Sakit Gigi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 17 April 2017

Setelah sekian lama Koperasi Sekolah dibuka, akhirnya mereka menjual kembali coklat rumahan. Para Siswa/i pun sangat antusias dengan kehadiran coklat tersebut, tidak terkecuali Laura yang sangat menggemari coklat

“Akhir-akhir ini si emak (sebutan untuk Laura) sering banget ke kopsis ya” Tanya Elly
“kan ada yang namanya ‘coklat rumahan’, El. Kayak yang gak tau si emak aja, selalu up to date” Jawab Aya
“Nah ketauan nih lagi ngomongin gue” ucap Laura
“Nah itu ‘coklat rumahannya’, berapa itu Lau?” Tanya Aya sambil menunjukan jarinya ke arah coklat
“Lah setiap gue beli sesuatu, pasti kalian nanya harganya” Jawab Laura
“Biasa, kalau mau beli sesuatu kan harus siapin uang dulu. Lagian aku enggak punya uang receh” Jawab Aya
“Oh gitu, coklat ini seharga 2 juta” Jawab Laura sambil menunjukan wajah santainya
“2 juta katanya? wih orang kaya” ucap Aya tertawa
“Udah ah langsung beli aja, tunggu apalagi?” ucap Laura sambil duduk di bangkunya
“Ya nungguin kamu nawarin coklat itu lah, lupa ya?” tambah Elly
“Ye kamu bisa aja, El. Nih satu buat bertiga, maaf ye jadi selebihnya cobain dulu”
“Hah, kok satu untuk bertiga?” Tanya Ita keheranan
“Iya, aku heran deh sama si emak. Kan dia beli 4 coklat, masa cuman ngasih satu huuh dasar emak” Tambah Aya
“Dasar emak pelit” Tambah Elly
“Huh kalian bukannya berterima kasih, malah protes ini itu, udahlah yang aku kasih itu testi TAU” Jawab Laura dengan ketus
“ya udah, Terima Kasih Laura”
“Iye sama-sama, huuh bilang terima kasih aja mesti dikasih tau”
“Coba bagi 3, tuh ngebagiinnya pake penggaris si Aya aja” bisik Ita
“Nih, langsung ambil” bisik Elly

Akhirnya mereka pun memakan coklat itu, dan hasilnya…
“Hmm, enak banget” Tambah Aya
“Ada yang bilang kalau coklat ini dibuat dari campuran susu Hilo” Tambah Ita
“Wah, kalo gitu jadi mau beli. Ke kopsis yuk” ajak Elly
“yuk” jawab Aya sambil menoleh ke arah Laura, “Astaga Laura, coklat yang kamu makan udah habis lagi?” Tanya Aya keheranan
“Emang kenapa, Masalah buat lo?” Jawab Laura ketus
“Ya ampun gitu-gitu aja ngambek, dasar Laura”
“Btw kalian jadi beli itu coklat?” Tanya Laura
“Yaiyalah Laura, Liat kita aja udah bawa uang. Yuk ah teman-teman”
“Duluan ya”

Keesokan harinya saat istirahat
Bel berbunyi
“Yeehaaa, akhirnya bel berbunyi, Ita mau beli coklat gak?” ucap Laura kegirangan
“Yah aku udah bawa makanan dari rumah, maaf ya kayaknya gak bisa”
“Ya udah aku ke koperasi dulu yaa”
“Huuh” ucap Ita

Ita memindahkan bangkunya ke arah bangku Aya dan Elly. Lalu mereka pun mengobrol seperti biasa
“Eh Ita”
“Eh juga”
“Bekel apa, Ta?” Tanya Aya
“Hmm bekel nasi goreng. Aya pasti bekel nasi kuning” jawab Ita mengira-ngira
“Iya nih Ita, biasa beli di depan rumah” jawab Aya
“Aku juga bekel nasi kuning tau” tambah Elly sambil mengunyah
“Iya kebetulan nih, padahal kemarin gak janjian. Btw tadi si emak ngomongin apa?” tanya Aya
“Biasa, dia ngajakin beli coklat” jawab Ita
“Oo masih coklat yang kemarin?”
“Iyaa”

“Nanana” Datanglah seseorang dari luar kelas, dan seseorang itu langsung duduk di bangkunya sendiri. Dengan lahapnya dia memakan coklat-coklat itu.
“Liat tuh si emak, beli coklat banyak banget udah gitu dimakan sendiri lagi” ucap Ita sambil menunjuk Laura
“biarin lah, biar giginya ompong“ jawab Aya tertawa
“Hey yang di sana, pasti mau coklat ini kan” tawar Laura, ”Hmm ini enak lho”
“Yaiyalah enak, kan dimakan sendiri”
“Hah kata siapa, Woy kalian mau lagi gak?” ucap Laura sambil menawarkan coklat itu kepada si Kembar yang ada di belakangnya
“enggak ah makasih, kita kan lagi diet, kok ditawari coklat sih?” Jawab si Kembar
“aduh jadi malu” bisik Laura dalam hati
“Dia ketauan bohong Ay” ucap Ita sambil menggelengkan kepala
“Udah gak usah banyak gaya deh Laura. Kamu itu udah beli banyak coklat, dimakan sendiri lagi. Makan coklat berlebihan tuh bisa menyebabkan kegemukan dan yang terutama adalah KEOMPONGAN.”
“BODO AMAT, kenapa kalian ngurusin hidup gue?”
“karena kita sayang sama Laura” jawab Aya,
“kalau si emak ompong, bisa-bisa panggilannya diganti jadi nenek” bisik Elly, Mereka pun tertawa terbahak-bahak
“Heeh bener El, dasar nenek”
“Udahlah jangan ganggu gue makan”
“Iya deh Nenek”
“Hah?”
“Maaf tadi keceplosan”

Keesokan harinya lagi, lagi dan lagi. Laura masih saja membeli banyak coklat. Hingga pada suatu Malam, ia tiba-tiba ingat apa yang dikatakan Aya waktu itu. Karena ia merasakan ada sesuatu yang aneh pada giginya
FLASHBACK:
“Udah gausah banyak gaya deh Laura. Kamu itu udah beli banyak coklat, dimakan sendiri lagih. Makan coklat berlebihan tuh bisa menyebabkan kegemukan dan yang terutama adalah KEOMPONGAN.”
“Halah itu gak mungkin, Si Aya pasti cuman mengada-ngada. Gue sebelumnya gak kepikiran kalau coklat itu bisa mengakibatkan keompongan, padahal gue selalu sikat gigi 2 kali sehari. Tau ah gue pusing, mending tidur aja ah” ucap Laura

Pagi hari itu, muka Laura terlihat pucat
“Laura, kok muka kamu pucat sih? Kamu pasti lagi sakit ya”
“Hah enggak kok”
“Terus kenapa muka kamu pucat?”
“Ita, tolong jangan kasih tau siapa-siapa ya terutama Aya dan Elly, kalau sekarang ini aku lagi… Sakit Gigi”
“Hah? Demi apa” teriak Ita
“Ita, kamu kenapa?” tanya Aya
“Hmm gak papa kok”
“Janji ya jangan kasih tau” tatap Laura dengan penuh harapan
“Iya deh Laura, aku janji.”

“Tumben ya si Ita teriak” ucap Elly
“Biarin lah El, pasti itu tentang si emak”
“Gak sabar euy pengen denger ceritanya” tambah Elly sambil nyengir
“Aku juga maunya gitu sih El, udah ah aku mau ngerjain ini”

Saat Istirahat
“Ta, tadi si emak ngomongin apa sih, kok bisa bikin kamu teriak?” tanya Aya
“Maaf ya, aku gak bisa kasih tau karena udah terikat janji” jawab Ita
“Yah kalau udah terikat janji mau gimana lagi, udah deh kita gak bisa maksa”
“Iya, makasih kalian udah mau mengerti”

Hari demi hari. Aya dan Elly pun mulai curiga
“Akhir-akhir ini si emak gak masuk terus, heran deh” tanya Elly
“Aku mulai curiga El, jangan-jangan si emak lagi sakit gigi”
“Semenjak dia gak masuk, gak ada yang ngeganggu kita lagi. Jadi kangen deh!”
“Kamu aneh El, masa kangen diganggu si emak”
“Yah rasanya ada yang kurang, begitulah”

Keesokan harinya, Ita menerima surat dari seseorang, yang lain dan tidak bukan adalah Kakaknya Laura
“teman-teman, aku nerima surat dari kakaknya Laura nih”
“coba buka suratnya” tambah Elly
“Ish itu bukannya gak sopan?” Jawab Ita
“Gak papa, ini kan buat mengobati rasa penasaran kita” Saran Aya
“Ya udah kita buka”
SREEEETTTTT

“Tuh kan bener, si emak emang lagi sakit gigi. Susah dibilangin sih dia” ucap Aya
“Rasain ntuh emak Laura” tambah Elly
“Kasian si emak, GWS ya semoga cepat masuk sekolah lagi” doa Ita
“Iya nih Elly bukannya kangen diganggu sama si emak?” tanya Aya
“Apa sih” jawab Elly sambil mencubit lengan Aya

Sedangkan Laura sedang berbaring di kamarnya
“Ayaaaaaaaa” teriak Laura, “ternyata yang kamu omongin itu bener. Nyesel udah gak percaya sama perkataan kamu. Tolong aku Ayaaaaa” ucap Laura sedih

THE END

Cerpen Karangan: Antiaprilia30
Blog: Andriantiaprilia.blogspot.com
Kalau ada kritik dan saran tolong kirim di komentar ya. Sebelumnya terima kasih suadh baca 🙂

Cerpen Sakit Gigi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I’m Telatan Not Teladan

Oleh:
Senin pagi seperti biasa Indah berangkat sekolah dengan tergesa-gesa. Karena, lagi-lagi dia harus mengalami suatu kejadian yang membuatnya gelisah, Terpepet Waktu! “Pukul 06.45,” desis Indah sambil mempercepat langkah setengah

Halusinasi

Oleh:
Sebagian besar orang bilang aku adalah anak yang aneh, Aku duduk di tempat paling belakang karena dipindahin sama wali kelasku. Dulunya duduk agak ke depan atau bisa dibilang tengah-tengah,

Makhluk Manis Di Teras

Oleh:
“Sssst, Anna.. lihat deh cowok yang lagi main gitar itu,” bisik Anggi pada Anna yang sedang asyik menjilat ice cream cokelatnya seraya menunjuk dengan kepala ke arah rumah bercat

Apakah Ia Seorang Psikopat? (Part 2)

Oleh:
Aku mengantongi HP di saku celanaku, aku terkejut mendapati ada dompet di sakuku. Ternyata itu dompet Rukov, aku lupa mengembalikannya saat ia mengembalikan HP-ku. Aku merasa orang yang paling

Penyesalan Tiada Arti

Oleh:
Pagi ini sunguh indah, matahari yang mulai menjajaki kaki langit memberikan warna keemasan yang begitu angun, semilir angin pagi yang sunguh menenangkan menambah kesempurnaan di pagi yang hangat ini.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *