Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 4 November 2016

Sekarang aku sedang menginjak hamparan pasir putih. Diriku tak bosan-bosannya memandang lautan berwarna biru itu. Telah kucuba berbagai cara untuk menghapusnya dari pikiranku. Namun, kurasa usahaku itu sia-sia. Jika saja aku bisa memutar waktu, aku pasti tidak akan melakukan kesalahan bodoh itu. Aku seperti perempuan yang penuh dengan dosa. Diriku pun masih berharap kalau dia akan memaafkanku, aku juga berharap demikian pada Tuhan.

Kuputar kembali memori masa lampau. Memori yang menghantuiku beberapa waktu ini. Lalu kuingat janji yang telah kubuat dengannya. Sebuah janji bodoh yang telah dibuat oleh remaja yang masih berusia lima belas tahun.

Ya, aku mencintainya sejak aku berusia lima belas tahun.

Aku datang ke taman kota, mencoba untuk menepati janji dengannya. Setelah sampai, aku pun duduk di bangku taman yang menghadap ke sebuah pohon besar. Sambil menunggu, aku pun memakai earphone dan mulai memainkan musik untuk menghilangkan rasa bosanku.

Tak berapa lama kemudian, aku merasa seseorang berbicara padaku. “Cuaca yang indah bukan?” aku pun melihat di sampingku dan dia sudah ada. Ia tersenyum padaku. “Maaf membuatmu menunggu lama.” Ucapnya sambil merogoki saku celananya. “Tidak, aku baru saja datang. Kau hanya telat beberapa menit.” Balas diriku sambil melihat lawan bicaraku yang sedang sibuk dengan urusannya. “Telat pada acara yang penting itu tidak baik, Ariana.”

Aku terdiam pada saat ia mengucapkan ‘acara penting’. Acara penting apa? Apa dia sedang berbicara sendiri? Tapi tadi dia bilang namaku. Diriku yang sibuk memikirkan hal itu tak sadar dengan dirinya yang sudah berlutut di depan diriku yang masih duduk di bangku taman.

“Ares hentikan, kita dilihat oleh orang-orang!” dia pun menggelengkan kepalanya. Dia memang keras kepala. “Tidak, Ariana. Biarkan mereka melihat kita.” Aku pun menghela napasku panjang dan membalas ucapannya. “Memangnya kau mau apa? Cepat ucapkan.”

“Ariana, mari kita buat janji bersama-sama,” dia pun mulai bangkit dari posisinya dan duduk di sebelahku. “dimulai dari diriku. Aku berjanji akan terus menyayangimu, membahagiakan dirimu, menjagamu, dan mencintaimu hingga akhir.” Aku mengerti maksudnya itu apa. Ia memintakku untuk menjadi pacarnya. Sebuah impian yang kuinginkan sejak awal aku kenal dengan dirinya.

“Ares, aku pun berjanji untuk menyayangimu, membahagiakan dirimu, menjagamu, juga mencintaimu hingga akhir.” Sebuah janji telah kami ucapkan di depan khalayak banyak. Kita pun sama-sama tersenyum atas kelakuan gila kita. Sebuah janji yang tak akan pernah aku ingkari.

Sekarang, aku rasa aku telah mengingkari semua janji itu. Aku berbohong padanya. Itu semua karena kesalahanku. Mengapa di dunia ini tidak ada orang yang bisa membuat mesin waktu? Aku pun pergi dari pantai itu. Pergi ke suatu tempat yang belum pernah kukunjungi setelah kejadian itu terjadi.

Ke rumah yang dulu sempat aku huni dengannya. Aku masih menyimpan kuncinya, tentu saja aku masih menyimpannya ini kan rumahku. Setelah berhasil membuka pintu itu, aku masuk ke dalamnya. Semua masih sama. Semua barang yang ada di dalamanya sudah berdebu. Padahal, aku meninggalakannya baru kurang lebih 7 bulan yang lalu.

Diriku tak sanggup untuk menahan air mata yang menggenang di mataku. Semua kenangan kembali muncul lagi di pikiranku. Aku memang wanita yang berdosa. Aku mencintainya tapi kenapa aku melakukan hal itu kepadanya? Aku menyesali semua perbuatanku di masa lampau.

Aku masih ingat betul kejadian itu. Kejadian ketika ia menemukanku sedang bersama lelaki lain, belum sempat aku meminta waktu untuk menjelaskan semuanya, ia berlari dari dari hadapanku dan saat ia menyebrangi jalan, ia tertabrak oleh sebuah truk yang membawa bensin. Lalu truk itu pun meledak dan Ares pun menjadi korban.

Jika seandainya aku tidak melakukan dosa bodoh itu. Aku akan memberi semua kasih sayangku kepadanya, dan kejadian itu tidak akan terjadi.

Dan sekarang aku hilang pada diriku sendiri.

Cerpen Karangan: Ariana Nakahara

Cerpen Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Goodbye My Love

Oleh:
Hari ini adalah hari pementasan drama di sekolahku. Hari yang sangat aku nantikan, aku mendapat sebuah peran dalam pementasan ini, yah walau hanya segelintir peran kecil di antara peran

Love Beside You

Oleh:
Tak terbayangkan satu tahun sudah cinta bersandiwara dalam hidupku, semuanya seperti sangat mudah untuk berbohong tanpa harus berfikir lagi. Dia. Dia sudah menghancurkan segalanya, termasuk harapanku. Bell masuk berbunyi

Beautiful Tune About Love

Oleh:
Music is my life. Kalimat itu merupakan salah satu dari jutaan definisi Raditya Ardiansyah tentang musik. Cowok berzodiak Leo itu memang terobsesi untuk menjadi seorang musisi terkenal, syukur-syukur bisa

Mr Cool (Part 2)

Oleh:
Sebenarnya, bukan kata maaf yang ingin aku lontarkan padanya, aku ingin mengatakan bahwa aku akan belajar mencintainya. Tapi aku terlalu penakut untuk megatakannya. Dan ada rasa yang aneh pada

Permata Kasandri

Oleh:
Tanpa melihat keluar jendela. Kasandra tahu bahwa suara merdu yang sedang melafalkan Ayat-ayat suci itu adalah Kasandri, sang suami. Penatnya rutinitas yang mesti dijalaninya sebagai mahasiswi di salah satu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *