Di Mana Kau?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 July 2015

Ketika itu aku masih SMA kelas 1, layaknya anak remaja yang mulai beranjak dewasa aku mulai jatuh cinta dengan lawan jenis ku, semuanya berjalan lancar seperti air mengalir kisah cinta ku, namun ada 1 orang cowok yang mendekati ku yang sangat jauh dari kriteria ku. Namanya Reno, dia adalah cowok kelas 1 SMA yang tertarik dengan ku yang mempunyai postur tubuh gendut, hitam dan menurut ku dia sangat jelek. Sangat tidak sebanding dengan cowok-cowok yang aku suka. Kriteria cowok ku layaknya orang yang menginginkan kesempurnaan yaitu ganteng, putih, dan tinggi.
Saat itu kelas ku bersebelahan dengan Reno. Dia juga selalu menitipkan salam kepada teman cowok 1 kelas ku kepada ku. Sungguh aku sangat tidak menyukainya, lagian pada saat itu aku sudah punya pacar yang sesuai dengan keinginan ku.

Namun sayang hubungan ku dengan pacar ku hanya sampai 1 bulan. Ketika aku duduk di kelas 2, aku satu kelas dengan si Reno. Aku tidak pernah menyangka akan satu kelas dengannya. Dia pun semakin cinta dengan ku, tapi sayang aku tak pernah sedikit pun menghargainya, yang aku tau dia adalah sahabat ku, tidak lebih.
Aku benar-benar sama sekali tidak menyukainya dan tidak sedikit pun terlintas di benakku untuk mencintainya, karena yang membuat ku seperti itu adalah Reno sangat jelek dan sangat bandel di kelas walaupun aku tau dia adalah salah satu orang terkaya di kota ku. Pernah dia traktir aku dan teman-teman ku di warung bakso sebanyak 10 orang, yang ujung-ujungnya dia nembak, tapi sayang usahanya sangat tidak berarti buat ku.

Tahun pun berganti, aku duduk di kelas 3 SMA, alhamdulliah aku tidak satu kelas lagi denganya dan aku merasa bebas, karena gak ada lagi orang yang kayak Reno. Namun, walaupun begitu kelas kami tetap bersebelahan, jadi dengan mudahnya dia melihat ku di sekolah. Saat kelas 3 hubungan kami pun menjauh, tapi anehnya dia tetep suka perhatiin aku, padahal aku sudah bener-bener gak pernah peduli sama dia. Waktu berjalan begitu cepat, dan akhirnya kami pun lulus dari SMA.

Aku kuliah di salah satu universitas di kota Medan, dan tidak menyangkanya Allah mempertemukanku dengan Reno di 1 tempat tinggal kos yang berdekatan. Saat itu aku yang baru tau kota besar, aku selalu minta tolong Reno kalau mau pergi, karena aku belum dikasih kendaraan sama orangtua, lagian si Reno sudah sangat faham dengan kota Medan, jadi kalau mau ke mana-mana selalu minta tolong sama Reno. Setelah tugasnya selesai membantu ku, aku tidak pernah berhubungan dengannya, aku selalu sms jika aku membutuhkannya, kalau tidak membutuhkannya sama sekali aku tak pernah sms atau pun membalas smsnya.

Selama aku kuliah di sini, pengorbanan Reno begitu besar. Sebenarnya pada saat itu aku sudah punya pacar, hanya saja pacar ku tidak mempunyai kendaraan. Jadi kalau ada apa-apa ya tetap minta tolongnya sama Reno.

Entah kenapa tiba-tiba dia hilang dan di saat itu aku mulai benar-benar merasa kehilangannya. Ku tanya sama teman kampusnya pada saat itu, tapi mereka juga tidak tahu karena Reno saat itu juga tidak masuk kuliah selama 1 minggu. Aku benar-benar kehilangannya dan di saat itu aku benar-benar merasa mencintainya. Tapi sayang sampai saat ini aku tidak tahu di mana dia berada sekarang, aku juga sudah berusaha mencarinya. Hati ku selalu bertanya-tanya, di mana kau sekarang?

Cerpen Karangan: Ade Maya Sari
Facebook: ade maya sari (chie maya applelyble)

Cerpen Di Mana Kau? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Kocak

Oleh:
Cinta, memang itulah yang gue rasakan. Tapi gue gak tau apa itu cinta? kadang dalam hati merasakan yang namanya sakit, kecewa dan cemburu. Jika cinta yang kita dambakan selama

Bakat (Part 1)

Oleh:
Setiap manusia dilahirkan dengan bakat yang unik dan khas bagi setiap pemiliknya. Setiap orang ditakdirkan memiliki bakat yang berbeda dengan orang lain, bahkan dengan saudara kembar saja bakat belum

Si Telon

Oleh:
“Itu…” teriak Rusdi sambil menunjukkan ke semak-semak yang ada di depan mereka. “Mana?” Rusdi berjalan membungkukkan badannya. “Itu, aku melihat ekornya!” “Ya, betul itu ekor si telon. Pelan-pelan, jangan

Penyesalan

Oleh:
“Yola.. Ambilkan kakek minum” Kakek berteriak dengan suara paraunya. Yola sedang asyik menonton televisi menjadi terganggu. “Kakek, suruh yang lain saja. Aku lagi asyik nih” Yola membantah. Sang kakek

Mencium Hawa Penjara Di Dalam Kampus

Oleh:
Pagi itu ketika angin dan gedung-gedung tinggi bersedia menyapa kami di pinggir jalan yang hendak menuju kampus, hari itu kami begitu bersemangat menerima ilmu di bangku perkuliahan. Dengan tas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *