Maafkan Aku Vino

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 30 August 2013

“Kenapa sih lo itu gak pernah bisa jauhin gue? Sehari aja, lo gak deketin gue!”, teriak Alya “Gimana gue bisa jauhin lo Al, dari kecil kita emang dijodohin. Jadi gue minta lo terima kenyataan ini”, balas Vino “Iya gue tau kita emang dijodohin dari kecil, tapi please gue pengen ngedeketin cowok idaman gue, jadi mulai sekarang lo jauhin gue!! Please Vin!”, bentak Alya “Oke, kalo itu emang mau lo Al, gue akan jauhin lo. Tapi gak apa-apa kan kalau gue masih sering nyapa lo di kelas?”, tanya Vino “Terserah lo. Yang penting lo gak deket-deket sama gue lagi”, jawab Alya dengan cuek “Makasih banyak Al, semoga lo senang dengan kenyataan ini”

Vino selalu mendekati Alya sejak SD, Alya dan Vino memang dijodohin sejak kecil. Tetapi Alya tidak pernah menerima kenyataan. Setelah lulus dari SMP pun, Vino masih mendekati Alya, walaupun Alya berkali-kali menolak cinta Vino. Vino juga tak pernah putus asa. Ia tetap pantang menyerah menghadapi keegoisan Alya… “Ada masalah apa lagi lo sama Vino, Al?”, tanya Azki, sahabat Alya “Biasa lah, dia emang gak pernah nyerah ngejer-ngejer gue. Gue benci banget sama Vino itu”, ujar Alya “Jangan ngomong gitu Al, coba sih lo terima si Vino seminggu aja, abis itu lo putusin dia” “Ogah amat, mending gue pacaran sama monyet daripada sama Vino” “Beneran ya! Gue catet tuh omongan lo tadi, ntar kalo ketemu monyet, lo harus cium terus pacarin tuh monyet”, gumam Azki sambil tertawa “Yeah, terserah lo deh. Eh liat geh, ada pangeran idaman gue tuh”, bisik Alya sambil menunjuk ke laki-laki idamannya “Haha, ngarep banget sih lo pacaran sama Alex, Siska yang cantik aja ditolak sama Alex, apalagi lo yang gak ada apa-apanya! Hahaha” balas Azki dengan senyum mengejek “Ih, apaan sih lo. Siapa tau kalo gue berpenampilan cantik di depan dia, hatinya langsung tersentuh. Haha” harap Alya

Obrolan mereka terputus setelah Alya melihat Alex, pria yang diimpi-impikannya sejak SMP. Alya pun langsung menyapa dan mendekati Alex… “Hai Alex, darimana aja?”, sapa Alya “Eh Alya, hai juga.. Aku dari kantin habis cari makanan”, jawab Alex “Oh gitu, kok gak ngajak-ngajak aku sih?”, tanya Alya lagi “Ih, PD amat sih lo”, bisik Azki yang berada tepat di samping Alya “Gue kan cari perhatian dari Alex. Udahlah, gak usah ganggu gue. Mendingan lo duduk aja sana”, bisik Alya “Ya udah deh gue duduk”, kata Azki sambil berjalan ke tempat duduk nya “Eh maaf ya, tadi Aku kesananya bareng Kayla, jadi Aku pikir gak usah ngajak siapa-siapa lagi”, ucap Alex “Cieee akrab yaa sama Kayla. Kamu suka sama Kayla ya?” balas Alya sambil iri “Aku juga gak tau Al, setiap deket-deket sama dia, hati ku langsung deg-degan gitu”, jawab Alex

Sebenarnya Alya tidak terima jikalau si Alex harus jadian sama Kayla, tapi Alex memang tidak tau kalau si Alya suka sama dia.

Saat pulang sekolah… “Lex, pulang bareng yuk!”, ajak Alya “E..ee.. Maaf, aku udah janji sama Kayla, kami mau ke cafe land”, tolak Alex “Hmm, ya udah deh. Lain kali aja ya Lex”, ujar Alya dengan malas

Setelah Alya mengajak Alex pulang bersama, tetapi Alex menolak. Hati Alya memang sangat sakit. Tetapi dia sadar, dia memang bukan siapa-siapa nya Alex. “Al, lo kenapa? Sakit ya? Kok pucat gitu sih?”, tanya Azki yang melihat wajah Alya sangat pucat “Eh, gue.. gue gak apa-apa kok. Pulang yuk! Badan gue kayanya gak enak gitu”, jawab Alya “Oke, tapi setelah sampai rumah, lo langsung minum obat ya?, peringat Azki “Iyaa az”

Sesampainya di rumah… “Duh, badan ku sakit panas banget, padahal udah minum obat”, ucap Alya dalam hati “Loh Alya, kamu kenapa? Kok kayaknya lemes amat?”, tanya bi Lia, pembantu setia di rumah Alya “Aku cuma ga enak badan aja”, jawab Alya “Oh, udah minum obat belum Al?” tanya bi Lia lagi “Udah bi, tapi kok panasnya gak turun-turun ya bi?, balas Alya berbalik tanya “Bibi juga kurang tau, sekarang kamu tiduran aja dulu, nanti bibi buatin masakan kesukaan kamu deh. Siapa tau abis makan kamu langsung sembuh”, jawab bibi sembari tersenyum ramah “Ih bibi, bisa aja deh”

Esoknya.. “Alya!”, panggil Vino “Eh Vino. Kenapa Vin?”, jawab Alya dengan cuek “Kata bi Lia, lo lagi sakit ya Al?, tanya Vino “Iya” balas Alya “Alya, lo udah sembuh belum?”, tanya Azki yang tia-iba datang “Udah agak baikan kok, kenapa memangnya?” “Gak apa-apa kok, kayanya lo lemas banget Al. Lo pulang aja ya, nanti lo makin sakit lagi” “Iya, tapi lo anterin gua ya Az? Gue takut pingsan di jalan”, pinta Alya “Maaf ya Al, gue gak bisa. Gue ada tugas dari bu Dea, lo sama Vino aja ya?”, ujar Azki Vino pun datang.. “Lo anterin Alya pulang ya Vin, gue gak bisa nganterin. Soalnya gue dapat tugas dari bu Dea”, pinta Azki “Oke, kebetulan gue juga lagi gak ada kerjaan”

Di rumah Alya… “Makasih ya udah nganterin gue”, ucap Alya “Iya, sama-sama Al. Walaupun lo benci sama gue, gue akan berusaha baik sama lo”, sahut Vino “Ya, sekarang lo balik geh ke sekolah”, perintah Alya “Iya Al, cepat sembuh ya”, kata Vino sambil menghela napas

2 hari kemudian, Alya sudah sembuh. Tetapi Alya belum sekolah hari ini, dia memutuskan untuk berjalan-jalan ke taman dekat rumahnya sambil mencari udara segar. Tetapi betapa kaget nya Alya yang melihat Vino dan Kayla yang sedang berduaan di taman.. “Itu kan Vino dan Kayla, ternyata mereka udah jadian ya”, ucap Alya dalam hati sambil menahan tangis Setelah melihat kejadian itu, kepala Alya terasa pusing, akhirnya dia pulang ke rumah sambil menahan tangis. Mama Alya yang melihat Alya menangis langsung mendekati Alya… “Alya, kamu kenapa nak? Kok nangis gitu? Ada masalah apa? Cerita donk sama mama, kali aja mama bisa bantu”, tanya Mama alya dengan wajah bingung “Biasa ma, masalah pribadi”, jawab Alya sambil menahan tangis “Tapi kamu gak apa-apa kan Al?”, tanya Mama Alya “Iya ma, aku gak apa-apa”

Esoknya Alya pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan dirinya.. “Alya, sepertinya penyakit kamu sangat parah”, sahut dokter itu “Ma.. maksud dokter, aku sakit apa?”, tanya Alya yang sangat penasaran “Hati kamu sudah tidak berfungsi lagi, mungkin hanya beberapa minggu lagi kesempatan kamu untuk hidup di bumi ini”, jelas dokter “A..aaa…apaa dokter?”, kata Alya sambil menahan tangis “Kamu harus secepatnya melakukan cangkok hati, karena kalau tidak, nyawa kamu semakin terancam” “Apakah tidak ada cara lain?” “Hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan mu”
Alya menghela napas, ia sangat sedih setelah mendengar kenyataan bahwa hatinya tidak berfungsi normal lagi..

Vino yang mendengar bahwa Alya sakit parah langsung terkejut, akhirnya ia berjanji akan mendonorkan hati nya untuk Alya, dan tanpa Alya ketahui. Vino pergi kerumah sakit dan menemui dokter langganan Alya…

3 hari kemudian.. “Alya, ada seseorang yang ingin mendonorkan hatinya untukmu, tetapi ia tidak mau kau tahu namanya”, kata dokter “Alhamdulillah jika memang ada orang yang ingin mendonorkan hatinya untukku, jadi kapan operasi itu dilakukan dok?”, tanya Alya “Secepatnya, InsyaAllah besok operasi nya sudah bisa dilakukan”

Esoknya, operasi cangkok hati pun dilakukan.. Setelah selesai operasi, rencananya Alya akan mengunjungi rumah Vino untuk meminya maaf atas kesalahannya selama ini, tetapi betapa terkejutnya Alya saat melihat bendera kuning terpasang disana. Ia langsung menemui tante Anna, mama Vino.. “Tante, siapa yang meninggal?”, tanya Alya pada tante Anna yang matanya sembab oleh air mata “Yang me.. meninggal itu Vino nak”, ujar tante Anna sembari mengusap kedua matanya “Ap.. apa tante? Vi.. Vino meninggal? Dia meninggal kenapa te?”, tanya Alya yang matanya mulai basah setelah mendengar ucapan itu “Dia meninggal karena dia gak punya kesempatan untuk hidup lagi”, tutur tante Anna “Maksud tante?” ujar Alya linglung “Dia udah donorin hatinya untuk kamu, Alya”, kata tante Anna yang mencoba untuk tersenyum dalam kesedihan “Jadi yang donorin hati untuk aku itu, Vino tante?”, sahut Alya terkejut “Iya nak, dia emang gak mau kasih tau ke kamu. Oh iya, ini ada surat untuk kamu dari Vino. Dia nulis surat ini sebelum dia pergi nak”, tutur tante Anna sembari menyerahkan amplop berwarna ungu kesukaan Alya

Alya pun langsung membaca sedikit demi sedikit kalimat yang tertuliskan dalam surat itu..

Hai Al, gimana lo udah agak baikan kan? Maaf ya, gue harus pergi selama-lamanya, ninggalin lo yang belum sempat maafin gue. Tapi sekarang lo mau kan Al maafin gue? Please, gue cinta banget sama lo, gue cinta sama lo melebihi cinta gue ke diri gue sendiri. Tapi lo pasti gak bisa cinta sama gue kan? Gue tau kok, lo emang gak mau kalau kita deket, tapi setiap gue deket sama lo. Hati gue merasa senang banget walaupun lo selalu cuek sama gue semoga lo bisa selalu inget sama gue, kenang-kenangan kita saat kecil. Yeah, gue emang gak bisa lupain itu titip salam ya buat tante Gita, om Rudy dan bi Lia yang selalu buat kita ketawa. Good bye my lover. I always love you, until whenever

Entah penyesalan apa yang dirasakan oleh Alya, ia tidak pernah mengira jikalau Vino rela mendonorkan hatinya untuk Alya. Ia kemudian memandang langit biru dan membayangkan wajah Vino yang tersenyum senang menatap Alya… “Good bye too, Vino. I can’t forget you, and i will love you too. Always and forever. Sampai gue nyusul lo untuk pergi selama-lamanya”, ungkap Alya dalam hati

Esoknya Alya memulai hidup baru, suasana baru dan senyum baru. Semua itu ia lakukan hanya untuk Vino seorang..

THE END

Cerpen Karangan: Salwa Salsabila Rahman
Blog: salwasalsabilarahman.blogspot.com

Cerpen Maafkan Aku Vino merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dermaga Tua

Oleh:
Dingin sekali.. rasa-rasanya melebihi dingginnya puncak Gunung Sindoro yang pernah kudaki dulu, Bukan… bukan cuacanya, lebih tepat ke hati dan rasa ini yang dingin, kaku, seperti tidak tau mau

Senyuman Pertama dan Terakhir Fyan

Oleh:
Dengan nafas yang terengah-engah setelah berlari-lari untuk menuju musola untuk melaksanakan shalat zuhur dengan temanku. Aku terhenti saat ku melihat seseorang yang turun dari sebuah kendaraan beroda dua yang

Penyesalan 5 Orang Anak

Oleh:
Di sebuah daerah bernama desa Mori-mori yang dikelilingi sungai-sungai panjang nan luas dan daratan yang hanya separuhnya hiduplah sekelompok anak yang berteman. Mereka adalah Adi, Dodi, Nina dan Roni.

Hujan Musim Semi

Oleh:
Hujan masih mengucur deras. Baru beberapa menit aku duduk di kursi ini. Memandangi tetes-tetes hujan yang tak berhenti. Sekolah berakhir setengah jam yang lalu. Aku enggan beranjak dari ruang

In O2SN Semarang

Oleh:
Selasa, 14 Mei – Jum’at 17 Mei 2013 di Semarang O2SN kepanjangan dari Olimpiade Olahraga Siswa Nasional. Peserta O2SN terdiri para juara 1, atau wakil dari masing masing karesidenan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *