Karma

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 May 2018

Lagu di ponsel berbunyi sangat panjang yang menandakan sudah pagi, lalu aku pun bangun dan mematikan Alarm itu. aku bersiap-siap untuk pergi ke sekolah yang jaraknya lumayan jauh dari rumahku.

Sampai di depan gerbang sekolah aku menunggu seseorang dan tidak langsung masuk. Aku menunggu 3 sahabatku, mereka memang suka sekali datang siang.
“Hallo hai” teriak Febi
“Akhirnyaaa Febi dateng” jawab ku tersenyum
“Hani sama Irani mana ya?”
“Febi, Risya?” ujar Hani yang baru saja turun dari mobil bersama Irani.

Tiba-tiba di seberang jalan sana, ada anak laki-laki yang mungkin dia anak sekolah sebelah, umurnya kira-kira diatas kami.

“Risya?” Laki-Laki itu memanggilku.
Aku melihat ke arahnya dan mengingat siapakah dia.
“Farhan, itu Farhan sya?” ucap Hani
Aku terdiam tak bisa berbicara, hanya ingatanku saja yang melayang entah ke mana, kemudian aku mengingatnya! Ya, kejadian setahun lalu.

Flashback

“Halo Risya?”
“Apa han?”
“Puasa gak?”
“Ya iyaalah”
“Ngabuburit yuk sya?”
“Ah aku males keluar han, panas”
“huh malesan deh”
“udah ah aku mau nonton dulu”
Kumatikan telepon dengannya.

Farhan adalah kakak kelasku, dia baik dan sangat lucu. Meskipun begitu, tapi aku tetap saja menganggap hanya teman atau sebatas kakak kelas, tidak lebih.
Dia selalu ada untukku, dia cukup peduli, bawel dan sangat “kepo”. Sebenarnya dia pernah mengungkapkan perasaannya padaku sampai berkali-kali dan selalu aku tolak. tapi setelah itu dia menjadi semakin bawel dan kepo. sampai aku malas melihatnya karena tingkah dia begitu mengganggu.

Suatu hari aku bertengkar dengan Farhan, aku mengucapkan kata yang tak pantas.
“Kamu mending gak usah deh sok peduli sama aku! Kalo bisa gak usah kamu ganggu aku lagi, Jauhin aku Han!”
“Itu mau kamu?”
“Ya”
“Oke sya, Aku bakal jauhin kamu!”

Hari Lebaran dia tidak datang ke rumah tetapi dia meneleponku.
“Risya, Mohon maaf lahir batin”
“Hee iya Han sama sama ya”
mungkin itulah obrolan kita yang terakhir!

Aku tersadar dari lamunanku di depan gerbang sekolah.
“Risya, sini” teriak Farhan dari jauh
“Sya mending lo samperin deh” ujar Irani.

Aku pun menghampiri Farhan yang tengah berdiri di seberang jalan sana.
“Kenapa?”
“Aku boleh gak minta nomor hp kamu?”
Aku memberikannya, dan dia berjanji akan meneleponku.
“Ya udah, aku berangkat sekolah dulu ya”
“Hati hati han”
“Iya Risya”

2 hari setelah kejadian itu entah apa yang aku rasa, mungkin aku suka, mungkin aku nyaman, mungkin dia membuatku jatuh cinta! Rasa yang dulu dan sekarang sungguh sangat berbeda, aku tidak tahu perasaan apakah ini.

“Aku masih menyukaimu Risya” Suara itu membuatku kaget
“Hah aku?”
“Selalu kamu, bahkan saat kamu suruh aku menjauhimu pun aku masih tetap suka”
“Aku minta maaf Han, Aku salah”
“Mau kan kamu jadi pacar aku?”
Entah apa yang aku rasa, Akupun menjawab pertanyaan nya dengan kata “Iya, Aku mau jadi pacar kamu”

Setelah jadian. aku sangat bahagia, aku sangat nyaman, dia baik padaku sejak dulu, tapi kali ini berbeda aku seperti terhipnotis.
Hari hariku menyenangkan dia selalu ada, kami pergi ke sekolah berdua, pulang berdua dan makan berdua. Farhan selalu menunggu aku di depan gerbang sekolahku.

Tapi di hari ke 10 semuanya berubah
“Kita putus aja!” katanya sambil menunduk.
“Kamu ngomong apa Han?”
“Aku minta maaf! tapi aku harus ninggalin kamu” sambil dia memegang tanganku
“Tapi kenapa?”
“Aku mau Fokus UN, aku janji sama kamu kita akan bersama lagi nanti” semakin kuat tanganku di remas olehnya.
“Baik kalo itu mau kamu”
“Jangan nangis” dia mengusap air mata ku.
Setelah itu kami resmi putus.

Hari-hariku menjadi kacau, semua sahabatku selalu menyalahkan Farhan karena tiadanya Semangat dalam hariku.
Aku menangis, aku tidak bergairah, aku tidak mau makan, bahkan aku sulit tersenyum waktu itu. Aku hanya ingin dia meneleponku atau sekedar mengirim pesan tapi tidak mungkin itu hanya khayalanku saja.

Setelah sebulan berlalu, tak satupun telepon masuk atau sms. Hatiku hancur entah ini semua apa? Mungkinkah karma atau hanya kebetulan?

Ku berjalan menuju gerbang sekolah, dengan tatapan yang sedih aku melihat dia. Ya, Farhan dia tidak sendiri dia bersama wanita itu! Devi, aku ingat namanya satu sekolah denganku saat SMP!

Dengan beraninya aku menanyakan pada Devi.
“Kak Devi, Pacarnya kak Farhan?”
“Iya, kenapa?”
Deg! hatiku sakit bagai tersambar petir, aku kecewa aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Aku sungguh sakit mendengarnya!

Sejak saat itu, aku percaya karma itu ada, tepat waktu dan tidak salah jalan!

Aku tau, ini Karma!

Cerpen Karangan: Poppy Nurfarida
Facebook: Poppy (Mpy)
Nama: Poppy Nurfarida
TTL: Subang, 12 Agustus 1998
Email: poppynurfarida1[-at-]gmail.com

Cerpen Karma merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Hanya Tahu Namanya (Part 1)

Oleh:
Hujan baru saja reda. Genangan air hujan yang terdapat di beberapa titik jalanan kecil yang menghubungkan sekolah dengan halte itu terlihat semakin berkurang karena kecipak-kecipak dari langkah kaki murid-murid

Gara Gara Cicak

Oleh:
“Woy, Jadi gak ke rumah gue ntar siang?” Ucapku sambil sedikit teriak. “Iya dong, tentu saja. Ntar aku mau bawa Netbook ah, rumahmu ada wifi-nya kan?!” Ucap salah satu

Perpisahan Kita

Oleh:
Sebelum mentari beranjak dari peraduan, walau jam masih menunjukkan pukul 04:30 aku sudah terbangun dan melaksanakan sholat subuh dan memulai aktifitas seperti biasa. Selesai sholat aku mandi dan membantu

Alasan Sederhana

Oleh:
Semua berawal ketika aku diajak untuk menghadiri salah satu acara ulang tahun teman sekalasku, Ika. Aku merasa terkejut ketika Ika mengundangku ke acara ulang tahunnya, bagaimana tidak? Aku dan

Gamophobia

Oleh:
Tercium bau aroma terapy menyengat masuk ke dalam lubang hidungnya, namun ia terus berjalan mengikuti arahan kekasihnya, kemudian mereka berhenti dan membuka penutup mata yang kekasihnya kenakan pada Silvia,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *