Maafkan Aku Anggi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 20 August 2018

“Aku suka sama kamu” kata Anggi.
“Apa? Kamu suka sama aku? Pikir deh! Kamu itu gendut! Mana mau aku sama kamu!” bentak adi.

Dia sebenarnya gadis yang baik, cantik dan imut, tetapi semua orang jarang yang suka padanya karena hanya tubuhnya yang sedikit gemuk. Namanya Anggi, umur 20 tahun, ia diterima di universitas ternama di indonesia. Ia juga menyukai laki-laki yang seumuran denganya. Namanya Adi. Adi adalah anak yang tampan, pintar, tapi satu kekurangannya, Adi adalah anak yang sombong. Tapi hal itu tidak mematahkan semangat Anggi untuk mendapatkannya.

Pagi ini, adalah pagi yang cerah, Anggi bangun pagi, bersiap-siap dan langsung pergi kuliah. Dia selalu menyempatkan untuk mencari Adi, hanya untuk memberikan sebuah senyuman. Walaupun senyuman itu tidak pernah dibalas oleh Adi.

Siang itu, Anggi bertekad mengungkapkan perasaannya ke Adi. Saat Anggi bertemu Adi, “Aku suka sama kamu!” kata Anggi. “Apa? Kamu suka sama aku? Pikir deh! Kamu itu gendut! Mana mau aku sama kamu!” kata adi. Saat itu juga Anggi merasa kecewa ia pergi keluar kampus dan menyeberang jalan.

Tapi, karena Anggi tidak melihat, ia tertabrak mobil dan ia hampir sekarat. Dan saat itu juga Adi menghampir Anggi, dan ia berkata “Maafkan aku Anggi!”. “Sudahlah, tidak apa apa kok, maafin aku ya, aku sudah bikin kamu marah. Jaga diri baik-baik ya. Aku gak pengen apa-apa. Aku hanya ingin kamu.”

Saat itu juga Anggi menghembuskan nafas terakhir. Adi sangat menyesal, Adi berteriak sambil menangis, ia mengatakan “Maafkan Aku Anggi”.

Cerpen Karangan: Seftia Anggari
Facebook: Sftiaa Anggari
Hai! Ingin tau siapa yang tulis cerpen ini? Lihat facebooknya Sftiaa Anggari.

Cerpen Maafkan Aku Anggi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hingga Napas Ini Habis

Oleh:
“Kita pernah coba hempas, kita pernah coba lawan, kita pernah coba melupakan rasa yang menghadang. Kau bilang perbedaan ini bagaikan jurang pemisah maka biarkan aku menyeberang dan coba berjuang.

Bukan Milikku

Oleh:
“Hai” Raya membalik tubuhnya menghadap orang yang baru saja menyapnya. Senyuman manis terukir di wajah gadis manis itu saat tahu siapa yang berdiri di belakangnya “Nata” Raya langsung memeluk

Di Balik Embun Pagi

Oleh:
Budi keluar rumah merasakan dinginya embun pagi dan Budi melihat seorang wanita di pinggir jalan sedang kedinginan, karena iba Budi pun menghampiri wanita itu. “Ayo ke rumahku di sini

Kau dan Keajaiban Kecilmu

Oleh:
Matahari sudah mulai menampakan wajahnya di jagat raya, pukul 05.00 alarm jamku pun berbunyi sehingga membangunkan tidurku yang nyenyak. Hari ini adalah hari yang sangat kunantikan karena hari ini

Terima Kasih

Oleh:
“Heena.. Heena..” Dinda memanggilku dari balik pagar. “Iya sebentar.” Jawabku keras. Seperti biasa setiap pagi Dinda selalu menghampiriku untuk berangkat ke sekolah bersama. “Hai…” Sapa seseorang pada kami, kami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *