Patung Kayu Ukiran Bersama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 16 April 2018

6 bulan lalu dia pergi, meninggalkan patung kayu ini yang dulu sering kita ukir bersama. Hingga ahirnya ada yang mengadopsimu, agar menjadi anak angkatnya.

Aku Diana, dan orang yang sedang aku pikirkan adalah roby, dia teman aku dari kecil, aku dan dia sama sama dibuang oleh orangtua kita, aku anak panti asuhan, berumur 22 tahun, yang sedang ingin-inginnya merasakan apa itu cinta. “aku akan selalu ngabarin kamu, tenang saja!” janjimu yang kamu ucapkan 6 bulan lalu sebelum orang itu mengadopsi kamu masih menggema di pikiranku.

Aku menunggu, tak ada kabar darimu. hingga suatu saat aku beranikan diri, menemui orangtua angkatmu.
“Misi…” sapaku di depan pintu rumah ortu angkat kamu.
“iya bentat!!!” terdengar suara seorang laki laki.
Setelah keluar, ternyata itu roby. otomatis aku langsung memeluknya.
“hey hey, apa apaan ini” bentak roby sambil melepaskan pelukku.
“Roby kenapa kamu begitu? ini aku bawa patung kayu yang sering kita ukir bersama dulu!” ucapku.
“apa ini, lebay amat sih” bentak roby sambil melemparkan patung itu lalu belah.
Kemudian dia masuk lagi ke rumah dengan perasaan kesal. Diana hanya bisa menangis sambil berjalan pulang.

Satu minggu setelah kejadian itu, Diana mendapatkan kontak roby dari teman roby, diana berusaha mengajak roby ketemuan, tapi selalu ditolak. hingga paksaan demi paksaan keluar dari mulut Diana, dengan setengah hati roby mengiyakan kemauan Diana.

Malam tiba, waktu ketemuan Roby dan Diana.
“roby, maaf membuatmu menunggu, macet soalnya” ucapku.
“alasan” gerutu Roby.
“kamu ke mana saja, janjimu gak ditepati, aku menunggu kamu” rengek Diana
“kamu gak usah tau” ucap Roby
“Rob aku sayang sama kamu!” ungkap Diana
“terus?” tanya roby
“kamu tau! kamu punya penyakit ginjal!?” ucap Diana
“itu dulu, sekarang sudah sembuh!” jawab roby
“iya, aku tau, itu ginjal aku yang satunya, karena aku donor ginjalku padamu!” ucap Diana, sambil pikirannya berkunang kunang lalu pingsan.
“Diana…!” teriak Roby

Lalu roby menelepon ibu panti asuhan, dan mereka mengantar Diana ke Rumah Sakit terdekat. di perjalanan ibu panti asuhan menceritakan semuanya termasuk ginjalnya Diana yang didonorkan ke Roby. Roby menyesal, dia tidak mengetahui semua ini, hingga ahirnya nyawa Diana tidak tertolong di perjalanan.

Cerpen Karangan: Dio Nugroho
Facebook: Dio Nugroho

Cerpen Patung Kayu Ukiran Bersama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terbang

Oleh:
Ibarat kepingan logam yang bertebaran lalu terbang dibawa angin, dan orang bertanya “Angin sekuat apa bisa membawa pergi kepingan logam?” mana aku tahu? Aku sudah mulai tak peduli. Aku

Nenek Sayang Qyra

Oleh:
Di rumah, Nenek Yona tampak kebingungan, dengan kursi rodanya. Ia mondar-mandir di teras rumah, perempuan tua itu tampak khawatir dengan keadaan cucunya, Qyra. Sudah larut malam begini dia belum

Jilbabku Kehormatanku (Part 1)

Oleh:
“Oh jilbabku kau yang membuatku merasa percaya diri yang tinggi, nyaman dan menyejukan hati, aku berjalan dengan penuh percaya diri ketika aku memakai pakaian yang menutup aurat dengan jilbab

Menunggu Mu

Oleh:
Saat ini tepat sabtu malam yang ke-96, seharusnya kau sudah tiba dengan membawa kue bertulisakan, “happy 2nd anniversary..” Dan kita nyalakan lilin-lilin kecil itu, kemudian kita tiup dengan napas

Ma, Pa, Selamat Tinggal

Oleh:
“Ma, Pa kenapa kalian terus-terusan berkelahi? Apa kalian tidak kasihan terhadap anak tunggal kalian ini?!, Aku sakit Ma, Pa! Aku sakit bukan di fisik ku! Namun dihatiku! Aku butuh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *