Korban PHP

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 18 June 2018

“Kringg.. kringg.. kringg”
“Ah berisik! gak tau apa orang lagi mimpiin doi nembak, sialan lo jam beker” keluhku.

Yaps. namaku Mega safitri, biasa dipanggil mega. masih 14 tahun sih tapi kebanyakan pada manggil kakak. Kan kamvret!
singkat cerita. Hari ini gue ada les di sekolah, males banget. padahal kan ini hari minggu.

“Megaaa.. nggak liat jam atau gimana? cepet bangun! Ada temen nungguin noh di depan” Teriak emak gue. “Siapa mak? tumben ada yang jemput?” ucapku langsung bangkit dari kamar. “Mandi aja dulu. baru nanya! udah cepet!”
“Ah emak, baru bangun udah diomelin. Segini anaknya cantik juga masih aja diomelin” gerutuku dalam hati.

Deg! Kaget banget anjay. ternyata yang nungguin gue mantan gue sendiri.
“Loh Reno?”
“Eh iya meg, udah siap?” tanyanya
“Ssi.. siap? siap ke mana?” bales gue gugup. yaiyalah tumben banget dia ke sini.
“Ke sekolah lah. Ya sengaja gue ke sini mau bareng aja gitu berangkat sekolahnya bareng lo” simple. kaya nggak ada salah!
“Oh ya udah ayo berangkat”

Di perjalanan..
“Ren”
“Iya kenapa meg?”
“Kok lo tumben jemput gue? kan gue bisa berangkat sendiri”
“Emang kenapa? nggak boleh? sebenernya gue juga pengen ngomong sesuatu ke elo sih”
“Ngomong apaan?”
Batin gue deg degan ya ampun. kira kira dia mau ngomong apaan yah? masa iya dia ngajak balikan, tapi kalo dia ngajak balikan gue terima gak ya. haha

“Jadi gini..” ucap dia sambil markirin sepeda motornya.
“Gimana?”
“Sebenernya aku masih sayang sama kamu meg. cuma aku malu aja ngomongnya. kan aku yang sia siain kamu selama ini.” jelas dia
“Oh hehe. Gimana ya Ren. Ya sebenernya gue juga masih sayang sama lo” plak! kok bisa gue ngomong gitu
“Beneran? jadi lo mau ngulang semua dari awal?”
“Tapi maaf ya Ren, gue juga udah terlanjur cinta sama sahabat lo”
“Riyan?”
“Iya, oh ya. gue duluan yah. nanti gue telat. gue naik angkot aja deh. bye ren” pamitku. Mampus mampus mampus! lo gimana sih meg? kok nolak dia. kan riyan belum tentu nerima lo

Di kelas
“Meg. kantin yok” ajak shinta temen sebangku gue yang kebetulan dia tetangga Riyan. Gebetan gue.
“Nggak ah males”
“Oh ya udah”

“Eh shin. lu tau nggak kabar Riyan gimana?”
“Riyan tetangga gue?”
“Iya, dia ke mana? kok jarang sms gue yah”
“Riyan mah udah punya pacar kali”
“Hah serius lo? demi apa?” deg! hati gue serasa tersambar petir
“Yaelah. dia jadian sama anak IPA kelas sebelah udah 1 tahun kali” terangnya
“Oh ya udah shin makasih infonya”

Riyan kok tega ya? kenapa dia deketin gue kalo akhirnya dia cuma jadiin gue obat kesepian dia?

Di perpustakaan nggak sengaja ngelihat Riyan sama si Mawar anak IPA sebelah. Terpaksa gue samperin demi tau kebenaran
“Riyan?”
“Loh Mega? Hei apa kabar?” sapa dia. senyumnya ya allah manis. Manis banget.
“Baik. oh ya BTW dia siapa?” tanya gue pura pura nggak tau
“Ini Mawar, dia pacar gue meg”
“Hah pacar? kok lo nggak pernah cerita ke gue?”
“Gimana mau cerita? kan kamu selalu baper. mau cerita juga jatuhnya malah nggak tega. maaf yah meg” Ia pun berlalu.

Jujur ini sakit! sudah kesekian kalinya gue jadi korban php. harusnya tadi gue nerima si RENO. Ah ternyata penyesalan memang ada di akhir

Cerpen Karangan: Mega Safitri
Blog / Facebook: Mega Safitrii
Hae namaku Mega Safitri. Follow my IG @megasafitri11 thx

Cerpen Korban PHP merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Megalomania

Oleh:
Semua orang itu bodoh. Mereka tidak tahu apa-apa dan mereka sukanya menilai orang. Mereka tidak tahu apa-apa tentangku dan mereka sudah membenciku. Kecuali dia. Jessica, dia adalah segalanya bagiku.

Karena Iklan

Oleh:
“Fitri!” panggil Dinda ketika baru saja tiba di sekolah. Fitri yang baru saja memarkir sepedanya langsung menoleh. Di kejauhan, Dinda melambaikan tangan. “Ada apa?” tanya Fitri setibanya di hadapan

Malam Sepi

Oleh:
Di suatu malam yang sepi, terjadi hujan lebat yang mengguyur sepanjang waktu, tak pernah terdengar suara-suara dirinya yang begitu merdu. Bayangannya yang terus menari nari di pikiranku, membuat diriku

Waiting To Lose (Part 1)

Oleh:
Setiap kali waktu mempertemukan Edo dan Emily. Setiap kali mereka dihadapkan pada sebuah keputusan, hal itu semakin buram dan kelabu. Dua orang yang saling mencintai namun tak pernah ingin

Eccedentesiast

Oleh:
‘biarkan aku mencintaimu dengan caraku sendiri. Ungkapkan segala apa yang kurasa dengan kata-kata, supaya tak habis kau baca jka suatu saat kita tak lagi bersama. Sebab ku tau memoriku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *