Kepingan Puzzle

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Penyesalan, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 17 August 2013

Masa-masa SMA adalah masa-masa yang tidak terlupakan. Aku memiliki banyak teman, aku belajar banyak hal dan yang terpenting aku mengenalmu.
Aneh ya, kita tidak saling kenal, tapi sebenarnya kita saling kenal.
Awal pertama kali kita bertemu. Aku masih mengingatnya dengan jelas, dan akan mengingatnya sampai kapanpun. Saat kita berada di kantin, saat itu aku sedang bersenda gurau dengan temanku, sambil sesekali aku menyendok makanan yang ada di hadapanku. Aku tidak sadar bahwa ada yang memperhatikanku sejak lama, entah kenapa aku seperti tertarik ke arah tatapan itu, dan akhirnya kita saling bertatapan. Itu pertama kalinya kita saling melihat antara yang satu dengan yang lainnya. Pada saat itu, detik itu, Aku merasa ada yang aneh menjalar dalam dadaku ini.

Setelah peristiwa itu, aku merasa memiliki ikatan denganmu. Kata orang tidak ada yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi aku rasa kini aku sedang jatuh cinta pada pandangan pertama!

Sejak saat itu, kita selalu berkomunikasi lewat hati. Orang lain mungkin menganggapnya aneh, tapi toh kita berdua sangat menikmati hal ini.
Bertukar senyum saat berpapasan di sekolah, bertukar pandang saat berpapasan di kantin atau di koridor, aku mengikuti setiap kegiatannya, kapan dia berolahraga, dimana ia biasa berkumpul dengan teman-temannya. Jika aku rindu, aku akan langsung menuju tempatnya pada hari itu, dengan melihatnya tersenyum, mengusap peluhnya, melihat tatapannya, rinduku rasanya sudah terobati, percaya atau tidak, ya begitulah cara kami berdua berkomunikasi.

Kalian mungkin mengatakan sungguh cerita yang bodoh. Bagaimana seseorang bisa bertahan hanya dengan melihat seseorang yang disukainya tanpa mengobrol dengannya?
Aku pun tidak tahu, tapi aku akui aku memang bodoh, pada saat itu semua yang kulakukan memang terasa manis, tapi sekarang jika mengingat hal itu, tidak ada yang bisa kulakukan selain mengutuk diriku yang bodoh ini. Setelah perpisahan SMA, aku jadi benar-benar terpisah dengannya, tidak ada lagi alasan-alasan untuk bertemu, tidak ada lagi saat-saat aku berpapasan dengannya di koridor, tidak ada lagi waktu curi-curi pandang saat jam pelajaran olahraga. Semua tidak ada lagi, karena kami berdua benar-benar terpisah, dua anak manusia yang tidak saling mengenal benar-benar terpisah, buruknya, aku sangat mencintainya.
Mungkin tidak ada yang bisa mengerti perasaan ku ini, ya memang tidak perlu dimengerti. Cukup aku saja yang mengerti perasaan bodoh ini.

Salahkah jika aku jatuh cinta?
Jatuh cinta mungkin tidak salah, tetapi yang membuatnya salah adalah bahwa kebodohanmu dengan memendam perasaan itu dalam hatimu bertahun-tahun, dan tidak membiarkan seseorang yang kamu cintai itu mengetahui perasaanmu.
Ya, itu sebuah kesalahan yang fatal..

Bisakah aku memperbaikinya?
Bila mungkin aku ingin memperbaiki, tidak ada sesuatu yang tidak bisa diperbaiki kan? bahkan jam lama ku yang telah rusak saja bisa diperbaiki dengan mudah oleh tukang reparasi.
Tapi kabar buruknya, bagaimana cara ku memperbaikinya jika aku tidak bisa menemukan “jam” yang akan kuperbaiki.
Aku sudah mencari “jam” yang tepat ke seluruh pelosok tempat yang kuketahui, tapi aku tidak menemukan jam itu, mungkin dalam perjalananku aku banyak menemukan berbagai jam, tapi tetap saja itu bukan milikku. Aku ingin jam milikku, karena hanya jam itu yang bisa kuperbaiki.

Ketika pada saat yang tepat, saat aku menemukanmu, aku berjanji akan mengatakan segalanya, segalanya yang aku rasakan selama tiga tahun kita bersama, dan selama empat tahun setelahnya saat aku tidak pernah lupa akan dirimu sedetikpun…

Cerpen Karangan: Gemala Ranty
Blog: diarywortelina.blogspot.com

Cerpen Kepingan Puzzle merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lentera Hidayah

Oleh:
Ivan sedang duduk di kursi warung itu, sambil menghisap rok*k yang baru ia nyalakan. Kopi yang disuguhkan oleh pemilik warung kepadanya masih hangat. Sabagian teman-temannya yang juga berada di

Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki

Oleh:
Namaku Raina. Aku baru menduduki bangku SMa di sebuah sekolah yang terbilang favorit. Aku termasuk orang yang sederhana dan pendiam. Ya, begitulah yang kebanyakan teman-temanku bilang mengenai diriku. Saat

Pengorbanannya Tak Sia Sia

Oleh:
Namanya Dira Natania. Ia biasa dipanggil Natan. Natan termasuk orang miskin. Ia kelas V. Bersekolah di sekolah elit. Itu pun dengan beasiswa. Ia mempunyai sahabat sejati. Namanya Gabriella Hanifah/Abril,

Pengkhianat

Oleh:
Aku tak menyangka ini terjadi, aku tahu aku yang jahat, akulah yang bersalah, dan akulah setan antara hubungan sahabatku dengan pacarnya. Sahabatku maafkan aku jika aku telah merusak hubunganmu.

Am I Cinderella? (Part 1)

Oleh:
“Yosi bangunnnnn. Jam 6 lebih banyak banget nih. Kakak mau upacara. YOSI!… YOSI!…” “YOSIIIIII.” Teriakku sambil berjalan ke kamar. “KEBLUK! YOSI! Bangun! Jam 6 lebih nih kamu belum mandi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *