Ririh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 June 2017

Perkenalkan namaku Yovi siswa salah satu SMA swasta di Jogja, dan aku siswa jurusan Bahasa yang tidak begitu pintar tapi suka ngeyel. Pagi yang kurang semangat untuk memulai kegiatan belajar mengajar di sekolahan. Ya, langit yang mendung dan cuaca yang dingin membuat semangat pelajar pagi ini redup. Seakan tak ingin mengikuti pelajaran yang akan segera dimulai. Sedikit ada yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya, bukan Guru yang akan mengajar pelajaran yang masuk kelas melainkan Wali kelas dengan seseorang berdiri di sampingnya.

“Selamat Pagi Anak-Anak” ucap Wali kelasku.
“Pagi Juga Ibuuuu” sahut kami seisi satu kelas.
“Hari ini kalian mendapat teman baru, dia mulai hari ini jadi teman kelas kalian. Silahkan perkenalkan diri Nak” ucap Wali kelas menyuruh murid baru itu.
“Selamat pagi teman-teman, nama saya Ririh Bayun dan baru mulai masuk kelas hari ini. Salam kenal” perkenalan singkat yang aku anggap biasa-biasa saja.

Setelah perkenalan itu Ririh duduk di barisan paling belakang, karena di depan sudah penuh. Yah, Ririh bertubuh tinggi berkulit cokelat dan berambut panjang dan memiliki senyum manis. Orangnya ramah dan tidak malu-malu mengajak ngobrol teman-teman yang lain. Maklumlah meskipun murid baru, dia sempat menjadi lirikan banyak orang di sana termasuk teman beda kelas. 1 bulan setelah perkenalan itu awalnya sih cuma sekedar mencari tau informasi tentang Ririh, maklumlah iseng isi waktu luang.

“Rih, pinjem pulpen donk. Punyaku habis tintanya.” Kataku membuka obrolan dengannya.
“Boleh ambil aja sendiri Yov.” Jawab Ririh singkat.
“Wkwkwk makasih Rih, nanti aku balikin. Kalau gak lupa ya wkwk” dia pun tertawa mendengar guroanku.
Yah pantaslah dia jadi lirikan banyak siswa di sekolah, orangnya memang manis dan baik hati sih.

Setelah hari itu entah kenapa, aku menjadi suka sama Ririh. “Aaih masa temen satu kelas” kalimat itu tiba-tiba muncul sewaktu aku memandangi dia di dalam kelas. Dia orang yang ramah tapi sedikit tertutup dan lebih sering melamun di kelas.

Dan akhirnya kita sering berkomunikasi lewat handphone. Aku semakin nyaman sama dia, orangnya asik diajak ngobrol dan apa adanya.
Rasa sayang itu mulai tumbuh, tapi sayang aku malu buat ungkapinnya ke dia. Ya terpaksalah aku pendem rasa itu.

Semakin hari semakin deket, sebenarnya juga keganggu dengan rasa yang aku sembunyiin itu. Tetepi daripada merusak persahabatan aku coba mengalah.
Hingga pada saatnya penyesalan itu datang. Awalnya aku kira cuma sakit, dia jarang masuk sekolah. Tiap aku hubungin nggak ada balasan. Dan akhirnya tersebar kabar bahwa Ririh, gadis yang aku sayangin dan belum sempat aku ungkapin ke dia. Ternyata sudah pindah sekolah dan nomornya sudah tidak aktif lagi. Dan seperti ditelan bumi, Ririh pun hilang tanpa kabar hingga saat ini.

Cerpen Karangan: Yovi Rimbawan Kencana
Facebook: Yopex Item Chionk

Cerpen Ririh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Membunuh Bayangan

Oleh:
Tutur kata yang lembut terkadang menutupi kemunafikan seseorang, tidak berbuat jahat terang-terangan melainkan menyergapmu secara diam-diam. Dia mulai merasuk ke dalam tiap urat nadimu dan membiarkanmu menikmati hangat rasukannya.

Kenangan

Oleh:
Di saat ada sebuah tugas yang menyuruh siswa-siswinya untuk melakukan observasi ke tempat-tempat yang mempunyai sejarah. Sebelumnya kita membuat kelompok terlebih dahulu. Setelah itu kita mendiskusikan di mana tempat

Eccedentesiast

Oleh:
Eccedentesiast. Itulah reina. Gadis yang selalu menyembunyikan semua masalahnya dibalik senyumannya. Banyak hal yang terjadi di hidupnya namun kini masalahnya tak dapat lagi ditutupi oleh sebuah senyuman. “Reina…” Panggil

Menunggu Pesan Singkat Darimu

Oleh:
Kertas-kertas berserakan di sekitar meja belajar sambil menyeringai menertawakanku. Sudah berpuluh-puluh kertas ku coret-coret dan ku sia-siakan karena gagal menulis esai. Mengapa imajinasiku belum juga muncul? Aku memang tidak

Akhir Yang Aneh

Oleh:
Menjadi seorang saksi pernikahan takkan menjadi masalah. Apa salahnya menjadi saksi. Ia hanya menyaksikan dan menikmati acara hingga usai. Seraya berbahagia dan mengucapkan selamat. Memang tak ada yang salah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *