Rindu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 18 March 2016

Kenapa harus pergi? Kenapa dia pergi saat aku belum menyatakan perasaanku? Rindu? Kini aku merindukannya. Kenapa rindu ini sangat menyiksaku? Kenapa hati ini tak bisa menahan? Tuhan, andai saja rindu itu indah, aku akan terus selalu memanggil rindu itu.

“Sal, udah dong! Lo harus kuat! Gak boleh lemah! Lo sendiri kan yang ingin Aldi pergi? Lo sendiri kan yang buat Aldi pergi?!” Tukas sahabatnya, sebut saja Steffy. 3 sahabat yang dari dulu sampai sekarang masih terjalin bersama. Salsha, Aldi, dan juga Steffy. Sahabat setiaku yang selalu menemani setiap suka maupun duka. Aku memang lebih dekat dengan Aldi ketimbang Steffy. Menurutku, Aldi lebih mengerti diriku dibanding Steffy yang terlihat tomboi dan slengekan.

“Sal, ayo! Masa sih lo gak berani naek begituan? Ini seru tahu!!” Ajak Steffy, yah sekarang kita sedang di pasar malam. Wahana-wahana di sana sangat indah, namun sayang, aku takut ketinggian. “Enggak, gue takut!” Tolak gue.
“Udah ayo Sal, kan ada gue yang jagain! Dijamin ini seru loh! Kalau lo takut, lo merem aja yah!!” Ujar Aldi menarik tanganku. Yah sekarang kita naik bianglala, meskipun sederhana namun terbilang sangat romantis.
Steffy asyik sendiri dengan dunianya. Menikmati wahana itu tanpa ada rasa ketakutan apa pun, namun berbeda dengan Salsha yang sangatlah ketakutan.
“Di, sumpah aku takut!” Ujar Salsha, Aldi menggenggam tangannya Salsha dengan erat.
“Pejamkan matamu!” Bisiknya, Salsha pun memejamkan matanya, dia merasa tenang sekarang. Apalagi di samping Aldi.

Tuhaaaan, aku sangat merindukannya. Kenapa dengan keegoisanku? Kenapa? Rindu? Sampaikan pesanku padanya…
“Lo nyesel kan sekarang? Gue tahu lo juga cinta sama Aldi, tapi kenapa lo malah buat Aldi pergi!” Tukas Steffy, aku hanya terdiam.
“Sekarang sudah terlambat Sal, Aldi udah jauh dia membuka kehidupannya yang baru tanpa lo, tanpa kita!” Tukas Steffy, aku masih terdiam.

“Gue sayang sama lo Sal!” Ujar Aldi, Salsha tersenyum.
“Gue juga sayang sama lo, Aldi! Sama Steffy juga!”
“Ini beda, ini bukan rasa sayang buat sahabat, melainkan..”
“Udah lama kita sahabatan Di, gue gak mau persahabatan kita hancur! Lo harus ngerti itu!” Ujar Salsha lalu beranjak pergi. Semenjak pernyataan itu, Aldi kini mencoba move on. Dia mencari wanita yang membuat dirinya berubah. Yang membuat dirinya kini semakin menjauh dari para sahabatnya.

“Aldi berubah!” Ujar Salsha.
“Iya gue tahu, gara-gara si Katya kan? Apa boleh buat? Pacar lebih berharga dari sahabat!” Ujar Steffy acuh.
“Gue pengen Aldi yang dulu!”
“Yang selalu ada buat lo? yang selalu nemenin lo? Lo cinta kan sama dia? Kenapa waktu itu lo tolak dia?” Tanya Steffy beruntun, Salsha terdiam.
“Aldi ngomong sama gue tentang perasaannya, dan gue yakin lo juga punya perasaan sama kayak dia. Maka dari itu gue izinin Aldi buat nyatain perasaannya sama lo! Tapi…”
“Steff, gue..”

“Iya gue tahu, lo gak mau kan persahabatan kita hancur? Tapi nyatanya? Tetep ancur juga kan? Aldi ngehindari kita,”
“Bukan kita, tapi gue!”
“It’s okay, dia ngehindarin lo! Dan nyatanya sekarang? Lo nyesel kan? Lo kehilangan kan? Besok Aldi mau ke New York!! Dia gak minta apa-apa, dia cuma minta gue buat jagain lo!” Ujar Steffy lalu berderap pergi, Salsha mulai menitikkan air matanya.

NP: Melly Goeslaw – Bimbang
Pejamkan mata..
Bila ku ingin bernapas lega..
Dalam anganku aku berada..
Di satu persimpangan..
Jalan yang sulit ku pilih..

“Aaarrggghhht!!”

3 tahun kemudian.
Kenapa rindu ini menyiksa? Kenapa?! Tuhaan, andai saja aku dipertemukan lagi dengannya, aku sangat ingin memeluknya, sangat ingin menciumnya.

“Udah, gak usah dipikirin! Lo punya kehidupan lo sendiri. Dia masa lalu, dan lo harus melangkah demi masa depan. Gak usah lo pikirin Aldi lagi, dia bahagia kalau lihat lo bahagia, dan dia juga bakalan sedih kalau lo sedih!” Ujar Steffy, Salsha hanya tersenyum lalu melangkah menuju masa depannya.
“Aku sangat merindukanmu Salsha. Namun aku belum cukup kuat bertemu kamu lagi. Suatu saat nanti, aku akan menemuimu, saat hatiku sudah tak lagi mencintaimu, walaupun itu tak mungkin.” Gumam Aldi di balik pohon.

Tamat

Cerpen Karangan: Desri Widayati
Facebook: Desry Widayati
Nama saya Desri Widayati, umur saya 21 tahun, dan hobi sekali menulis. Kalau mau tahu tentang saya, silahkan add FB saya: Desry Widayati, atau kalian bisa bergabung di Fanspage saya: Cerpen Dan Cerbung Alsha. Terima kasih.

Cerpen Rindu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


1 Cinta di Antara 3 Pilihan

Oleh:
Memilih? Memilih adalah salah satu hal yang paling sulit untuk aku lakukan. Aku mencintainya, dia dan dirinya. Aku merasa bahwa aku terlalu serakah apabila aku tidak bisa memilih satu

Surat Buat Mantan Pacar

Oleh:
Dear Bams, Aku begitu ingin menulis surat ini, dengan harapan kamu bisa mengerti isi hatiku dan perasaanku. Walau sekarang sepertinya sudah terlambat. Tapi aku yakin, kamu pasti akan membacanya

Waktu

Oleh:
Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30, waktu yang sudah begitu gelap. Tapi yang namanya kota Jakarta tidak pernah sepi dengan suara bising kendaraan terkecuali hari raya idul fitri. Kiran yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *