Rein Kehidupanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengorbanan, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 12 June 2019

Aku membuka mata.. Kudapati ruangan serba putih dengan alat alat medis yang memenuhi ruangan. Biar coba aku ingat kembali, yah malam itu.. Aku dan kakakku Rein sedang menghadiri sebuah pesta teman kami. Kami memang tak pernah akur, selalu saja bertengkar. Dan malam itu akibat pertengkaran kami yang begitu keras di dalam mobil, mobil yang kami tumpangi oleng dan menabrak sesuatu yang keras. Setelah itu aku tidak sadarkan diri hingga saat ini

“Sherly.. Kamu tidak apa-apa kan?” suara lembut Naomy sahabatku.
“Sherly.. Kamu udah sadar?” kak Rein menyapaku dan meraba-raba wajahku.. Tunggu dulu, bisa aku pastikan kak Rein mengalami buta karena kecelakaan ini. Ah, sudahlah. Dia pantas mendapatkannya

Beberapa hari berselang keadaanku mulai membaik. Aku sudah diizinkan pulang dan bersekolah kembali. Tapi sejak saat ini, aku harus merawat kak Rein. Ah, malunya aku harus selalu bersama dengan orang cacat itu ke sekolah. Dan pada akhirnya kak Rein memutuskan untuk berhenti. Harap dimaklumi, orangtua kami sudah meninggal 6 tahun lalu karena kecelakaan, yah itu sebabnya aku harus mengurus kak Rein sendirian.

Hari berganti hari. Aku lelah menuruti permintaan kak Rein yang ini dan itu. Di suatu malam aku kesal padanya dan memutuskan untuk pergi ke luar rumah di tengah hujan lebat. Tiba tiba seberkas cahaya menuju ke arahku. Semakin dekat… Dan ternyata itu adalah sebuah truk. Aku mencoba menghindar, tapi sayang mobilku terhantam pohon dan sempat terpental. Dan setelah itu aku tak merasakan apapun.

“Sherly.. Bangun..” suara itu berkali kali memanggilku. Yaah itu seara Naomy sahabatku. “Kenapa bisa begini sih sher..?”
“Ini semua gara-gara kak Rein”
“Rein?” Naomy tertunduk
“iya, cowok buta itu. Udah cacat masih ngerepotin!” kataku marah, tapi Naomy justru menangis. “ada apa?”
“asal kamu tau Sher.. Kecelakaan waktu itu kondisi kamu parah. Salah satu syaraf mata kamu bermasalah sampe gak bisa di gunain lagi. Tapi, Rein gak akan mungkin tega ngebiarin kamu buta. Dia yang donorin matanya buat kamu, sampe dia sendiri yang mengalami buta.” aku terdiam..
“kamu bercanda kan Naomy?” Naomy terisak dan menggeleng.
“Rein sayang sama kamu. Apapun akan dia lakukan buat kamu sher”

Aku mulai menangis, betapa bodohnya aku menyia nyiakan saudara yang sudah berkorban banyak untukku? Tidak! Hari ini juga aku harus meminta maaf pada kak Rein
“Naomy, antarkan aku bertemu kak Rein”. Naomy mengangguk dan memapahku menuju keluar ruangan.

Kami berhenti di salah satu ruangan sepi dan gelap
“aku mau ketemu kak Rein, bukan ke sini”. Tapi Naomy tak menghiraukan. Dia menarik tanganku masuk.
“satu hal yang perlu kamu tau, kecelakaan ini membuat jantung dan ginjal kamu bermasalah. Kamu bisa meninggal karena masalah itu. Tapi biar aku tegaskan sekali lagi. Rein sayang sama kamu dan rela ngelakuin apa aja buat kamu. Dia mendonorkan ginjal dan jantungnya. Dan taukah kamu Sher? Di sinilah Rein sekarang” Naomy menunjuk pada sebuah jenazah yang telah tertutup oleh kain putih.

Aku membukanya..
“kak Reiiiiiiiinnnn” jeritku, aku menangis sejadi jadinya. Sungguh bodohnya aku, kenapa aku begitu jahat pada orang yang telah rela mengorbankan segalanya untukku. Kini.. Aku sendiri, tanpa ayah, ibu, maupun Kak Rein. Kak, kasih sayangmu tak akan pernah Sherly lupakan.. Selamanya

Cerpen Karangan: Cindy An Niesha
Blog / Facebook: Shind Ndie
Nama: Cindy An Niesha
Lahir: Jember, 21 Desember 2000
status: pelajar SMK di SMK Madinatul Ulum

Cerpen Rein Kehidupanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surat Terakhir

Oleh:
“Tak ada yang perlu ditangisi” Kata Gio sambil menghapus air mataku. Aku tak mungkin semudah itu bisa melepaskan kepergiannya begitu saja. Sosok yang sudah kucintai selama dua tahun itu

Dari Rahim Yang Sama

Oleh:
Seharian penuh mentari menyinari bumi pertiwi. Kini ia telah kembali ke peraduannya, bercumbu dengan belahan bumi lainnya. Pendarnya yang memancar dari sela-sela awan sore di petala langit senja, kini

Aku Andro

Oleh:
Namaku Andro, usiaku kini 18 tahun. Keluargaku orang berkecukupan. Semua yang aku inginkan selalu dipenuhi orangtuaku. Hal inilah yang membuatku menjadi anak yang tak tau aturan. Semua hal yang

Dia Yang Ku Sayang

Oleh:
Waktu pertama kali aku kenal dia waktu aku baru menjejakan kaki di smp 5.. Waktu itu aku tak tau mengapa aku sebenci itu pada seorang lelaki yang bernama avan

Hadiah Terakhir

Oleh:
Bukan pilihan mudah menjadi penulis cerpen atau cerbung, dari banyaknya kalimat hanya beberapa kata yang mendapat pujian selebihnya sampah. Banyaknya ide usang yang sengaja ku pendam rapat memang terlihat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *