Ketika Cinta Membisu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 20 September 2016

Amsterdam menggigil pagi ini. Meskipun salju tidak menghujam kota besar Belanda dipagi ini, namun rasa dinginnya cukup mampu mengilukan tulang-tulangku. Aku menatap ke arah angkasa. Tiada burung yang beterbangan menjelajahi tiap-tiap gumpalan kapas yang terjejer berserakan menghiasi indahnya langit pagi kota Amsterdam. Biasanya serombongan merpati putih menemani pandanganku dibalik jendela kamar kos ini tiap pagi, sembari mendengarkan alunan lagu merdu ‘Someone Like You’ oleh Adele. Tapi, kali ini hanya bait-bait lagu itu yang ikut kusenandungkan dalam hati yang meriuhkan suasana pagiku hari ini.

Aku segera beranjak dari tempatku berdiam tadi. Jam dinding telah menunjukkan pukul 07.00 dan 30 menit lagi aku harus segera pergi menempa ilmu di Amsterdam of University. Jaket tebal dan sepatu boot telah melengkapi persiapanku. Mirip dengan Oh Ha Ni di serial Naughty Kiss walau dari segi paras, jauh berbeda. Berjalan kaki sudah umum dilakukan oleh mayoritas rakyat Amsterdam dan aku pun meniru aktivitas yang menyehatkan ini. 2 tahun telah aku lewati di Amsterdam tanpa asmara. Hanya materi yang terus memenuhi otakku dan bersarang disana.

Aku hanya memiliki seorang kawan dekat bernama Glenn. Bujang rupawan asli Amsterdam. Kulitnya putih, rambutnya lurus, dan berpostur tubuh tinggi. Glenn seorang yang humoris dan periang. Dia selalu mewarnai hari-hariku dengan segala lelucon yang ia tumpahkan padaku. Lambat laun, aku mulai menaruh hati padanya. Walau perasaan ini hanya diketahui oleh diriku dan Sang Khalik saja. Tiada hasrat dalam sanubariku untuk mengutarakan perasaanku pada Glenn. Akan sangat mustahil jika ia sampai memiliki rasa yang sama padaku. Aku hanyalah dara Indonesia yang tak lebih cantik dari dara-dara Amsterdam yang mampu menggoyahkan asmara yang bergejolak dalam hati Glenn.

Glenn memang tak pernah bercurhat tentang seorang wanita padaku. Setiap waktu di kampus, selalu kunikmati bersama Glenn. Bertahun-tahun pun tak terasa bagiku jika aku terus bersama Glenn. Kemana-mana kami selalu bersama. Setiap kali ia ingin membeli buku, nonton, atau sekedar makan dia selalu mengajakku. Jika orang-orang yang tak kenal kami, akan menduga bahwa kami ini adalah sepasang kekasih. Seperti kata orang Jawa dahulu, cinta itu akan tercipta dari kebiasaan. Aku telah terbiasa dengan Glenn dan aku juga larut dalam pemikiran orang Jawa dahulu.

Singkat cerita, 4 tahun telah aku lalui di negeri orang ini. Hiruk pikuk keramaian Amsterdam perlahan telah menyatu dalam jiwaku. Walaupan hanya berkisar 4 tahun, dengan kehadiran Glenn membuatnya semakin cepat berlalu. Sulit untuk kutinggalkan semua kenangan indah di kota yang indah ini pula. Kenangan di tempat-tempat yang biasa aku singgahi bersama Glenn seusai pulang kuliah. Di bangku taman kampus kini aku mengabadikan berbagai potretan diriku dan Glenn.
“Brione, Don’t forget me if you have come in Indonesia. You’ll be my best friendship forever.” kata Glenn ketika kami usai berfoto wisuda.
“Glenn, don’t worry. I don’t will forget you. Because I can’t do it.” jawabku. Tanpa sadar, butir-butir kristal jatuh dari pelupuk mataku membasahi kedua pipiku. Kami menangis.
“Brione, this is for you. Although you can’t come, but please you send me your pray. Good bye. Hope, we can meet anymore in the other time. In the one moment if I’ve alone and you also alone.” Begitulah kata-kata terakhirnya direngkuhannya.
Dia melepaskan rengkuhannya dan beranjak pergi tanpa menunggu jawabanku. Kata-katanya itu sulit untuk kucerna maknanya. Dia memberikan sebuah kertas yang mirip undangan berwarna merah hati. Di undangan itu tertulis untukku ‘Brione Sastrowardoyo’. Aku membuka isinya dan menyimpulkan bahwa kertas ini adalah sebuah undangan pernikahan. Disana tertulis juga ‘Glenn Oxfort & Ann Gloretha’. Dia akan menikah?
Tangisku pecah disaat itu juga. Diundangan itu juga terselip secarik kertas berwarna pink yang berisi tulisan dengan tinta ungu. Glenn menggunakan bahasa Inggris yang jika diterjemahkan isinya:

Untuk yang tersayang, Brione,
Brione, aku bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan kepadaku seorang dewi dari negeri lain untuk menemani sepinya hariku. 4 tahun kita menjalin persahabatan. Aku tidak tahu kenapa rasa ini begitu saja tumbuh. Pasti kau akan bingung kenapa aku menulis sepucuk surat ini. Setelah kau menerima undangan pernikahanku, aku tahu jika kau tidak bisa datang menghadirinya. Tidak masalah. Doamu akan mengiringi kepergianku dari kota Amsterdam menuju Chicago. Karena rumah Ann berada di Chicago. Aku tidak mencintai Ann sama sekali. Orangtuaku yang memaksakan kehendaknya. Aku sadar, selama ini aku punya banyak kesalahan terhadap mereka. Selaku putra tunggal, aku ingin membahagiakan mereka.
Aku menyimpan sebuah cinta untuk seorang gadis dari negeri Agraris. Gadis itu dirimu, Brione. Aku mencintaimu. Aku jatuh cinta akan sifatmu yang tak pernah kutemukan pada gadis manapun. Sayangnya, takdir tak menuliskan namamu untuk menjadi pendamping hidupku. Maka, aku berharap agar takdir Tuhan mempertemukan kita dilain waktu. Ketika aku telah sendiri dan kau juga sendiri. Aku tidak ingin tahu perasaanmu padaku. Jika kau telah mengetahui cintaku untukmu, itu sudah cukup bagiku. Brione, kau adalah gadis yang selalu membuatku merasa bahagia. Selamat tinggal Brione.
I LOVE YOU SO MUCH.
GLENN OXFORT

Tangisku kembali pecah. Tak tahu harus bicara apa dan berbuat apa. Ya Tuhan, betapa bodohnya aku. Aku sadar betapa sakitnya jika cinta kita hanya diam membisu. Mengapa dulu tidak Kau titiskan sebuah keberanian untuk mengutarakan perasaan ini pada Glenn, Ya Tuhan. Ternyata ia juga mencintaiku. Cintaku hanya diam membisu. Sekarang, aku tak boleh mengganggunya. 3 hari lagi dia akan melepas masa lajangnya. Aku hanya bisa berdoa agar setiap doa yang kau panjatkan pada Tuhan terkabul, Glenn

Aku akan pulang ke Indonesia dengan membawa bertumpuk luka yang kupendam selama di Amsterdam. Di kamar kos, aku kembali terduduk di balik jendela. Mendengarkan alunan lagu yang masih sama. Serombongan merpati putih berjejer diatas seutas kabel listrik. Ketika jingga menyebar diufuk barat, perlahan satu persatu merpati itu terbang mengepakkan sayapnya. Andai aku punya sayap, aku akan terbang seperti merpati itu. Mencari kebahagiaan di angkasa. Menjelajahi setiap gumpalan awan putih bagai kapas. Tapi, aku hanya manusia biasa yang selalu diberikan cobaan oleh Yang Maha Kuasa. Supaya aku menjadi seorang manusia yang tegar. Semoga kita dapat bertemu lagi, Glenn.

THE END

Cerpen Karangan: Fiodesta Defranclean Salsabila
Facebook: Fiodesta Defranclean Salsabila

Cerpen Ketika Cinta Membisu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kembar tak Harus Selalu Sama Ayah

Oleh:
Ayah… kami sama-sama anakmu… Ayah… kami ini saudara kembar… Tapi… kenapa ayah hanya menyayangi Chintia? Kenapa ayah? Kenapa engkau membedakan kasih sayang itu? Fikiranku selalu tertuju pada pertanyaan itu,

Kelilipan

Oleh:
Musim kemarau telah tiba, banyak debu yang berterbangan. Ini adalah bulan ketiga aku bersekolah di salah satu SMA di Pekanbaru ini. Aku pun berjalan menuju kantin bersama sahabat-sahabatku, Fatehha,

Karma Buaya Darat

Oleh:
Hiduplah kisah cinta antara Kia dan Lana mereka adalah remaja SMA, Kia yang duduk di bangku kelas 1 SMA dan Lana juga duduk di bangku kelas 1 SMA, mereka

Here (Part 1)

Oleh:
Beberapa buku berserakan di atas meja. Tugas-tugas terlantar, karena tak kunjung ku kerjakan. Kertas-kertas masih kosong, putih, dan bersih tanpa coretan. Yang ku pikirkan hanya seseorang yang saat ini

Kudoakan Yang Terbaik Untukmu

Oleh:
Aku memandang mentari senja di sebuah pelataran. Gedung kampus ini memang mengizinkan mahasiswanya untuk bersantai-santai di atap. Sehingga tempat ini menjadi salah satu tempat favorit bagi para muda-mudi yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *