Dear Natan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 4 December 2017

Senyuman yang menyapaku dipagi hari burung yang selalu merindukan pagi di kota london. Menyusuri lorong demi lorong aku pun tak tahu entah kenapa hati ini merindukan jati dirinya lama ku tak menatap indah wajahmu. Rindu telah tiada. Tetapi keajaiban pun datang pada hari ini. Dan ternyata gue nggak nyangka orang yang selama ini gue rindu itu ada tetapi itu tak berangsur lama. Hati yang selalu berdebar tak karuan

“apakah dia masih mengingatku, ah rasanya tak mungkin” hati yang selalu berkata itu

Ingin rasanya untuk menghampirinya tetapi hati menutupi semua tekadku entah kenapa.

“tasya” telingaku mendengar dengan sangat peka
Ku mulai menghadap dengan suara itu tak beberapa lama pun ternyata sosok yang kurindu bersama dengan yang lain. Hati yang selalu merindukan dia menanti tetapi penantianku hanyalah semu semata kecewa terasa berat hati ini untuk melepasnya dan penantian ini pun berujung luka. Mulai berlari dengan menahan isak tangisku.
“tasya” natan yang terkejut melihat tasya ini pun bergegas mengejarnya

Beberapa lama kemudian
Dering nada selalu berdering terdengar sangat nyaring. Ternyata natan selalu membuatku resah
“tasya kenapa kamu selalu pergi setiap aku bertemumu aku merindukanmu kembalilah denganku semua yang kamu lihat itu salah”
Derai air mata keluat terus menerus hati yang seolah olah tak percaya tapi masih mengisahkan cinta

Keesokan harinya di sebuah rumah sakit
Seolah mata ini tak melihat tak percaya dengan kenyataan natan yang tengah tergeletak lemah di Rumah sakit dengan perempuan itu. Dan telinga pun tak sengaja mendengar perempuan itu memanggil dengan sebutan kakak. Ternyata anggapanku salah tentang natan cinta sejati telah kusia siakan. Tetapi waktu telah mengambil dia aku yang tak sempat menggenggam tangan yang menyejukan hati ini pun telah tiada. Kuterima sebuah surat

Hay tasya, maaf aku tak bisa jujur denganmu mungkin inilah yang harus kuberikan untukmu, selama ini cinta di antara kita terpisah oleh jarak yang sementara, dan saat ini jika loe membaca mungkin gue udah nggak ada untuk loe selamanya, yang loe lihat itu bukanlah yang sebenarnya itu gue sama adik gue, gue datang ke london untuk cari loe cinta yang sempat hilang, tapi gak papa kok gue udah seneng kalau loe udah baca ini. Loe berhak bahagia dengan yang lain tanpa harus ada gue di sisi loe. Mungkin ragaku nggak ada lagi untuk semua tapi jiwa gue selalu ada buat loe biarlah cinta kita bersemi di taman yang kekal nanti. Maafkan aku tasya selama ini membuatmu resah percayalah cintaku akan abadi bersama raga bersamamu

Tasya selalu menyesal tetapi penyesalan tak lagi ada karena kehidupan baru pun datang dengan seiring waktu. Cinta sejati akan datang disaat waktu telah menjauh

Cerpen Karangan: Dewi Sri Wahyuningrum
Facebook: Dewi Sri Wahyuningrum

Cerpen Dear Natan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maaf Sahabat

Oleh:
Aku, Eva, Devi, Mia dan Sifa adalah sahabat karib. Kami bersahabat sejak kelas 2 SMA hingga sekarang kami duduk di bangku kuliah semester 2. Kami selalu berbagi cerita bersama-sama

Sore Itu di Sekolah

Oleh:
Sekolah sudah sepi sejak sejam yang lalu. Tidak seharusnya kami masih di sini, berdiri saling berhadap-hadapan di tengah lapangan basket yang sedikit becek karena hujan tadi pagi. Tirta seperti

Maafkan Aku Bu

Oleh:
“bu, aku pergi dulu!” kata Melli sembari pergi menuju teras rumahnya. “nak, jangan sampai malam-malam ya!” perintah Ibu Melli. “bu, suka-suka aku dong mau pulang malam atau pagi! Badan-badan

At Least I Once Fought

Oleh:
Air berkejaran jatuh menghantam tanah dan dedaunan. Mengalir rapi di setiap sudut jalanan. Telingaku sedikit berdengung merdu ketika sekumpulan katak bernyanyi riang. Tapakku berlari cepat membekas di atas air

Damar

Oleh:
Disuatu siang yang terik, matahari dengan semangat menyinari setiap sudut kota jakarta. Terlihat seorang lelaki berteduh di tepi jalan raya dengan tas ransel di pundaknya, Damar namanya. Tubuhnya yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *