Karena Dia Melanggar Prinsipku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 September 2016

Sulit rasanya jika harus pura-pura tidak mencintai. Aku menyukainya dari pertama aku melihatnya. Tapi rasa cinta itu hanya aku yang tahu karena prisipku dan janjiku kepada diri sendiri bertolak belakang dengan gadis itu dan gadis itu juga telah banyak melanggar prinsipku.

Hari itu, kami siswa baru SMAN 1 ****** sedang mengikuti MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) aku berada di gugus 6. Di hari terakhir MPLS itu adalah waktunya kreasi seni dari tiap gugus. Gugus kami akan menampilkan puisi berantai yang ditampilkan oleh 5 orang. Aku sebagai Pak Ustadz di puisi itu, isinya menyangkut tentang soal-soal keagamaan. Aku giliran pertama membaca sepenggal puisi yang memiliki banyak majas. Setiap gugus mempunyai barisan masing-masing dari gugus 1-12. Aku melihat mereka semua dari depan, yang menjadi pusat perhatianku adalah seorang gadis yang berada di gugus 3, dia duduk di barisan kedua. Gadis itu berbeda dengan yang lain, dia memperhatikan dengan fokus penampilan gugusku sedangkan yang lain ada yang mengobrol ataupun memainkan handphone. Aku tertarik dengan gadis itu, dia tidak cantik tapi menarik perhatianku.

17 Agustus 2015
Aku mengikuti ekstra kulikuler PASKIBRA, kami akan mengikuti upacara dengan mengenakan kaos putih pendek, celana hitam dan aksesoris lainnya. Mungkin temanya adalah perjuangan, karena kami membawa tongkat yang terbuat dari kayu sebagai tombak. Kami kumpul di sekolah. Aku melihat gadis itu, dia berada di barisan ekstra KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) dia juga terlihat melihat ke arahku. Citra teman satu ekstraku memanggilku, citra satu kelas dengan gadis itu.
“Doni!” Panggil citra. Aku pun menengok ke arahnya
“Apa cit?” Tanyaku
“Ada yang suka sama kamu.”
“Siapa?” Tanyaku kembali
“Namanya dina, dia adalah teman sekelasku. Tuh dia yang memakai jam tangan warna ungu di barisan ekstra KIR.” Citra menunjuk gadis yang aku sukai itu.
“oh, itu” ucapku.
Aku senang, tapi gadis itu telah melanggar prinsipku. Prinsip hidupku, aku tidak ingin seorang wanita yang duluan berbicara kepada aku kalau dia suka, menurutku wanita yang seperti itu adalah wanita payah, yang harus dilakukan wanita hanyalah menunggu.

Pelanggaran yang dilakukan semakin besar, dia meminta pin BBku kepada citra. Lalu dia invite, aku tak acc karena “iugghh” rasanya jika seorang wanita yang menginvite duluan. Tapi temanku citra malah mengacc nya. Ada cinta ada pula kecewa, dia sungguh tak malu melakukan itu.

Dia follow akun Instagram milikku. Tak diminta pun aku akan memfollbacknya tapi tak lama dia coment di fotoku “follbck” dia hanya perlu menunggu sebentar saja tapi dia malah melakukan itu. Aku pun memfollback akunnya. Jujur saja di bbm aku selalu memperhatikannya begitupun di instagram aku suka melihat foto-fotonya, dia seperti anak kecil. Dia pendek, aku suka gadis pendek, karena aku tinggi.
Tingkahnya semakin melanggar prinsipku itu, dia bm aku duluan sok-sokan nanyain pelajaran lah, apalah, dan yang membuatku sangat kecewa dia bertanya lewat bbm “don, udah punya pacar?” Tanyanya. Aku kadang berfikir buruknya dia, apa hanya kepadaku atau kepada laki-laki yang dia sukai sebelumnya juga begitu. Temanku pernah melihat dia meletakan ponselnya di kaca kelasnya ketika aku berada kantin, dia memotretku. Pelanggarannya sangat banyak, tapi aku tetap menyukainya bahkan aku sangat mencintainya.

11 februari
Itu adalah hari ulangtahunku, aku bangun pagi hari. Data selular di handphone tidak kuhidupkan, sengaja malam hari aku tidak menghidupkannya, karena itu membuat sisa kuotaku terus terkuras. Aku membuka bbm, banyak ucapan selamat ulang tahun. 00:00 dina mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Aku bahagia, sangat bahagia. Kadang aku salut kepada dia, dengan keberaniannya itu. Aku hanya membuka pesan itu tanpa membalasnya, aku bingung harus bagaimana menjawabnya. Di line, facebook pun dia mengucapkannya. Dialah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku di usiaku yang ke 16 ini. Saat jam istirahat aku membalas ucapannya itu “makasih” balasku, aku menunggu cukup lama, 3 jam kemudian dia membalasnya “sama-sama.”

Tingkahnya semakin menunjukan kalau dia sangat menyukaiku, aku merasa malu ketika dia memperhatikanku di manapun. Hampir setiap hari, kurang lebih satu bulan motor kami selalu berdampingan. Ketika aku melihat motornya terparkir dan di sisinya belum ada motor yang lain, Aku segera meletakan motorku itu. Ketika motornya belum terparkir yang artinya dia belum datang, tapi waktu pulang sekolah motornya ada di samping motorku. Mungkin dina melakukan hal yang sama sepertiku.

Temam-temanku meminjam handphoneku, aku pun memberikan handphoneku itu. Mereka melihat kontak bbm dina serta melihat apa saja yang dina katakan kepadaku. Salah satu temanku berkata “najiss banget si dina berani nanya udah punya pacar segala, murahan ihhh.” Aku pun berfikir hal yang sama, tapi rasanya tak enak jika ada orang lain menyebutnya. semua teman sekelasku tahu tentang dina, berita itu pun terus menyebar. Aku merasa bersalah telah membuat nama baiknya sedikit tercoreng, walaupun sedikitnya perkataan mereka ada benarnya juga. Aku sendiri mengerti apa yang ia rasakan, tapi dia tidak menunggu seperti yang aku harapkan. Mungkin dina sudah mendengar berita jelek tentang dirinya itu, aku dapat melihatnya. Dia memandangku dengan berkaca-kaca ketika kami duduk di lapang basket pada hari jumat, karena diadakan kultum. Dia terlihat sangat sedih, biasanya dia terlihat ceria dan tersenyum tapi aku bisa melihat matanya yang bersinar karena menahan air mata yang akan segera menetes. Untuk pertama kalinya aku menatapnya, tapi dia memalingkan pandangannya. Aku tahu apa yang dia rasakan, dia malu, imagenya sangatlah buruk.

Hari itu aku pulang sore, karena aku sudah diklat PASKIBRA. Lalu handphoneku berbunyi, ada BBM yang masuk itu dari dina, isi bbm itu adalah “saya minta maaf atas ketidaknyamanan yang sudah saya berikan selama ini. Tentang keingintahuan saya tentang anda atau tentang hal lainnya. Jangan membenci saya ya, saya hanya ingin jadi teman anda.” Terlihat di atas layar handphoneku itu, aku ingin membalasnya, tapi bagaimana? Aku tidak membalasnya. Tak lama kontak bbm dina tak ada, dia menghapus kontakku. Aku merasa sedih, tapi sudahlah itu sudah terjadi.

Hari berganti hari, aku jadi merindukan celotehan-celotehannya di BBM tentang perasaannya terhadap diriku. Bel pulang sudah berbunyi, tapi aku harus mengerjakan tugas kelompokku terlebih dahulu. Jam menunjukan pukul 15:17 tugasnya sudah selasai, aku pun segera memasuki tempat parkir. Lalu ada yang memanggilku “doni!!” Teriaknya. Seorang gadis, dia adalah teman dina. Aku pun menaikkan alisku, dia mendekat dan berkata “heh doni, jangan sok ganteng deh lo. Kasian si dina, bisa kan lirik sedikit dina kami itu!” Ucapnya yang terlihat sedikit marah. Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu temannya itu meninggalkannku. Aku semakin merasa bersalah kepadanya, aku sungguh jahat.

Aku mencintainya, tapi dia melanggar prinsipku. Sungguh, rasa ini hanya aku yang tahu, hanya aku. Maafkan aku kasih. Aku sudah banyak menyakitimu. Tapi aku sangat mencintaimu, kita tidak bisa bersama itu karena dirimu sendiri yang melanggar prinsip dalam hidupku.

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany
Jangan lupa follow ig aku ya renitamelviany_17 dijamin di follback

Cerpen Karena Dia Melanggar Prinsipku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Mu Bukan Untuk Ku (Part 1)

Oleh:
Kalimat itulah yang selalu ku bisikkan dalam hatiku sepanjang kebersamaan kami. Menikah denganya mungkin adalah kesalahan terbesar dalam kehidupanku. Bagaimana aku bisa tiba-tiba hidup bersamanya, andai saja tidak ada

Katakan Dengan Hati (Part 1)

Oleh:
Aahhh… Nyamannya… tempat ini begitu membuatku tenang, serasa ku ingin istirahatkan tubuhku yang lelah ini. Aku rasa aku akan memejamkan mata sebentar saja… “andi… andii…” terngiang suara di kepalaku

Tak Lagi Sama

Oleh:
Berjalan perlahan melewati pagar hitam yang tiap pagi harus ku lewati untuk masuk ke sekolahku. Saat ingin melangkah ke kelas, terlihat tak jauh dari kelasku yang hanya dibatasi dengan

Arya Dan Ulang Tahunnya

Oleh:
Arya menatap bingung pada sekitarnya. Semuanya terasa aneh, bahkan orang yang sedari dulu berteman baik dengannya tampak tak pernah melihatnya. Ada apa? Pikirnya. Dengan langkah pelan, dia mulai menyusuri

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *