Keputusan Yang Salah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 27 November 2017

Hari ini aku benar-benar dikejutkan dengan keputusan orangtuaku yang mengharuskanku menerima orang yang tak pernah kusayang. Yitno dia adalah orang pilihan orangtuaku, baik memang tapi sejauh aku mengenalnya belum pernah ada sedikitpun rasa sayang yang timbul untuknya. Sejauh ini aku masih memilih arto, laki-laki yang aku kenal 2 tahun lalu di sebuah kota tempat aku menyelesaikan ahli madyaku.

Aku fitri seorang ahli madya farmasi yang sekarang masih dibingungkan dengan keputusan dengan siapa aku akan menjalani hidupku apakah dengan pilihan orangtuaku atau dengan orang yang kusayang.

Hari pertunangan telah ditentukan yaitu tepat di hari ulang tahunku tepatnya 3 minggu yang akan datang. Aku tak bisa diam saja aku harus memperjuangkan cintaku. Aku pun memutuskan untuk pergi ke kota tempatku kuliah dulu dengan alasan ada surat yang harus aku selesaikan. Orangtuaku menizinkan dengan syarat aku tak boleh lebih dari satu minggu di sana.

Waktu yang kutunggu tiba, hari ini aku berangkat ke kota tersebut. Sekitar 6 jam perjalanan aku sampai di ranah minang. Ya itulah sebutan untuk kota ini. Tak membuang buang waktu aku langsung menghampiri arto untuk sekedar melepas rindu karena kami memang sudah lama tak bertemu.

“Aku kangen banget sama kamu” tanpa malu-malu aku lontarkan kata-kata itu
“Aku juga kangen banget sama kamu” balas arto

Kami tengah asik menikati indahnya sunset di sore itu
“Tanggal 26 besok yitno akan ke rumah dengan keluarganya dia akan melamarku” ucapku lirih
“Aku sayang kamu fitri, aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku janji aku akan selesaikan dengan cepat kuliahku” ucapnya meyakinkanku
“Aku tak menuntutmu untuk cepat meminangku karena aku sendiri masih ingin menikmati masa mudaku” kataku lagi
“Apa harus aku menemui orangtuamu mengatakan bahwa aku akan meminangmu” tegasnya
“Jangan. Aku tak mau mereka malah mempercepat hari pernikahanku nanti”
“Lalu apa yang harus kita lakukan?”
“Aku tak tau. Aku sayang kamu” kataku
“Aku juga tak ingin kehilangan kamu” balasnya sambil menyandarkan kepalaku di pundaknya

Hari berlalu begitu cepat. Waktuku sudah habis untuk berada di kota ini tapi aku memilih untuk tetap di sini dan lari dari orangtuaku. Aku tak ingin menjalani hidup bersama yitno. Aku pun memutuskan semua komunikasi dengan keluargaku dan memilih arto dan tinggal di kota ini.

Hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku tak tau apa yang terjadi dengan orangtuaku dan juga pertunanganku yang sudah jelas batal karena aku tak ada di sana.

Malam ini arto dan aku berencana merayakan ulang tahunku di sebuah pulau bersama teman temanku dan juga teman teman arto.
Malam itu aku bahagia sekali bisa merayakan ulangtahunku bersama orang yang kusayang.

“Sayang aku boleh jujur?” Tanya arto padaku
“Apa itu sayang” tanyaku penasaran
“Waktu kita bertengkar dulu aku pernah dekat dengan cewek”
Deg… Rasanya darah di tubuhku berhenti mengalir
“Tapi hanya sebentar sayang aku tidak ada lagi berhubungan dengannya saat ini. Aku hanya terbawa emosi mendengar kamu akan ditunangkan dengan yitno” jelasnya lagi
Aku masih terdiam mendengar penjelasannya sambil menahan air mataku yang rasanya sudah penuh di kelopak mataku dan akan segera membanjiri pipiku

“Sayang aku janji aku gak akan main main dengan wanita manapun lagi. Aku sayang kamu” ucapnya lagi memohon sambil terus menggenggam tanganku
“Aku tak tau harus bagaimana lagi” jawabku lirih sambil melepaskan tanganku dari gengamannya

Aku mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas meja. Dia terus berusaha menjelaskan semuanya, meminta maaf atas semua kesalahannya. Sementara aku sibuk memeriksa ponselnya yang aku yakin pasti masih ada sisa sisa bukti yang ia sebutkan tadi.

Dan ternyata benar ada segelintir sms yang ia tujukan kepada seorang wanita dan itu bukan orang yang ia ceritakan melainkan wanita lain.

Aku tak banyak berkata aku langsung berdiri dan beranjak meninggalkan arto. Malam ini aku benar-benar menyesali keputusanku yang salah.

Cerpen Karangan: Fitri Dwi Rizki
Facebook: Fitri Dwi Rizki

Cerpen Keputusan Yang Salah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maniak Internet

Oleh:
“Ardan…! Makan dulu!” seru Ibu dari bawah. “Sebentar lagi bu. Lagi ada yang chatting-ngan sama Ardan!” seru Ardan lagi. Ardan adalah orang yang maniak internet. Sejak Ayahnya membeli komputer,

Kata Maaf Terakhir

Oleh:
Berkali-kali kusakiti hatinya, hingga air matanya mengering tak mampu menitikkan bulirnya lagi. Sejak usiaku belia hingga kini umurku 28 tahun, aku masih saja merepotkannya dengan pekerjaanku yang tak berguna.

Kotak Surat Darimu

Oleh:
Kasih, Setelah beberapa pekan kau diam membungkam dan mengacuhkanku dengan tidak menemuiku, ratusan panggilan tak terjawab di handphonemu bahkan pesan via sms dariku tak satu pun mendapat respon darimu.

Lelaki Penunggu Senja

Oleh:
Setelah berlabuh di penghujung jalan yang merindu, ada beberapa kenangan yang bersandar di pundaknya. 12 November 1995 Pukul 7:00 pagi, lelaki rembulan yang sederhana sedang menunggu kekasihnya. Namun, sampai

Love Season: Regret

Oleh:
Suatu pertemuan yang tak terduga Pada akhirnya akan menimbulkan suatu perpisahan Yang tak terduga pula. Aku berlari menyusuri etalase sebuah café. Sebuah café yang menjadi tempat favoritku di segala

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *