Akhir Cinta Dengan Sebuah Gelang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 19 July 2015

Hari ini tepat sebulan gue putus, dan hampir sudah sebulan juga gue galau alias gak bisa move on dari Roy, mantan gue. Bisa dibilang Roy mantan terindah gue, dia satu-satunya mantan gue yang mempunyai semua kriteria cowok idaman gue. Tapi hubungan kami harus kandas karena sesuatu mungkin elo-elo semua gak bakal nyangka hanya sebuah hal sepele yaitu gelang, ya gelang. Mungkin kalian bertanya-tanya, hah gelang? oke gue bakal ceritain sama elo-elo semua, dan gue berharap kalian pembaca cerpen gue bakal dapet pelajaran berharga, semoga.

Hubungan gue bersama Roy sudah jalan 6 bulan. Kami melewati masa-masa indah, sangat indah. Bercerita di taman, tertawa bareng di pinggir kolam ikan, berlari-larian seperti anak kecil, dan berbagai hal indah lainnya.

Hari ini Roy pulang dari liburannya di Swiss, Roy pergi cukup lama 2 minggu, dia diminta papanya untuk menemani beliau menemui rekan kerjanya di sana. Gue sudah nunggu cukup lama di taman ini, gue sudah janjian sam sama Roy buat ketemuan disini.

Hampir saja gue tertidur karena lamanya gue nunggu, tiba-tiba dari belakang gue sebuah suara yang buat gue kaget setengah mati.
“Tiaraaa, kangen banget gue sama elo” Teriak Roy dengan semangat 45nya.
“Ya ampun Roy, elo ngagetin gue aja, untuk jantung gue nempel” kata gue setengah bercanda.
“Ah elo, gitu aja kaget, gue pulang langsung kesini cuma demi elo tau” kata Roy dengan gaya manjanya.
Gue memperhatikan Roy dari atas sampai bawah, dan mata gue berhenti di pergelangan tangan Roy.
“Elo pake gelang?” tanya gue rada kaget.
“Iya bagus kan Ra, gue beli di Swiss, nambah keren kan gue” jawab Roy sambil memamerkan gelangnya ke gue.
“Ih, kaya banci aja lo, mana gelangnya kaya gitu lagi apaan sih kaya boyband gitu, amit-amit deh” sindir gue dengan nada yang sangat mengejek.
“Elo..” kata-kata Roy terhenti.
“Apaan sih” kata gue dengan nada yang sama.
“Gue udah datang capek-capek kesini cuma demi elo dan elo malah begini!” terlihat dari nada yang dipakai, Roy tampak marah.
“Dan elo marah sama gue cuma gara-gara gelang jelek itu?” kata gue tak mau kalah, jujur saat itu emosi gue memuncak sampai ubun-ubun.
Adu mulut antara kami pun tidak bisa lagi terbendung, gue pada saat itu bener-bener gak ngerasa gue yang salah, gue ngerasa gue cuma mengeluarkan pendapat gue, cuma itu.

Setelah cukup lama kami beradu mulut, sebuah kata yang keluar dari mulut gue yang sampe sekarang gue nyesel banget karena sudah mengeluarkan kata itu, “putus”, ya putus. Mungkin karena emosi Roy mengiyakan kata-kata gue.

Besoknya, gue dapet kabar dari teman Roy bahwa Roy sudah pindah ke Swiss, sebenarnya Roy sudah pindah ke Swiss dari awal dia pergi liburan, ternyata Roy pindah bukan liburan. Kenapa Roy nggak jujur sama gue? menurut temannya, Roy takut kalo gue sedih, sebenarnya dia sudah menetapkan akan tinggal di Indonesia cuma demi gue, dan karena emosi gue yang tidak terkendali itu, Roy balik lagi ke Swiss dan menetap di sana.

Oke guys, jaga dan sayangilah orang yang kita sayang selagi dia masih ada di dekat kita, karena penyesalan itu bakalan dateng ke kita saat kita sudah kehilangan orang yang bener-bener berarti dalam hidup kita.

Cerpen Karangan: Nadia Sunadi
@NadiaSunadi
Nana, kalian cukup panggil aku dengan sebutan itu. Kalian bisa berteman, memberikan kritik/saran melalui twitterku @NadiaSunadi 🙂

Cerpen Akhir Cinta Dengan Sebuah Gelang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Permintaan Terakhirku

Oleh:
“Happy birthday Mega.. Happy birhday Mega.. Happy birthday, Happy birthday Happy birthday Mega.” Terdengar suara dari balik pintu. Dengan sigap ku alihkan pandanganku menuju ke arah pintu. Seketika mataku

Home

Oleh:
Semburat warna merah dan biru bergradasi menghiasi langit. Burung-burung berterbangan mengantar sang raja langit ke tempat persembunyiannya. Lampu demi lampu mulai menyala menerangi jalanan. Orang-orang berlalu-lalang menelusuri trotoar dan

Merelakan Cinta Yang Pergi

Oleh:
Pagi ini terasa dingin namun matahari tetap lah bersinar terang. Udara dingin disebabkan hujan yang terjadi sepanjang malam. Jalan raya pun masih basah dan licin. Ku lihat para pengendara

Couple

Oleh:
Aku bisa melihatnya. Sinar jingga yang muncul di balik laut. Aku tetap menatapnya sendiri. Meski sudah terasa di sekitarku mulai sepi. Aku hanya merasakan angin sore menjelang malam. Kadang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *