Dia Berbeda

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 27 January 2017

Aku berjalan sendiri di gang yang begitu sempit, dan agaknya sedikit kumuh. Berhenti sejenak untuk memperhatikan selembar kertas yang aku pegang. Kertas itu bukanlah sekedar kertas biasa, di atas kertas itu tergores pena yang menggambarkan denah seadanya, tanpa skala hanya banyak kotak yang diibartakan rumah dan sedikit jarak yang diibaratkan jalan gang yang sempit. Aku bingung dengan denah sederhana yang ada di tanganku karena nyatanya sedikit berbeda. Kini kertas yang ada di tanganku kulipat, lalu kusimpan di tas kecil yang menyampai di badanku.

Selanjutnya, aku menghampiri seorang wanita paruh baya yang sedang menjemur pakaian di depan sebuah rumah. “Permisi” ucapku “iya neng” jawabnya dengan senyuman “maaf bu, kalau rumhnya alm. Adit sebelah mana?” Tanyaku “alm adit neng? Kalau di sekitar sini ada juga rumah alm didit” Jawabnya. Aku berfikir sejenak tentang laki-laki yang bernama Adit itu, oh ya aku ingat dia lebih dikenal sebagai “didit” daripada “Adit”. “Oh iya bu maaf, kalau didit?” Tanyaku kembali “oh kalau rumah didit di situ neng, yang catnya berwarna kuning” jawabnya yang menunjuk rumah yang terletak tidak jauh dari tempat saya berdiri, hanya terhalangi oleh 2 rumah “oh yang itu bu, makasih banyak bu, permisi” kataku yang tersenyum kepadanya.

Aku berjalan ke sebuah rumah seseorang yang sedang aku cari. Segera aku mengetuk pintu yang berwarna coklat. Tak lama seorang gadis cantik membuka pintu. Seseorang yang aku kenal, dia teman sekelasku. Awalnya dia hanya menampakkan deretan gigi rapinya yang membuatnya begitu cantik, tapi kemudian dia menyuruhku masuk. Aku berfikir sejenak, apakah mungkin dia pacar Adit atau lebih tepatnya pacar adit semasa ia hidup? Tanda tanya besar mendiami otakku. Dia pun menyuruhku duduk di kursi kayu yang mungkin berumur tua dan sedikit rapuh. Segelas air mineral sudah berada di atas meja di hadapanku.

Gadis itu mengawali pembicaraan “maaf re, dalam rangka apa datang ke rumah aku mendadak?” Tanyanya “mmm, entahlah dit aku juga bingung harus menjawab bagaimana.” Jawabku dengan tersenyum miring “mmmm, aku juga tau semuanya kok re.” Balas dita, ya gadis itu bernama dita “maksudnya?” Tanyaku dengan bingung dan agak degdegan “aku tau kamu ke sini cari rumah adit kan? Ya ini rumah Adit” “aku bingung dit, banyak pertanyaan di otakku ini, salah satunya kenapa kamu di sini? Kamu siapanya dia?” Tanyaku dengan gemetar karena menyangka kalau dia adalah pacar Adit atau lebih tepatnya mantan pacar adit “aku, aku sodara serahimnya Adit” jawabnya yang membuatku semakin bingung dan membuatku terus berfikir “aku tahu kamu pasti bingung dengan apa yang telah aku katakan tadi, tapi memang inilah kebenaran dan satu lagi Adit banyak sekali bercerita tentangmu.” Lanjutnya yang membuat sedikit tanda tanya besar di otakku hilang “ya aku mulai mengerti, dari nama kalian, dari wajah kalian yang agaknya sedikit mirip, tapi berbicara soal *aku* aku sungguh benar-benar tak mengerti, apa Adit sangat membenciku?” Jawabku dengan mata berkaca-kaca “aku akan menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir sebelum aditmu itu tiada”. Dita mulai menceritakan semuanya, semua history yang membuatku banyak mengeluarkan air mata.

Apa yang kita lihat belum tentu itu benar, begitulah kesimpulan yang aku serap dari semua yang telah dita ceritakan padaku. Dita bercerita tentang kebenaran yang dulu aku anggap adalah hal yang mustahil. Dimulai dari awal pertemuanku dengan adit, saat 17 agustus 2015, dimana saat itu aku terus memperhatikan Adit, ternyata kebenarannya dia pun memperhatikanku ketika aku tak memperhatikannya. Saat itu aku sudah menyukainya, dia baru mengetahui kalau aku menyukainya dan pada waktu yang sama ternyata sebuah rasa itu juga telah tumbuh di hati adit. Selanjutnya saat pertama kali kami bertemu tanpa siapapun, ketika untuk pertama kalinya aku merekahkan senyuman dia pun membalasnya, kebenarannya adalah dia amat senang melihat senyuman konyolku. Dia tak pernah membenciku sebelumnya, dia mulai membenciku ketika aku menghapus kontak bbmnya, sejujurnya alasanku menghapus kontak adit adalah karena aku lelah terus berharap pada seseorang yang entah menganggapku ada atau tidak, seseorang yang hanya pernah sekali tersenyum, seseorang yang sulit untuk dicapai atau mungkin suatu harap yang tak kunjung nyata, suatu angan yang tak kunjung tercapai dan suatu jarak yang tak kunjung dekat. dialah “adit” dan mulai saat itu adit mulai membenciku, dia amat kecewa karena aku menghapus kontak bbmnya tanpa alasan yang ia pun tak tahu dan tak mengerti. puncaknyanya adalah ketika kultum, pada saat itu aku dan Adit memang saling menatap, cukup lama, namun aku kalah karena memalingkan pandangan, aku sungguh nervous dan juga banyak rasa di hati, senang, sedih hatiku menggerutu pada saat itu “maksudnya apa?” Keberannya adalah bahwa adit ingin sekali menatapku atau lebih tepannya tatapan denganku walaupun satu kali, dan mungkin itulah waktunya. Hanya sekali tapi kata dita, itu membuat adit senang walau ada rasa sedih yang adit sendiri tidak mengatakan dengan jelas sebabnya.

Apa yang aku fikirkan tentang Adit terhadapku semuanya salah besar. Dia sangat mencintaiku walaupun ada setitik benci yang karena ulahku sendiri. Dita berkata hanya aku yang mencintai Adit tanpa melihat sisi negatifnya, *maaf (keculuannya, keluguannya) apapun hal buruk yang ada pada diri Adit. Jika banyak orang yang menyukainya, itu hanya karena satu alasan yaitu karena “wajahnya”.

Adit itu special, dia berbeda dari laki-laki lain. Apapun kekurangan yang ada pada dirinya, bagiku itu adalah kelebihannya, aku menyukainya bukan hanya karena wajah tampannya tapi aku menyukainya tanpa alasan semua tentang diri adit aku menyukainya. Senang memang mendengar apa yang ingin aku dengar, namun semua rasa itu agaknya tersaingi dengan rasa sedih di hati ini. Aku terlambat mengartikan semua hal yang patutnya aku mengerti sejak dulu.

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany
Nama: Renita Melviany
Nama panggilan: rere
Ttl: Majalengka, 17 july 2000
Cita-cita: Author sehebat Asma Nadia
Ig: renitamelviany_17
Abaikan Nama tokoh dalam cerita, hanya sebuah nama!! 😄

Cerpen Dia Berbeda merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Saat Terakhirku

Oleh:
Diagnosa dokter membuat Silvi menjadi bersedih dan takut akan kematian sebab ia didiagnosa menderita sakit kanker otak stadium akhir dan umurnya tak akan lama lagi. Silvi menerima cobaan dan

Merindu

Oleh:
Namaku adalah Dimas aku adalah anak pindahan dari kampung yang ingin bersekolah SDN di jakarta ini ceritaku. Pada waktu pendaftaran aku telah mendaftar di berbagai sekolah yang dekat dengan

Penyesalan Dita

Oleh:
Mia adalah murid terpintar di kelas 5. Ia selalu mendapat peringkat 1. Ia juga mahir menyanyi, maka tidak jarang ia menang dalam kontes menyanyi. Dengan prestasi yang diraihnya, tentu

Bara Cinta

Oleh:
“Nada kita adalah sahabat sejati, jadi apapun yang terjadi kita akan tetap bersama iya kan?” ucapku pada sahabatku Nada. Aku dan Nada sudah bersahabat dari awal sekolah dasar hingga

Buku Diary Dari Ibu

Oleh:
Dengan mata tersayut sayut tanganku tak hentinya merangkai kata demi kata yang kutulis kedalam buku diaryku yang hampir rampung. masih teringat dengan jelas ketika pertama kali aku mendapatkan buku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *