Penyesalan Mona

Judul Cerpen Penyesalan Mona
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 11 January 2017

Sedikit demi sedikit perubahan yang ada dalam dirinya semakin buruk. Mungkin itu karena beberapa hal yang telah dilakuakannya. Dari sifatnya yang semakin aneh bagi orang terdekatnya sampai kebiasaan buruknya yang membuat orangtuanya kecewa.

Mona mulai kehabisan sifat baiknya semenjak orangtuanya bercerai. Dan dia sekarang tinggal bersama dengan ibunya. Tetapi tidak lama setelah itu ibunya akan menikah kembali dengan seorang laki laki yang bukan ayahnya.

“Mona, kenalkan ini calon ayah barumu nanti.” kata ibu pada Mona. “Ibu, aku tidak ingin ayah baru. Aku ingin ayahku yang dulu. Keluarga yang indah seperti dulu..” seru Mona kepada ibunya. “Nak, tolong mengertilah.” Pinta ibunya kepada Mona. “Baiklah terserah ibu, kalau ibu mau seperti itu tak apa. Tapi Mona tidak akan datang ke pernikahan ibu nanti.” katanya sambil masuk ke kamarnya lalu membanting pintu kamarnya. Ditambah lagi saat ia dikucilkan di sekolahnya karena dianggap seperti anak cupu dan semacamnya. Dan nilainya pun menjadi sangat menurun. Mona menjadi merasa sangat frustasi

Suatu saat ada seorang teman Mona yang mengajaknya ke suatu tempat dan memintanya untuk mencoba mengkonsumsi sesuatu yang dapat meringankan masalahnya. “Mona, cobalah ini. Ini akan meringankan masalahmu.” Tawar temannya kepada Mona. Pada awalnya Mona merasa kurang yakin dengan tawaran temannya itu. “Ayolah, aku yakin kamu akan merasa lebih baik setelah itu.” Bujuk kawannya. Tetapi karena dipaksa ia pun mencobanya.

Pada hari berikutnya Mona menjadi ketagihan dengan Nark*ba itu. Dan menjadi sering mengkonsumsinya. Sampai suatu hari ibunya mulai curiga tentang hal itu, “Mona kamu mau kemana malam malam begini?” Tanya ibunya. “Bu, mau Mona ke ujung dunia ibu gak perlu tau kan?” Jawab Mona setengah kesal. “Astaughfirllah, Mona kenapa kamu jadi ngomong yang kurang sopan sama ibu. Apa yang terjadi sama kamu Nak?” Seru Ibunya setelah mendengar perkataan Mona. “Ibu urusin saja apa yang biasanya ibu urusin, tapi itu bukan Mona!” Kata Mona sambil bergegas keluar dari rumah.

Semenjak perdebatan itu Mona sering bolos sekolah. Sampai pada akhirnya ia tidak lulus SMP dan tidak lama setelah itu ia ditangkap oleh BNN. Dia ditangkap oleh BNN bersama teman temannya, saat berpesta nark*ba.

Kemudian ia direhabilitasi dan sekarang Mona telah mengetahui letak kesalahannya, yaitu barang haram yang sering dikonsumsinya itu telah membuat dirinya begitu menyesal. Karena sekarang dia sulit diterima di masyarakat, dan selalu dikucilkan. Dia sekarang menjadi sering sakit sakitan. Kedua orangtuanya juga sangat kecewa dengan keadaannya yang sekarang.

Tetapi ini lebih baik daripada dia harus mengkonsumsi nark*ba terus menerus. Sampai mendekati ajalnya lebih cepat.

Cerpen Karangan: Devina Tsabitah
Facebook: devina tsabitah
Penulis lahir di Jakarta, 10 Agustus 2002. Sekarang tinggal di Malang, Jawa Timur, dan saat ini merupakan seorang pelajar kelas 9 di SMP N 16 Malang.

Cerita Penyesalan Mona merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Secercah Cahaya Dalam Kegelapan

Oleh:
Pagi yang cerah terlihat berbeda dari biasanya. Terik mentari di pagi hari menghadirkan sinarnya penuh arti. Kicauan burung tiada henti. Mengusikku dari tidur panjang ini. Setelah sekitar 6 bulan

Teman Terdekat Menjadi Cinta

Oleh:
“Besok jalan gak?” suara Yuda mengagetkan tiba-tiba “besok… hmm nggak dulu deh aku lagi capek, maaf ya Yud” suara ku memelas. “ohh ya udah gak papa, kamu istirahat aja”

Yang Takkan Pernah Ada

Oleh:
Hembusan angin dan rinai hujan mengiringi langkahku berjalan pada waktu pagi itu, dengan jiwa yang semangat untuk membuka lembaran baru dalam hidupku dan senyuman yang lepas kepada setiap insan

Membagi Cinta

Oleh:
Jika Aku bisa memilih, Aku lebih baik dicintai daripada harus mencintai. Maafkan Aku.. Pagi itu ibu memintaku untuk mengantarnya ke pasar, baru kali ini Dia memintaku untuk mengantarnya. Biasanya

Maafkan Aku, Ibu

Oleh:
Kehidupan ini memang tidak akan seutuhnya sempurna, begitu pula dengan sifat seseorang ada yang berhati malaikat dan berhati setan. Dan di sini aku adalah seseorang yang berhati setan. “Rik,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *