Aku Menyesal

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 10 October 2016

Aku mempunyai kekasih bernama Genta. Sudah 6 bulan kami berpacaran. Hari ini, aku akan mengajaknya piknik di taman untuk merayakan kelulusannya. Ya, dia memang seniorku. Kami berbeda 2 angkatan.

Di taman, aku mengobrol panjang lebar dengannya. Namun kali ini dia tampak berbeda. Dia sama sekali tidak merespon saat diajak ngobrol. Kucoba menahan kesabaran. Tapi kali ini aku benar-benar kesal hingga aku membentaknya sambil menamparnya.
“Ay, kamu itu dengerin aku ngomong gak sih? Kamu ini kok aneh sih? Diajak ngomong malah diem!!” Plakkk

Aku pergi meninggalkannya dengan marah. Tiba-tiba orangtuanya datang..
“Nak Anin, kasian tuh Genta. Dia nangis lho. Lain kali jangan terlalu kasar sama dia.”

Rasa marah kini berganti jadi penyesalan. Aku buru-buru menghampiri Genta. Kulihat dia masih menangis. Aku memeluk dan menciumnya.
“Ay, maafin aku ya tadi marah-marah sama kamu. Tadi aku itu emosi.”

Tapi dia malah pergi dengan motornya. Beberapa menit kemudian, kucoba menelepon Genta.
“Ay, aku minta maaf ya yang tadi. Aku tau aku salah.”
“Kamu itu sensitif banget, ay. Tadi aku itu lagi gak mood buat diajak ngobrol.”
“Iya aku tau aku emosional dan egois. Tapi plis maafin aku.”
“Sori aku udah terlanjur sakit hati sama kamu. Lebih baik kita putus.”
“Hah? Putus? Jangan putusin aku dong. Plis kasih aku kesempatan lagi. Aku janji aku gak bakal emosian lagi.”
“Sori. Aku udah terlanjur kecewa dan sakit hati. Keputusanku udah gak bisa diganggu gugat.”

Genta mematikan telepon. Kini aku menyesal. Namun Genta sudah terlanjur memutuskan hubungannya denganku. Nasi sudah menjadi bubur.

Cerpen Karangan: Nabila Amalina
Facebook: Nabila Amalina

Cerpen Aku Menyesal merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat di Kesunyian

Oleh:
Awan begitu tipis hari ini hingga Matahari terasa sangat menyengat aku pun berteduh di bawah sebuah pohon yang rindang yang akarnya sangat kokoh. Aku teringat tentang sebuah peristiwa besar

Malaikatku

Oleh:
Di sekolah… “Huh, hari ini ada ulangan harian, belum belajar lagi”, kataku. aku sebal karena hari ini ada ulangan harian sedangkan aku belum belajar. Tadi pagi aku dimarahi ibu

Begini Nasib Fotomu di Astakar

Oleh:
Awal aku bertemu denganmu di kota Jeruk, Nabire. Aku tertarik denganmu. Kemudian aku idolakanmu menjadi warna favoritku, biru disilangi putih. Begitu pun hari-hariku, sering dihiasi dengan senyum manismu. Kemudian

Ayah, Maafkanlah Aku

Oleh:
Hari itu merupakan hari yang sangat penting bagiku, sekian tahun lamanya jerih payahku akan terbayar. Bersama teman-teman seangkatanku, itu adalah hari yang paling kami nantikan. Kami akan segera menyandang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *