Pelajaran Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 23 September 2018

Menjalin sebuah hubungan yang sehat dan serius dengan adanya tujuan yang jelas dan mendapatkan restu oleh kedua orangtua adalah dambaan semua orang, namun terkadang beberapa orang malah mendapatkan yang sebaliknya. Seperti hanya ada masalah di dalam menjalin hubungan, dan yang lebih ekstrim sampai tidak adanya restu dari orangtua.

Mungkin banyak orang yang tidak mempercayai adanya hukum karma, hanya mitos. Namun ternyata hukum karma memang benar adanya, sekecil apapun yang kita lakukan terhadap seseorang pasti akan kembali kepada diri kita tanpa disadari. Berikut adalah pengalaman dari seorang sahabat sebut saja ali dia dulunya seorang yang suka mempermainkan hati banyak wanita yang ia cari hanya tubuh dan kenikmatan sejenak, tidak hanya satu wanita yang pernah ia tiduri namun banyak sampai ia pun rela menjadi simpanan tante hanya demi surga dunia.

Jodoh memang seperti cermin diri kita, apalagi ketika belum bisa memperbaiki diri sendiri. Ketika ia ingin menjalin hubungan (sebut saja namanya widya) yang sehat serius dan sudah mendapatkan seorang wanita yang ia benar benar cintai dan ia sangat sayang kepada wanita ini, namun yang ia dapatkan hanya kebohongan dan ketidakjujuran saat menjalin hubungan. Widya yang ia benar benar sayangi ternyata mempunyai laki-laki yang tidak dapat dia tinggalkan. Karena perbedaan agama yang tidak mendapatkan restu dari orangtua, sesaat dia tidak percaya karena sahabatku ini sudah pernah melakukan hubungan yang tidak wajar layaknya seperti suami istri. Meskipun sudah biasa melakukan hubungan tersebut dengan wanita wanita yang pernah ia mainkan, namun kali ini ia merasa berbeda. Dikarenakan didasari rasa tulus sayang ingin merubah pribadi menjadi lebih baik.

“Karma” itu pahit, sakit, perih dirasakan di dalam hati dan datang kapan saja. Ternyata wanita yang ia cintai ini juga melakukan hal yang sama, wanita yang ia cintai sudah sering melakukan hubungan suami istri dengan mantannya selama masa 7 tahun. “Bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga”, namun pahitnya lagi selama sahabatku menjalin hubungan dengan wanita ini. Orang yang benar-benar ia sayangi masih menjalin hubungan dengan mantannya, dan dilakukan tidak hanya sekali namun berulang kali. Kata-kata sayang, cinta serius komitmen hanya dijadikan tameng agar hubungan widya dengan mantannya tidak diketahui orangtuanya. Dan di dalam hati widya hanya ada mantan, dan tetap ingin bersama sampai kapanpun. Bagai petir di musim panas yang tidak pernah hujan, sakit perih hancur yang dirasakan di dalam hati.

Nasi sudah menjadi bubur, semua tidak akan bisa kembali utuh seperti semula. Hati tidak bisa tenang, seperti sudah kehilangan semua yang dimiliki di dunia. Sampai ia sadar semua yang terjadi karena perbuatan di masa lalu, banyak hati wanita yang pernah ia sakiti, mungkin ini balasan yang ia terima dengan mengerti apa yang sudah dirasakan orang-orang yang pernah ia sakiti… “Ternyata bener-bener sakit bro…” “jangan diulangin lagi ya sob, gak enak kan rasanya.. Hhhhee”

Ali yang sadar akan kesalahan di masa lalu, dan menerima apa yang dirasakan hatinya sekarang, mencoba meminta maaf kepada semua orang yang pernah ia lukai. Ya kadang mendapatkan pelukan hangat dari orang yang masih menyayanginya, nasehat baik dan mendapatkan maaf, namun kadang juga mendapatkan ciuman panas di pipi kiri dan kanan. “rasanya gimana sob kena tampar cewek?.. hahahaha”, “udah resiko bro, untung ditampar pake tangan kalo gak sendal.. Coba pake pisau apa golok… Hhhhiiii” jawab ali nyengir sambil berkaca-kaca di matanya yang tajem.

Ali merasa lebih tenang setelah melakukan hal tersebut, dan bisa merelakan widya, sesosok wanita yang ia benar-benar sayangi. Namaun masih ada yang menggajal di hati terdalamnya, ibu widya yang sudah membuat ia nyaman belum bisa ali ikhlaskan. Ali yang sadar akan semua kesalahanya, hanya berdoa ketika diberikan kesempatan agar masih bisa manjalin hubungan dengan widya di dalam doanya saling melupakan masa lalu dan menjalin hubungan yang sehat, dengan adanya kejujuran. Namun ia sadar akan dianya, yang mungkin tidak akan terkabul namun ia yakin dan percaya tuhan akan memberikan yang terbaik untuknya.

Bagaimanapun kita menyanyangi seseorang, tidaklah baik ketika masih mancantai seseorang kita menyembunyikannya dan melakukan kebohongan-kebohongan kepada orang yang mempunyai niat tujuan yang tulus. Meskipun dia pernah melakukan kesalahan di masa lalunya, sebaik-baiknya orang adalah orang yang sadar akan semua kesalahan di masa lalu dan ingin memperbaikinya. Karena “karma” tidak lama datangnya, dan labih sakit yang akan di rasakan hati. Jujur, keterbukaan, apa adanya mungkin jalan terbaik.

Semoga pengalaman hidup sahabatku ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita semua.. Amin

Cerpen Karangan: Muhammad Hafis P

Cerpen Pelajaran Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


1 Minggu

Oleh:
“Hahahaha apa?, mentang mentang lo tau gue gak akan tinggalin lo, jd lo belaga suruh gue istirahat?” Lagi-lagi caci maki terucap dari mulut Hani untuk kakaknya Cipta. “Uwes toh

Penyesalan Terbesar

Oleh:
Sabtu sore, sekitar jam 5 sore aku sama temen aku pulang kursus langsung jalan-jalan. Maksud kami ngilangin jenuh dan capek sehabis kursus.. Ternyata teman aku ketemuan sama cowoknya… Bete

Sore Itu di Sekolah

Oleh:
Sekolah sudah sepi sejak sejam yang lalu. Tidak seharusnya kami masih di sini, berdiri saling berhadap-hadapan di tengah lapangan basket yang sedikit becek karena hujan tadi pagi. Tirta seperti

Sayap Malaikat Surga

Oleh:
Aku adalah seorang photographer sebut saja namaku Bagus, ini cerita sebelum aku masuk penjara. Aku pemuda yang sudah beristri, istri saya bernama Widia, aku dan dia menikah muda pernikahan

Sesal

Oleh:
Kini Putri hanya bisa meratapi nasib buruk yang menimpa hidupnya. Hanya menangis yang bisa ia lakukan untuk meluapkan kepedihan di hatinya. Jiwanya terbang melayang meninggalkan jazadnya yang kini sedang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *