Jangan Kalap

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 22 May 2017

Tubuhku terbujur kaku. Membeku terdiam gemetaran. Bercak darah tercecer di mana-mana. Pisau tajam jatuh menghujam lantai setelah sebelumnya melekat di tangan kananku. Kedua mataku berair menatap tubuh istriku yang tergolek penuh cairan merah kental. Kepalaku pening dan semuanya menjadi gelap.
Aku berlari saat kedua mataku kembali terbuka. Mencari seseorang yang sangat kucinta. Oh tuhan, aku sangat menyesal, tolong jangan kau hukum aku dengan mengambilnya. Karena jika itu terjadi, aku tak akan memaafkan diriku sepanjang hidup.

Langkahku terhenti saat kulihat seseorang yang amat kukenal, lelaki berwajah lelah itu adalah teman yang selalu ada untukku di situasi apapun. Aku tahu pasti dia yang mengurus semuanya.

“bagaimana keadaan istriku?”
Seakan sudah tahu apa yang akan kutanyakan pertama kali, ia tersenyum tenang meski agak dipaksakan.
“kau tak usah khawatir, istrimu baik-baik saja. Bagaimana keadaanmu?”
“aku ingin bertemu istriku. Di mana dia?”
“istrimu sedang istirahat, tak boleh diganggu dulu”
Aku menghela nafas berat, menjatuhkan diri ke kursi.
“sebenarnya, apa yang terjadi?”
Rekaman kejadian beberapa saat yang lalu kembali terlintas, aku bercerita sambil tersedu.

Istriku berubah. Dulu, dia adalah wanita lemah lembut yang murah senyum. Tapi, akhir-akhir ini dia menjadi seseorang yang tak pernal kukenal. Selalu terlihat sangat kesal, setiap pulang kerja, ia tak lagi menyiapkan makan untukku dengan alasan lemas, capek atau mengantuk. Terkadang aku memanjakannya dengan membuatkan makanan, tapi dia memuntahkannya seakan masakanku tak layak untuk dimakan. Saat mengajaknya camping di tempat yang biasanya, kami malah bertengkar hebat gara-gara aku lupa membawa beras. Puncaknya, aku merasa tak tahan lagi saat dia mengutak-atik handphoneku dan berkata,
“aku membalas pesan-pesan kepada para wanita simpananmu, “mati kau! Dasar wanita penggoda suami orang” ”
Aku kalap dan pisau itu dengan cepat menancap di tubuh istriku.

“kau bodoh sekali! ini, lihatlah apa yang sebenarnya dilakukan istrimu”
Ia menyodorkan hpku dan terbaca semua yang ditulis di sana

“terima kasih selalu mengajak suami saya jalan-jalan. Tapi, berhubung suami saya punya golongan darah AB negatif yang sangat langka, mohon jaga dia agar tidak terluka ya”.

“suami saya banyak merepotkan anda di kantor, silahkan datang ke rumah kapan saja jika ada yang ingin didiskusikan dengannya. Walau mungkin tidak bisa membantu banyak, sebagai wanita yang lebih tua, saya juga ingin berbuat sesuatu untuk menyelesaikan masalah anda”.

Tangisku membuncah.
“dan kurasa kau sudah salah paham”
“maksudmu?”
“cepat jengkel, mudah lelah, lemas, dan sering muntah, semua itu adalah pertanda awal wanita yang sedang hamil”.
“Hah?!”
Aku berlari dan terus berlari.

Cerpen Karangan: Shofie Raihan
Facebook: Shofie Raihan
Penulis adalah seorang Jurnalis.

Cerpen Jangan Kalap merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Seorang Anak Yang Cacat

Oleh:
Mengapa sampai saat ini Ibuku malah semakin sayang pada saudara tiriku. Sedangkan aku? Sepertinya dibuang, Ibuku tidak memperhatikanku lagi, makan pun aku harus mengambil sendiri dengan keadaanku yang seperti

Pacar Online

Oleh:
Bintang dan rembulan yang mau menemaniku saat ini, mungkin hanya akulah orang yang sampai saat ini lebih suka menyendiri dibanding ikut bergaul bersama teman teman yang belum aku kenali.

Gadis Dunia Maya

Oleh:
Latar belakang langit yang begitu indah dengan lukisan orange bercampur warna kelabu serta sang mentari yang akan segera sembunyi keperaduannya menjadi lukisan indah yang menemani semiliri angin sore yang

Besuk

Oleh:
‘Jam besuk: 16.00-21.00’, bunyi sebuah papan pemberitahuan yang terpampang di pintu masuk rumah sakit itu. Sekali lagi kulihat jam tanganku, jam tangan buatan jepang yang Indonesia tak bisa buat,

Cinta Datang Tak Tepat Waktu

Oleh:
Ada yang bilang cinta itu pilihan. Pilihan untuk lebih dicintai atau lebih mencintai. Karena tidak mungkin dalam suatu hubungan, mempunyai kadar cinta yang sama besar. Kiran sedang gundah, haruskah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *