Calon Gebetan Untuk Mantanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 14 February 2014

Tak pernah terpikir sebelumnya, kalau aku harus kembali akur dengannya. Hal yang lebih gila adalah ketika sahabat lamaku Alya, sahabat lamaku semenjak SMP naksir dengannya lewat saranku sendri. “Bagaimana mungkin?” Aku selalu tak habis pikir dengan apa yang telah aku lakukan. Ini semua bermula semenjak percakapan online di malam itu.

“Hai kamu gak pulang kampung kan libur?”, sapaku memulai dengan iseng.
“gak, lagi males..”, balasnya kemudian.
Setelah itu beberapa pertanyaan dan berikut balasannya pun berlangsung. Hingga sampailah pada pernyataan yang tak tahu mengapa bisa terlontar begitu saja dariku.
“btw temanku ada yang tisam amamu loh..” Aku menunggu reaksinya.
“teman atau kamu..?”, sahutnya kemudian.
Sejenak aku terpaku oleh kata-katanya. Lalu aku balas kemudian
“teman.. Kalo aku gak mungkinlah..”
Tak lama kemudian box online-nya muncul.
“iya ea..”
“Lalu gimana tuh, temanku?”, ujarku kemudian karena masih penasaran dengan tanggapannya.
Tak kusangka malah ditanggapinya dengan serius. Dia malah bertanya siapa dia, tinggalnya dimana, apa kegiatannya. Trus kapan bisa ketemuannya.
Hmmm, mampuslah aku termakan sama omonganku sendiri. “Tadi aku kan hanya iseng”, pikirku.
Ada bagusnya sih aku punya kesempatan buat ngerjain dia. Dia kan play boy cap “cacing” hehehe.
Tapi yang aku pusingkan, siapalah orang yang bisa membantuku dalam hal rumit ini. Tadinya kan aku cuma ngarang tentang temanku yang tisam sama dia. Aku sekedar ingin tahu reaksinya saja. Secara teman-temanku sekarang ini pada liburan pulang kampung. Maklum pergantian semester baru anak kuliahan sekaligus menjelang hari raya lebaran.
Tiba-tiba terlintas dipikiranku nama Alya. Yah Alya sahabat lamaku.

Saat Gerald nanyain info tentang temanku yang tisam itu. Aku sebut saja ciri-ciri yang mengarah pada Alya. Aku belum punya pilihan ide yang lain. Kebetulan dia sedang berlibur. Itulah jadi alasanku untuk sementara mencegah permintaan pertemuan yang diajukan Gerald.

Seiring berjalannya waktu, aku harus pusing sendiri dengan ulahku. Aku harus berusaha menghubungi Alya dan meminta tolong padanya.

Alya malah tertawa geli melihatku saat mendengar permintaanku untuk berpura-pura jadi objek yang tergila gila pada Gerald. Tentu saja dia menolak dan tidak mau terseret oleh masalahku.

“Alya.. please help me!!”
Aku kembali membujuk Alya, bagaimanapun caranya.
Aku memberikan nomer hp, serta nama fb Gerald pada Alya. Setidaknya setelah melihat foto orangnya dia bisa mempertimbangkan kembali permintaanku.

Aku yakin setelah melihat orangnya, kemungkinan besar dia akan terpikat. Secara aku sudah pengalaman dengan Gerald. Hanya saja mungkin kami bukan jodoh. Sehingga kami pun terpisah di tengah jalan.

Beberapa hari setelah itu, Alya belum juga memberi tanggapan. Sementara Gerald selalu nanyain perkembangan info tentang teman misteriusku itu. Aku selalu mengelak dan mencari-cari alasan ketika Gerald meminta nomer hape atau nama fb teman yang aku maksud.

Beberapa hari kemudian, Alya mengkonfirmasi tentang pertemanannya dengan Gerald. Bahkan Gerald dan Alya sudah beberapa kali saling smsan. Katanya sih Gerald orangnya lumayan seru.
“Tuh kan Alya.. apa aku bilang belum ketemu orangnya saja kamu udah bilang dia orangnya seru”, dia pun cengar-cengir tak menentu.

Beberapa minggu kemudian Alya menghubungiku, menurut kata-kata yang aku dengar dia mulai menyukai Gerald. Awalnya aku senang aku terbebas dari masalah tapi mengapa tiba-tiba perasaanku diterpa gejolak yang tidak bisa kujelaskan. Beberapa waktu berikutnya Alya juga lebih sering menghubungiku dia bilang sebuah keberuntungan baginya bisa mengenal Gerald. Dia selalu bercerita tentang Gerald.

Dua minggu belakangan Alya tidak pernah menghubungiku lagi. Mungkin dia sibuk atau mungkinkah.. ah aku cepat-cepat menepis dugaan yang meresahkan pikiranku. Hingga aku sendirilah yang berinisiatif akan menghubunginya. Tapi kemudian aku berpikir dua kali untuk menghubunginya duluan apalagi untuk sekedar ingin tahu tentang kelanjutan cerita tentang dia dengan Gerald.

Beberapa bulan kemudian..
teringat masa-masa bersama Gerald disini, tempat ini adalah tempat favoritku beli es krim. Biasanya Gerald selalu tak habis pikir denganku, aku selalu minta dibeliin es krim rasa vanilla dan harus disini tempatnya. Dia akan menggeleng kepala lalu mengacak-acak rambutku sesukanya.
Ah.. ini tidak boleh terjadi. Aku berusaha menepis kenangan itu. Aku segera melahap es krim di tanganku lalu beranjak pergi.

Astaga!! aku berpapasan dengan Gerald di pintu keluar.
“Nisa.. sedang apa disini?”, sahut Alya tiba-tiba menyapa duluan.
Hmm.. aku.. akuuu.. aku kebingungan dan tidak tau harus bilang apa.
“Ehm.. eh kalian berdua..”, sahutku kemudian dengan kaku.
“Oh iya, isha.. ekmm maksudku nisa aku sama alya baru saja jadian. Apa kamu gak mau kasih selamat nih sama kita berdua. Btw thanks ya nis”. Kalimat itu tiba-tiba terasa menyengat sekujur tubuhku. Kata-kata itu terlontar dari Gerald sambil mempererat genggaman tangannya dengan Alya.
“Oh.. iya pasti. Aku turut senang selamat ya Al, rald kalian pasangan yang serasi”, sahutku sambil mengulurkan tangan.
Ternyata Gerald dan Alya sudah jadian. Tiba-tiba jantungku berdegup kencang dan dadaku terasa sesak. Aku segera pergi meninggalkan mereka.
“Apa yang sedang kurasakan? Mengapa aku seolah tidak rela melihat kemesraan mereka? Apakah aku sedang cemburu? Ah tidak!! mantan adalah mantan. Tidak boleh ada perasaan lagi”, aku berusaha menepis pikiran itu. Aku berbaring dan mencoba memejamkan mataku dan kemudian terlelap.

Di kampus aku tidak berani lagi untuk berpapasan dengan Gerald. Aku tidak bisa. Melihatnya membuatku merasa muak. “Bukankah ini yang kamu inginkan?”, kata-kata itu selalu hadir dan menjadi bayang-bayang dalam pikiranku.

Cerpen Karangan: Dewi Samosir
Facebook: Dewi Xam
nama: dewi samosir/dewi xam
profesi: mahasiswi di AMIK MEDICOM Medan

Cerpen Calon Gebetan Untuk Mantanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan Yang Menghalangi Semuanya

Oleh:
Dalam senja ini, kutunggu dirinya. Hujan mengguyur wilayah ibukota. Sesekali bus melintas, bajuku terciprat air. Sesekali angin menerpa, atap halte ini seakan ingin terbang. Dingin. Suasana ini membuatku pulang

Bertepuk Sebelah Tangan

Oleh:
Namaku khoirotunnisa umurku 13 tahun tepatnya kelas 8 tsanawiyah. Saat pertama aku masuk ke sekolah ini aku mengaggumi seorang pria. Dia adalah kakak kelasku, kelas kami mempunyai jarak yang

Paket Ujian

Oleh:
“Kita udahan ya?” kata Joni mendadak lewat telepon. Mendengar ucapan Joni langit serasa runtuh menimpa tubuh mungilku ini. Angin mendekap merasuki tulang-tulang, menghentikan peredaran darah dan degup jantungku. Hatiku

Sebatas Penghibur Dukanya

Oleh:
Suatu pagi yang cerah di salah satu sekolah kejuruan “Teng… Teng.. Teng” bel istirahat pun berbunyi dan anak-anak berseragam abu abu pun mulai keluar dari kelas masing masing. “Yun…

Doa Permohonan Surga Untuk Ibu

Oleh:
Semua orang duduk bersila menantikan sebuah ceramah, tapi siapa sangka bahwa semua itu hanya dusta. Dari sekian banyak jamaah, ada yang sibuk bicara, ada yang sibuk mengunyah bahkan ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Calon Gebetan Untuk Mantanku”

  1. denya says:

    cerita yg unik, agak aneh…..dan antik…

  2. dinbel says:

    Cerita yang lucu & menggemaskan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *