Perasaan Yang Merepotkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Penyesalan, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 25 August 2021

Kamis, cuaca hari ini cukup mendung dan hari ini juga temanku mawar berkunjung ke rumah, kami sudah berteman sejak kecil, meski rumah kami agak berjauhan tapi kami masih satu desa, saat masih kecil kami sering main bersama, bahkan dari TK hingga kami masuk SMA pun kami masih satu sekolah hingga tak heran jika banyak yang mengira kalau kita pasangan, aku pun tak mempermasalahkan apa yang dikatakan oleh anak anak yang lain toh memang sedari dulu aku sudah menyukai Mawar, tapi meski aku mengenalnya lebih dari siapapun aku masih tidak tau bagaimana perasaan mawar padaku.

Mawar lah yang sesekali mampir ke rumahku entah untuk sekedar bermain atau mengerjakan Tugas bersama, sedangkan aku sudah lama tidak main yang ke rumahnya, aku mulai menyukainya ketika kami masuk SMP, dan sejak itulah aku tak pernah berkunjung ke rumahnya karena canggung.
Haaah… benar benar perasaan yang merepotkan.

“Huft…”
“Ada apa mawar?, sepertinya hari ini mukamu tampak berbeda” tanyaku dan sambil menggodanya.
“Hari ini aku habis ditolak oleh mas Ardhan.” jawabnya sambil mengeluh.
“Mas Ardhan?!” ‘Dasar ketua basket Sialan’ batinku.
“Maaf ya Dhani aku malah curhat ke kamu”
“Um gak papa kok” jawabku, memang dibanding si ketua basket itu aku memang gak ada apa-apanya, aku pun juga gak terlalu pintar bisa dibilang aku ini memang standart banget, batinku

“Hei mawar ayo main ke Alun-alun mumpung besok hari Minggu, wajah sedihmu bikin jelek pemandangan aja”
“Ya jelas lah, kan aku baru aja dapat musibah perasaan, kamu aja yang gak pernah ngalamin!” jawabnya sambil marah marah.
Andai kamu tahu mawar, hari ini juga perasaanku ikut hancur melihat keadaanmu seperti ini dan kamu lebih memilih mas Ardhan padahal aku yang selalu bersamamu. Alasanku mengajakmu keluar bersama adalah karena aku ingin kita berdua melepas semua beban pikiran kita. Batinku lagi.

Aku membonceng mawar dengan sepeda beatku, meskipun aku laki laki aku tidak pernah memakai sepeda motor selain matic jadi jika aku memakai sepeda motor besar seperti Kawasaki sudah dipastikan aku bakalan jatuh!

Sampailah kami di Alun-alun Sidoarjo!
Kuparkir sepeda dan mulai berjalan kaki bersama mawar, setelah sekitar satu jam kami disana sambil membicarakan hal hal lucu saat kami masih kecil dengan harapan Mawar bisa tersenyum kembali aku membelikan permen kembang gula kapas, salah satu kesukaan mawar.

Satu jam kemudian kami memutuskan untuk kembali, saat perjalan ke tempat parkir aku melihat bapak tua yang menjual beberapa balon,
“Di usianya yang sudah terlalu tua seharusnya beliau lebih banyak istirahat di rumah, tidak ada kah seorang anak dari beliau yang peduli hingga beliau masih harus mencari nafkah di usianya?” tanyaku pada mawar
“Iya, gak tau juga tapi kasihan banget”.

Akhirnya kami memutuskan untuk membeli 10 balon yang tersisa dari beliau dan melanjutkan langkah kami ke parkiran.

“Hebat bapak tadi, ternyata beliau masih memiliki Istri dan satu satunya anak laki laki, beliau merantau di Jakarta dan jarang pulang” kata mawar.
“Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki dan kesehatan buat beliau” jawabku.
“Jadi pelajaran yang bisa diambil adalah jangan menyia-nyiakan orang yang selalu ada untuk kita dan tidak mau tahu perjuangan yang dilakukannya” lanjutku berharap dia mengerti bahwa aku selalu ada untuknya dan berharap agar dia berhenti memikirkan mas Ardhan.

Aku mengantar mawar hingga di depan rumahnya.
“Makasih banget ya Dhani berkat kamu aku sudah lebih baik”
“Ok santai aja lah, yaudah aku langsung pulang ya…” jawabku
“Ya hati hati Dhani”.

Hari hari berlanjut seperti sedia kala dan tiba tiba aku mendapat pesan singkat dari Mawar bahwa kali ini Si Ardhan itu yang menyatakan cintanya dan ingin meminta maaf kepada mawar bahwa dia menyesal telah menolaknya sebulan yang lalu.
Mawar aku berharap kamu menolaknya dia yang telah membuatmu patah hati.

Keesokan harinya sudah mulai terdengar kabar bahwa mawar dan si Ardhan mulai jadian. Hari demi hari berlalu dan Mawar sudah tidak pernah mengunjungi rumahku lagi.

Malam ini ayahku pulang agak larut dan beliau mengatakan bahwa pimpinan perusahaan senang dengan hasil kerja ayahku dan akhirnya beliau akan naik jabatan menjadi Manajer perusahaan akan tetapi ayahku akan ditempatkan di daerah Malang, aku pun ikut senang tapi akhirnya kami bertiga termasuk ibuku memutuskan juga pindah ke malang dan mengkontrakkan rumah lama kami.

Semua persiapan sudah kami lakukan dan Minggu depan kami akan pindah ke malang, aku masih belum memberi tahu hal ini pada Mawar, aku berniat pergi dari kehidupannya diam diam, terlalu menyakitkan bagiku setelah semua hal yang kulakukan sia sia.

“Halo Dhani kamu dimana? kenapa tiba tiba rumahmu juga kosong Ibumu juga sepertinya tidak ada di rumah?”
“Dhani kenapa kok diem aja sih ngomong sesuatu dong ada apa sih sebenarnya?”
“Mm karna urusan pekerjaan ayahku kami bertiga memutuskan untuk pindah rumah”
“Kamu pindah kemana? kenapa kamu gak kabarin aku?”
“Selamat tinggal mawar, terlalu menyakitkan bagiku berada di sisimu, padahal aku mengenalmu lebih baik dari Ardhan, padahal aku selalu menghiburmu, padahal aku… Padahal aku juga mencintaimu tapi kamu…”
“Maafkan aku Dhani, aku minta maaf aku gak tau perasaanmu, aku lupa perjuangannyamu, aku minta maaf Dhani…” tangisnya
“Sudahlah mawar mari kita akhiri hubungan kita selama ini dan semoga kamu lebih bahagia bersama Si Ardhan”
“Gak, jangan Dhani aku minta maaf jangan memutuskan hubungan kita, aku juga baru putus sama mas Ardhan dia cuma mempermainkan aku aja, tolong Dhani tolong…”
“Ohh… aku tutup telfonnya ya”
“Dhani… jangan Dhan… kamu sekarang dimana beri aku kesempatan sekali lagi, Dhani… jangan tutup telfonnya.”
Dan akhirnya kututup telfonku dan kuberi pesan singkat

“lain waktu aku akan berkunjung ke rumahmu dan akan kuajak ke rumahku kalau kita udah liburan semester ok?”

Haaah sungguh perasaan yang merepotkan sampai saat ini pun aku masih tidak bisa meninggalkanmu, Mawarku

Cerpen Karangan: Nizarudin Faizar Rasyid
Facebook: Nizar Faizar

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 25 Agustus 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Perasaan Yang Merepotkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Melangkah Pergi

Oleh:
Sinar mentari beranjak pergi diiringi jingga yang mengusik sunyi, bintang-bintang bertaburan diikuti bulan yang perlahan menyeruak ke permukaan, menaburkan cahaya terang penuh kedamaian membuang resah dan galau yang membuncah

My Infinity Love, Ryan

Oleh:
Hujan turun semakin deras, terlihat jelas rintikan hujan membasahin jalan sekitar komplek rumahku. Seperti biasa, jika turun hujan aku duduk di dekat jendela, untuk melihat jalanan yang basah diguyur

Tentang Perpisahan

Oleh:
“Asalamualaikum warah matullahi wabarokatuh..” Salam subuh Ryan di rakaat terakhirnya. Setelah berdzikir Ryan berjalan menuju pintu keluar mushala. Udara menghembuskan dinginnya menabrak dada. Tarikan nafasnya menarik masuk hawa sejuk

Kejahilanmu Membuatku Rindu

Oleh:
Nama gue Lilis Susanti. Gue adalah siswa kelas IX disalah satu sekolah di jakarta. Kebiasaan gue setiap hari adalah membaca buku. Gue sangat suka menyanyi. Pagi ini gue berangkat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *