Maafkan Aku Nanda

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 9 January 2017

“Gua gak butuh penjelasan lo, Nda! Gua tahu lo udah menduakan gua dengan sahabat gua sendiri kan!” Ujarku ketus saat Nanda memberiku penjelasan. “Maaf za, Nisa itu sepupuku. Jadi aku harap kam-” “Ah gua gak percaya!” sahutku sambil berlalu dari hadapan Nanda. Nanda hanya menatap terpaku hingga aku keluar taman.

Jam menunjukkan pukul 08.25. Aku baru saja bangun dari tidur lelapku. Aku langsung bergegas menuju kamar mandi. Setelah aku berpakaian rapi, aku langsung menuju ruang makan. Ternyata, disana telah ada mama dan papaku yang telah menanti kehadiranku. Aku menyapa kedua orangtuaku. Setelah itu aku langsung mengambil roti dan kuolesi selai keju. Papa yang mencurigai keadaanku kurang semangat itu langsung angkat bicara “Za, kamu kenapa? sepertinya tidak seperti biasa cerewet mulu.” “Ah papa bisa aja” kataku tertawa getir.

Setelah selesai makan, aku langsung berpamitan akan sekolah. Aku biasanya berangkat sekolah dengan Nisa, tetapi aku memilih berjalan sendirian karena aku masih sebel sama dia.

Setelah sampai di sekolah, aku mendapati bangku Nanda kosong “Ah mungkin masih shock dengan yang kemarin” gumanku

Tiga hari terlampaui, sosok Nanda bagai ditelan bumi. Aku mulai curiga dan bertanya dengan Abel
“Bel, lo tau kagak, kenapa Nanda kagak berangkat sekolah beberapa hari ni?”
“Hum… Sebenarnya gua berat mau kasih tau ke elo, Aza” kata Abel gusar
“Udah deh Bel, kasih tau gua!” kataku memaksa
“Nanda… Nanda udah meninggal dua hari lalu, Za.. Sebelumya penyakitnya kambuh. Asal tau Za, Nanda punya penyakit kanker darah stadium akhir.. Gua kagak berani ngatain ini sebelumnya sama lo, dan mungkin saat ini udah tepat” Jelas Abel panjang lebar
“Oh ya, ni ada surat dari Nanda buat lo. Nanda harap lo bisa tegar nerina semua keadaan” sambung Abel dan berlalu dari kehadapanku.

Aku pun membuka surat itu dengan hati berdebar debar.

Dari: Nanda
Untuk: Aza

Hi Aza, apa kabar? Aku harap kamu baik baik saja ya disana. Maaf za aku baru bisa kasih tau kamu sekarang soal penyakitku karena aku tak tega melihaymu sedih.. Jika kamu bahagia aku juga akan bahagia. Oh ya, Nisa itu sebenarnya sepupuku. Dia datang menemuiku di taman itu hanya untuk menjengukku terakhir kalinya. Udahan ya Za, aku harap kamu bisa tegar. Salam bahagia dari alam berbeda… Daah!

“Nanda… Maafkan aku!!!”

Kini, aku pun duduk berlutut di depan makam Nanda. Aku mendekatkan wajahku sambil berbisik “Nanda, maafkan aku perbuatanku pekan lalu. Aku bersumpah, aku akan selalu mengenang namamu sampai ku menutup mata…” Lalu ku tertidur di samping makam Nanda.

Jangan sia siain orang yang tulus mencintaimu. Kamu gak ngerti dia jauhin banyak orang cuma buat ngedapetin kamu

END

Cerpen Karangan: Rahma Nur Azzahra
Facebook: Rahma Azzahra
Hai Aku Rahma Nur Azzahra kalian boleh panggil aku Aza… Makasih ya udah mau mampir ke cerpenku.. Semangat terus buat baca cerpen! Good luck today!!!

Cerpen Maafkan Aku Nanda merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kosong

Oleh:
Aku kembali lagi hari ini, nikita. Di sudut kamar kecilku, kupandangi jarum jam di dinding itu. perlahan kuputar jarum kecil itu melawan takdirnya kebeberapa ribu jam yang lalu, dan

Kasih Sekejap Mata

Oleh:
Setelah lebih dari 14 tahun aku hidup bertetangga dengannya. Genap 3 tahun sudah dia meninggalkanku. Ya saat itu aku duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Pertama. Saat terakhir

Resume

Oleh:
Seorang remaja berlari menuju gerbang sekolah yang sudah ditutup 30 menit yang lalu. Melissa, gadis umur 16 tahun. Gadis yang lugu dan manis keturunan China-Jawa. Ia kebingungan dan panik.

Kakak Sayangi Aku

Oleh:
Suara dentingan sendok makan mewarnai suasana pagi ini, menjelang berangkat ke sekolah aku telah terbiasa selalu sarapan. “Ibu, aku berangkat.” Itu suara kak Indra membuatku harus cepat-cepat menyelesaikan sarapanku.

Titipan kenangan

Oleh:
Angin merengkuhkan rasa gundahnya. Mengumpalkan perasaan itu ke semua orang yang menghirupnya. Sukses! Angin membuat hati ini begitu pekik terhadap suasana. Dengan gumpalan udara yang tak begitu bersih aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *