Sang Kembar (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengorbanan, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 24 December 2020

Tidak lebih dari tiga jam, Charles menjalankan rencananya untuk membunuh Ryan Sonnagh yang merupakan seniornya juga. Charles datang ke ruang Ryan Snnogh dengan membawa kopi yang sudah diracuni. Racun yang dibuat adalah racun untuk memacu kerja jantung yang dapat membuat manusia biasa meninggal sama persis seperti serangan jantung.

“Tuan, silahkan diminum.” Charles masuk ke ruangannya dan menaruh secangkir kopi yang sudah di beri racun.
“Hmm… sempurna seperti biasanya. Berjagalah di sini dulu untuk sementara.” Tuan Sannagh meminum kopi itu dan berdiri menunju pintu ruangannya. Tiba-tiba saat berjalan, Tuan Sannagh terjatuh.

“Tidak akan ada sebuah kehidupan tanpa sebuah kematian. Maafkan aku Tuan aku harus menjalakan ini sesuai rencana.” Charles memegang nadi Tuan Sannagh dan tidak ada tanda-tanda kehidupan. Agar tidak curiga ini sebuah pembunuhan, Charles dengan cepat mengganti kopi yang beracun itu dengan kopi yang yang bersih dari racun agar seolah-olah Sannagh terbunuh karena serangan jantung mendadak.

“MEDIS!” Charles berteriak agar terlihat seperti sebuah kecelakaan.
“MEDIS! Tuan Sannagh terkena serangan jantung.” Charles berteriak hingga keluar dari ruangan Tuan Sannagh.

Hari itu rencana awal Charlotte berjalan dengan lancar dan Tuan Sannagh tetap dianggap meninggal karena serangan jantung, sehingga Charles dalam posisi aman.

“Yang Mulia, permintaan Yang Mulia sudah terpenuhi.” Charles datang secara pribadi kepada Charlotte.
“Kerja bagus pelayanku. Sekarang kau boleh pergi.” Charlotte mempersilahkan Charles keluar.

Charles mengganti bajunya dan datang ke kerajaan tetangga untuk melakukan bisnis kerajaan. Saat Charles sedang berjalan, tanpa sengaja Charles menabarak seorang perempuan hingga terjatuh.
“Maafkan saya. Saya tidak hati-hati saat berjalan.” Charles menunduk dan menolong wanita itu.
“Tidak, aku yang salah. Aku sedang tidak fokus saat berjalan.” Wanita itu menerima genggaman tangan Charles dan bangkit berdiri.

“Nama saya Charles. Pelayan Ratu Chalotte.” Charles memperkenalkan dirinya.
“Nama saya Stella Christiana. Senang bertemu denganmu.” Stella membungkukan badannya. Suara Stella yang sangat lembut dan parasnya yang sangat cantik membuat Charles jatuh cinta pada Stella.
“Senang bertemu denganmu juga.” Charles mmbalasnya dengan lembut juga.

“Charles, maukah kamu mampir ke tempatku untuk makan malam dan sebagai permintaan maafku?”
“Dengan senang hati akan saya terima.” Charles menerima undangan Stella.

Charles yang sedang jatuh cinta kepada Stella memanfaatkan waktu senggangnya di Istana dengan mengunjungi Stella. Setiap waktu mereka lewati dengan berbincang, begurau dan saling membantu melawati segala masalah hingga kereka saling mencintai. Hingga lewat satu bulan, Charles dan Stella berpacaran dan Charles berjanji untuk menjaga Stella.

ADVERTISEMENT

Charllote yang mencari identitas dan lokasi Stella akhirnya terpenuhi. Pengawal kerajaan yang lain memberikan informasi lengkap Stella dan lokasi tempat dia tinggal, namun Ratu sama sekali tidak mengetahui hubungan yang sedang dijalin Charles dan Stella.

“Charles, Ratu mengirim pesan rahasia kepadamu. Dia memintaku untuk memberitahumu. Pesan yang disampaikan Ratu sudah saya tempatkan di kamarmu. Rincian pesan tersebut sudah tertulis di sana.” Seorang pelayan menghampiri Charles yang sedang berjalan menuju ruangan dapur.

Segera Charles menuju ruangannya untuk melihat perintah tersebut. Charles membaca perintah tersebut dengan seksama.

Sebuah harapan,
Aku seorang Ratu yang sedang merasakan yang namanya Cinta. Aku sangat senang bertemu dengannya, namun seorang wanita lain membuatku terbakar api cemburu dan aku ingin wanita itu lenyap untuk selamanya. Saat kamu membaca suratku ini, aku sedang menangis sendirian dan berharap penuh padamu. Aku ingin kau melenyapkan wanita bernama Stella Christiana yang tinggal di sebelah kerajaan kita di bagian distrik pangan. Aku ingin kamu membunuhnya dengan cepat.

Charles yang membaca surat perintah itu langsung kaget. Dia dihadapkan pada sebuah keputusan sulit untuk mengikuti perintah Charlotte atau tetap menjaga Stella.

Akhirnya malam itu juga Charles mendatangi Stella. Dia sudah memutuskan pilihannya saat itu.
“Stella, aku ingin membicarakan sesuatu padamu.” Charles berkata tanpa melihat wajah Stella.
“Aku sudah tahu. Ratu ingin aku mati kan?” Stella berkata dengan lembut.
“Kau mengetahuinya?” Charles melihat Stella dengan air mata yang berlinang.
“Ya. Aku mengetahuinya. Aku juga tahu bahwa kamu sebenarnya adalah saudara kembar dari Ratu kan? Aku sangat bangga dan senang bisa bersama dirimu. Aku juga sudah siap dengan keputusanmu.”
“Maafkan aku, Stella. Maafkan aku.” Charles menusukan pisau tepat ke bagian hati Stella.
“Aku.. tidak menyesal menjadi bagian dari hidupmu. Aku sangat senang bisa bersama denganmu meskipun dalam waktu yang singkat. Berjanjilah pada diriku… untuk tidak membuat ratu kecewa.” Stella berkata dengan darah yang mulai keluar dari mulut.
“Aku berjanji. Aku akan menepati janjiku kali ini. Maafkan aku. Beristirahatlah dengan tenang.” Charles berkata dengan tangisannya yang langsung pecah.

“Selamat tinggal, cintaku.” Stella berkata sambil mengelus muka Charles yang berlinang air mata dan menghembuskan napas terakhirnya sambil tersenyum.
“Selamat tinggal Stella.” Charles yang sedang menangis itu melepaskan pisaunya yang telah ditancap dan segera meninggalkan tempat kejadian itu.

Keesokannya Charles bangun di kamarnya dengan semua penyesalan yang telah dia lakukan semalam. Saat dia bangun, pelayan yang lain menghampiri dirinya.

“Charles, Ratu memanggilmu ke ruangannya.” Seorang pelayan berkata kepada Charles.
“Baik. Saya segera menemui Ratu.” Charles segera bergati pakaian dan beranjak menemui Ratu dan menghapus air matanya yang tersisa.

“Yang Mulia, hamba sudah datang sesuai panggilanmu.” Charles berkta dengan hormat kepada Charlotte.
“Apakah kamu sudah melenyapkannya?” Charlotte bertanya mengenai perintahnya membunuh Stella.
“Sudah hamba penuhi sesuai keinginan Yang Mulia.”
“Baiklah. Kerja bagus pelayanku. Sekarang waktunya minum teh.” Charlotte berkata dengan senyum yang manis dan tanpa merasa bersalah.

Charles mungkin terlihat selalu tersenyum, namun di dalam hatinya terdapat rasa sakit yang teramat sakit akibat saudara kembarnya sendiri yang memberinya perintah untuk membunuh Stella. Charlottelah yang paling merasa senang akan hal ini, namun mungkin tidak akan lama. Karena setelah mengetahui Stella dibunuh panglima Leonard tidak akan tinggal diam. Karena Charles tau Stella sudah dianggap keluarga oleh Panglima Leonard.

Di saat Charlotte sedang menikmati teh dan Charles sedang berjaga, suara warga mulai terdengar. Warga marah dan memberontak kerajaan. Namun, yang memimpin pemberontakan adalah Vermillion. Charles yang sadar akan hal itu bernjak membawa Charlotte ke dalam ruangan dan Charles beranjak berganti baju.

“Charlotte, gantilah pakaianmu.” Suara Charles yang memanggil.
“Charles? Mengapa kau berdandan sepertiku?” Charlotte sang Tuan Putri terkejut.
“Kita adalah kembar identik. Cepat bergantilah menggunakan pakaian pelayan ini dan lari sejauh mungkin dari kerajaan. Karena kuta kembar identik, tidak akan ada yang mengetahui.” Charles menjelaskan sambil memberikan pakaian yang ia telah persiapkan untuk Charlotte.
“Baiklah.” Charlotte menurutinya dan bergegas berganti pakaian di tembat dengan cepat. Charles pun menyembunyikan semua pakaian milik Charlotte yang digunakannya sebelum berganti pakaian.

“Ini adalah perpisahan. Kau adalah Tuan Putri dan aku adalah yang diburu. Larilah sejauh mungkin karena aku tidak mau kau yang terbunuh. Biarkan aku yang mati untukmu dan untuk menebus semua dosaku.” Charles mengusap kepala Charlotte dan mencium keningnya.
“Maafkan aku.” Charlotte menangis.
“Tidak apa-apa. Sekarang pergilah.” Setelah Charles berkata, pergilah Charlotte menuruni bangunan melalui balkon.

Tidak lama setelah Chralotte meninggalkan bangunan, datanglah Vermillion dengan mendobrak pintu dan mengarahkan pedangnya ke arah Charles yang sudah terlihat seperti Charlotte.
“Tidak perlu ada yang dikatakan lagi. Kau akan mati. Ikat dia.” Vermillion berkata kepada pengawal yang bersamanya dan Charles hanya tersenyum.

Pukul dua belas tengah hari di depan gereja tempat Charles dan Charlotte diberkati sudah disediakan guillotine untuk mengeksekusi Charles. Tanpa disadari Charlotte datang dengan mengenakan jubah pemngembara yang tertutup.

“Kau akan membayar semuanya.” Vermillion berkata.
“Tidak ada satu tindakan pun yang bisa mengubah keadaan, biarkan waktu yang menjawab.” Charles berkata dengan suara seperti wanita dan berjalan serta menempatkan kepalanya pada mesin eksekusi.
“Selamat Tinggal.” Charles berkata dan bilah pemotong dari alat itu dijatuhkan.

Charlotte menangis dan mengingat kembali semua kenangan masa kecil bersama Charles dan dia merasa sangat bersalah.

“Maafkan aku, Charles saudaraku. Aku telah menjadi iblis yang tidak kenal ampun. Aku telah membunuhmu secara tidak langsung dan aku menyesalkan semua perbuatanku. Seandainya waktu bisa terulang aku ingin bahagia bersamamu saudara kembarku.” Charlotte berkata dalam hatinya dan terus menangis. Hingga akhirnya dia meninggalkan tempat itu dengan penuh penyesalan.

Fin~

Terinspirasi dari:
Story Of Evil

Cerpen Karangan: Ariel Christian Johan
Facebook: facebook.com/profile.php?id=100004229251044

Cerpen Sang Kembar (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kasih Seorang Mama

Oleh:
Aku dilahirkan untuk mempunyai mama dengan satu mata. Dia sangat memalukan bagiku. Dia bekerja di tempat aku bersekolah. Dia berjualan di sana. Di suatu hari dia sempat menyapa di

Girl Without Fear

Oleh:
Jika kembali mengingat seberapa beruntungnya dia, ia akan menangis dan mengingat seberapa cengengnya ia dahulu. Cahaya lampu jalanan menerangi sisi gang. Wen berjalan melewati cahaya lampu yang samar. Wajahnya

Lookin’ For Ya (Part 1)

Oleh:
“Tidak ada yang lebih indah dari dua orang yang bertemu karena saling menemukan. Sama-sama berhenti karena telah selesai mencari.” Hari ini. Kutukan kembali terjadi pada tanggal yang sama setelah

Aku Menyesal

Oleh:
Pagi ini ku sambut dengan ceria karena nanti pukul 9.00 aku akan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi dengan menggunakan beasiswa yang ku dapat. Rencananya aku

Penyesalan Dan Rindu Yang Tak Berujung

Oleh:
Aku termenung sendiri di kursi kesayanganku. Menyesali kejadian 3 tahun lalu yang telah kulakukan padanya. Saat itu aku memutuskanya tanpa alasan tapi entah mengapa aku selalu menyesalinya dan selalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *