biru langit berada di depanku. Aku berbaring. Wajahnya tak terlihat jelas olehku. Mereka mendorongku di atas tempat tidur beroda. Seorang di antaranya membawa

Jodoh Pasti Bertemu

Oleh:
Hari Senin, hari yang sangat melelahkan itu karena aku mengawali hariku dengan upacara yang sangat membosankan ditambah aku anggota OSIS, hari itu sebenarnya bukan tugasku menjadi petugas, tapi Mika

Ular yang Licin

Oleh:
Suatu siang di dalam hutan, hiduplah seekor ular. “Ular.” sapa siput. “Ehh.. Siput, kenapa?” balas ular. “ular besok adalah hari ulang tahunku, kamu datang yah.” “siap siput” Siput mengajak

Dear Friend

Oleh:
“Teman… bolehkah kau ku panggil Sahabat? Meski sikapku padamu dulu tak bersahabat!” Aku menuliskan kata itu di sebuah mading sekolah sebagai tanda isi hati sekaligus penyesalanku pada sosok teman

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *