Mantan Terindah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 March 2014

Pagi pun datang diriku telah terbangun dari alam mimpiku, namun tak seperti biasanya dalam benakku, ada sesuatu yang mengganjal di hati ini, entah kenapa yang terjadi namun, aku mencoba mencari tahu.

Ternyata tepat hari ini adalah hari jadian ku dengan mantan terindahku. Tak terasa hampir 1 tahun hubunganku telah berakhir dengannya, walau aku tak tahu apa penyebab sebenarnya ia mengakhiri hubungan ini. Sejenak terdiam tiba-tiba anganku kembali ke masa lalu saat ku denganmu, terasa sangat indah saat dengannya layaknya dunia milik berdua. Sedang indah indahnya membayangkan masa lalu tiba-tiba terdengar seruan “cepat bangun waktunya sekolah” arggghh hancur semua.

Setelah selesai bersiap dan pergi ke sekolah aku pun tiba di sekolah, sesampainya di kelas karena masih belum masuk KBM aku kembali melamun dan mengingat kembali dia, namun saat ini aku mengingat saat ada seseorang yang mendekatinya setelah beberapa waktu putus denganku, saat itu di sekolah teman ku berkata “hey si itu (dia) lagi nyanyi bareng sama kakak kelas itu, memang lagi deket tuh mereka berdua” di saat itulah hatiku terasa hancur betapa tidak karena perkataan temanku itu dibenarkan oleh banyak orang, hati ini seolah ingin berontak namun ku sadar bahwa aku bukan siapa siapanya lagi dan aku tidak punya hak melarang mereka. Setelah kejadian itu aku mulai menjauh darinya dan membecinya. Hati mana yang tak hancur melihat orang yang kita sayangi dengan orang lain.

Tak lama bel mulai KBM terdengar aku segera berhenti melamun dan mulai menyiapkan buku pelajaran, saatnya waktu istirahat aku dan teman temanku bergegas menuju kantin namun saat di jalan menuju kantin ku bertemu dengannya yang juga akan menuju kantin, aku mencoba menyapanya namun aku bukanlah cowok yang gampang melakukan itu, aku hanyalah cowok yang pemalu di hadapan cewek karena itu aku mengurungkan niatku namun aku hanya memandangnya dari kejahuan tanpa sepatah kata pun keluar untuk menyapanya. Lalu ku meneruskan langkahku untuk ke kantin, selesainya dari kantin aku langsung masuk kelas kembali dan mengikuti KBM hingga waktunya pulang sekolah.

Sesampainya di rumah aku pun kembali melamun tentangnya dimana saat setelah ku telah membencinya dan menjauh darinya, entah kenapa tangan ini mencoba meraih benda kecil yang bernama handphone untuk mencoba meng-invite no pinnya dan menuliskan kata “aku kangen kamu” namun sebelum aku mengirimkan kata handphone ku bunyi, ternyata ada pesan dari sahabatnya yang mengatakan “hey, mau lihat gak si (dia) ngirim bm ke gw gini” dan sahabatnya berkata dia tidak berpacaran dengan orang yang waktu itu nyanyi di depan kelasnya dengan dia. tak lama muncul sebuah screenshot pesan antara dia dengan sahabatnya tersebut. Disana dia menulis “eh bilangin dong ke si (aku) I Miss You” saat itu juga aku langsung meminta no pinnya pada sahabatnya itu dan aku memulai duluan untuk mengantarkan kata “maafin aku ya udah ngejauh” dia pun membalas “iya aku juga minta maaf ya udah delete kontak kamu” aku pun membalas pesan itu dengan kata “kangen” dan dia membalas “Sama” saat itu komunikasi mulai membaik kembali dengannya, sampai hari ulang tahunku dia mengirim gambar dia dengan tulisan “Selamat Ulang Tahun” di tangannya aku pun mengucapkan terimakasih sebanyak banyaknya kepada dia, dan saat ku membalas pesan yang masuk di hp ku, ku melihat ia membuat status di profile messenger “I will never stop loving you” kata itu adalah kata yang selalu aku ucapkan dan dia ucapkan melalui handphone ketika aku atau dia akan tidur. Dan sebaliknya pada saat hari ulang tahunnya aku datang menuju rumahnya dengan 1 sahabatnya dan 1 sahabatku sambil membawa kue ulang tahun, kado dan bunga mawar merah untuknya, lucunya di jalan menuju rumahnya tetangga rumahnya pada keluar heran lihat anak sma bertiga bawa kue malam malam, karena hal itu aku merasakan malu yang teramat sangat.

Aku pun memanggilnya dari luar rumahnya tak lama dia keluar dari rumahnya dengan muka yang terlihat ngantuk dia berkata “ada apa ini?” aku pun langsung memberikan kue ulang tahunnya dengan kata “nih” sambil menahan malu kemudian aku memberikan bunga kepadanya. Dia pun suka dengan kejutan itu. Aku dan dia mulai kembali dekat hingga saatnya ku menyatakan cinta kembali padanya, “namun ia berkata bentar ya aku pikir pikir dulu” aku yang terbakar api cinta melakukan hal bodoh yaitu berkata “kenapa gak jawab sekarang aja sih” ia pun membalas “ya udah aku engga mau!” aku tanya dia “kenapa?” dia pun berkata “padahal kalau kamu mau sabar aku nerima kamu jadi pacar aku lagi, tapi karena kamu gitu aku gak mau!” arrrgh bodohnya diriku ini! Menyianyiakan kesempatan itu, semenjak itu aku dan dia kembali menjauh sampai aku tahu dia telah menjalin hubungan dengan orang lain yang sampai saat ini masih berpacaran denganya, dan aku mulai menjauh dan tak mau lagi mendekatinya kembali.

Namun dari semua itu aku belajar bahwa apapun yang dilakukan tergesa gesa tak akan berjalan dengan baik dan penyesalan itu pasti akan terjadi di akhir tidak akan mungkin di awal. Aku pun melanjutkan kembali hidup ini tanpa ada rasa sedih lagi karena telah mengikhlaskan semua itu, terimakasih untuk pengalaman ini.

Cerpen Karangan: Helmy Yohanes
Facebook: Helmy Yohanes
Saya pelajar SMA di sebuah kota di jawa barat yaitu karawang, dan cerpenku ini berdasarkan kisah cinta pribadiku

Cerpen Mantan Terindah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Akan Belajar Mencintai Dirimu

Oleh:
Seorang gadis melangkahkan kakinya di lorong kelas 11 MIPA, saat ini ia menuju ke kelas barunya 11 MIPA 3. Terlihat dalam kelas para siswa dan siswi tengah bercengkerama satu

Complicated

Oleh:
“hei tenang, kalau boleh aku bicara, ya… Kamu memang harus berubah ndra, kamu itu terlalu posesif, cerewet, dan curigaan. Ku rasa Roni memang sudah tidak cocok sama kamu.” ujar

Pejuang Kokoh

Oleh:
Mata bulat itu menerawang jauh, lamunannya membuat pikirannya melayang, meninggalkan raga yang masih terduduk kaku. Tangannya terus saja memainkan pena hitam dengan mengetuknya ke dasar meja. Sesekali ia betulkan

Menikam Hati (Part 4)

Oleh:
Setelah Sholat duhur kami pulang. Di rumah ada Ibu. “Na baru pulang nak.” Katanya. “Iya bu”. Aku langsung masuk kamar dan menjatuhkan tubuhku di ranjang. Tepat kulihat pukul 14:35

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Mantan Terindah”

  1. Pretty says:

    Ceritanya menarik.. Tp agk nge gantung gt… 🙂

  2. apung mulangkara says:

    cerpenyah ter lalu berbelit , dan masih banyak kata perumpaman yg ketingalan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *