Happy Birthday

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 June 2016

Perih rasanya cuma bisa begini. Aku tak bisa berbuat apa apa. Mengucapkan satu kata yang kuinginkan tak bisa ‘happy birthday’ itulah kata kata yang ingin kuucapkan padamu. ‘semoga kamu lebih dewasa diumur 17 tahunmu’ tetapi itu mustahil.
Mengingat hal itu.
Kupikir ungkapan cinta itu hanya bercanda. Tetapi…
Ingatan itu muncul kembali begitu jelas di kepalaku.

Pelajaran kimia begitu membosankan. Aku tak bisa menahan mataku supaya tetap fokus. Sudah berapa kali aku menguap.
“Hoammm” kututup mulutku dan menyenderkan tubuhku di sudut dinding kelas. Sementara yang lain merasakan hal yang sama, ternyata
Bukan aku saja.
Kuamati tulisan di papan tulis yang tak kumengerti. Otakku begitu lambat memahami ‘apa itu’ pertanyaan yang selalu kuajukan pada diriku sendiri.
“Egh nak. Ibu mau ngambil kertas lakmus dulu yah untuk menguji ph larutan” Ujar bu rika.
Semua anak merasa senang. Untuk beberapa menit suasana kelas yang tadi diem kaya kuburan berubah menjadi suasana pasar.

Hal yang paling aku benci akhir akhir ini adalah seorang mantan temanku kelas 10, selalu membukakan jendela kelas yang berada di sampingku saat tak ada guru atau pelajaran kosong. Dia jauh jauh dari kelas ipa 1, entah mengapa sudah ada di kelas ipa 8. Tetapi aku cuman nyadar diri palingan dia cuman nongkorong di depan kelas ipa 7 dan tak sengaja dia melihatku. Kebiasaan dulu, kebiasaan mengganggu hidupku. Selalu ngatain aku dan mengganggu ketenangan orang. Itu satu hal yang kusimpulkan tentang pendeskripsianku. Tapi hari ini terasa berbeda dia nanyain tentang lomba kemarin.

“Nis saat lomba kemarin kamu gugur saat soal ke 6 yah.”
Otakku berpikir. Entahlah aku tidak tahu. Aku tak memghitung soal yang diajukan tim cerdas cermat. Aku cuma menjawab itu lah hal yang kulakulan. Tetapi aku masuk 10 besar dan hal itu begitu nyaris mengingat soal terakhir aku gugur.
“Dak tau soalnyo tu banyak” Jawabku kesal. Ni anak ngapain nanya nanya kayak gitu. Basa basi nggak jelas.

Tiba tiba riska teman sebangkuku mengatakan hal ini “Nis tau nggak saat lomba kemarin rio ngasih salam tu sama kamu”
Aku mendadak terkejut tetapi saat itu aku hanya menganggap itu candaannya.
“Oh iya kemarin aku ngasih salam ke kamu!” Katanya agak serius.
“Udah deh rio gek nangis anisnya. Kamu nggak inget kamu dulu pernah bikin dia nangis karena ngatain dan hobby ganggu dia di kelas 10 dan gue yakin lo cuman mau ngebully dia kan?” tanya anton mengikut pembicaraan kami berdua. Aku tidak berkomentar banyak. Sudah terlalu biasa aku mendapatkan ejekan atau bully an dari rio. Aku juga tidak tahu kenapa dia begitu, mungkin aku berbeda dari yang lain.
“Aku serius” Ucapnya dengan tampang serius dan wajah agak memelas.
“Nis boleh nggak aku daftar jadi cowok kamu?”
Mataku mengerjap. Jantungku berdegup cepat. Seolah olah ini cuman mimpi.
Tapi saat itu bibirku kaku dan kelu. Tak bisa berkata apa apa.
“Nis kamu udah putus kan dengan kak randi?” Tanyanya membuyarkan lamunanku.
“Iya” Jawabku singkat.
“Nis kamu jomblo kan”
“Iya”
“Salah nggak aku nanya gini!” Suara lembutnya dan tak kesangkaanku membuatku bisu. Bagaimana bisa cowok yang hobby ganggu dan nertawain hidupku tiba tiba jadi suka denganku.
Aku tetap diam. Aku bingung kata apa yang harus aku jawab.
“Nisa ini imut yah sebenarnya” Ujar teman rio ikutan bicara.
Aku nggak tahu apa maksudnya itu.
“Iyo nisa imut banget kayak anak anjing” Ledeknya dan reflek temannya pada ketawa dan tak terkecuali teman sebangkuku riska. Ada apa ini? Saat itu tiba tiba aku kesel banget, mungkin terpengaruh pms. Kubanting buku tebal itu ke atas meja dan semua pada terkejut.
“Brukkkkk” suara itu begitu keras dan aku ke luar dari kelas menuju ke wc. Dia tak mengejarku aku tetap berjalan dengan kesal. Setelah sampai ke toilet aku mencuci tanganku dan menatap wajahku ke cermin.
“Itu lucu yah? Aku rasa kamu cuman mau ngebully aku kan. Bikin malu aku!” ujarku berbicara sendiri.
Aku capek dan aku kesal candaanmu begitu berlebihan.

Dan sejak hari itu lah sosok itu tak pernah lagi muncul di kehidupanku. Lama lama aku jadi terbiasa. Dan tiba tiba aku merasa kangen. Aku kangen dengan candaanmu walaupun kamu hoby ngatain aku. Apa saat itu kamu serius? Tapi kenapa? Aku cuma cewek biasa aja. Kenapa kamu suka dengan cewek budek, item, pesek kayak aku?

Tiba tiba saat aku dirundung galau. Riska mengucapkan sesuatu.
“Aku rasa dia serius nis. Aku tahu kok” Kata kata itu membuatku sedikit yakin.
Kontak bbm dia yang dulu kudelete sekarang kuinvite. Tetapi ini sudah 3 bulan aku nggak ketemu dengan dia. Aku rasa perasaan dia sudah berubah. Dia nggak ngeacc aku.

Disaat itulah aku ragu aku yakin perasaan dia udah berubah apa emang dari awal dia cuman mainin aku. Selama sebulan aku sedih, galau karena nggak bisa ketemu kamu lagi. Menatap wajah kamu dan bercanda dengan kamu. Aku salah aku nyesel nggangep itu cuman candaan. Walaupun kamu cowok humoris dan hoby ngatain orang. Disitu aku sadar mungkin kamu bisa serius juga yah?

Aku mengutuk nasibku selama 4 bulan ini aku cuman makhluk bodoh yang tak henti berharap kamu kembali lagi di kehidupanku. Membuka jendela kelasku dan basa basi nggak jelas. Membantuku menaruh pena di jendela biar jendela terbuka.

Semua itu sudah berlalu dan hari ini kamu ulang tahun. Semoga kamu bisa nemuin seorang wanita yang istimewa. Yang kulakukan disini cuman berdoa untuk kebaikanmu tetaplah jadi cowok humoris tapi tunjukin keseriusanmu ketika nembak cewek yang kamu suka. Bukan seperti aku.

Dan satu hal lagi meskipun aku tak bisa merayakan ulang tahunmu bersama temanmu atau mengucapkan happy birthday secara langsung padamu tetapi aku selalu berdoa kepadamu.

“Happy birthday rio. Wish the best of you”

End

Cerpen Karangan: Imelda Desniarti
Facebook: imelda desniarti

Cerpen Happy Birthday merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Destiny

Oleh:
Sekolah, tempat dimana kita menuntut ilmu. Tapi banyak juga yang dipakai untuk mencari teman atau sebaliknya. Dila, siswi kelas 9 semester 2 dan tinggal menghitung beberapa bulan, ia pun

My True Love

Oleh:
Kenalin namaku Cantika Nada. Seperti namaku yak Nada aku suka banget main alat musik hampir semua alat aku kuasai, aku masih sekolah di junior high school barunya aja kelas

Si Pintar Versus Si Beruntung (Part 2)

Oleh:
“tok tok tok, bu aku pulang” kataku sedikit berteriak supaya ibuku dengar “ya tunggu sebentar” ibuku membukakan pintu, dan terkaget melihat aku menagis “febri, kamu kenapa menangis?” tanya ibuku

Mengapa

Oleh:
Aku sangat bahagia sekarang setelah aku kenal dia. Natan, itu namanya orang yang aku kenal dari aku sma, dia yang telah merubah hidupku. Tak ada lagi sedih, murung, sendiri,

Rumah Di Tengah Hutan

Oleh:
Hari ini, aku beserta teman-temanku berkemah di hutan. Di dalam bus, kami bernyanyi bersama dengan riang gembira. Tak membutuhkan waktu yang cukup lama, kami pun sampai di lokasi perkemahan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *