Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Linangan Air Mata

Tersenyumlah. Menangislah. Ketika tangan ini tak lagi bisa menggenggam tanganmu. Aku tahu kau marah, bingung, sedih. Tidak. Kau tak usah marah, bingung, sedih. Kau harusnya bahagia. Relakan aku pergi atas nama cinta. Aku...

Izinkanlah Dia Menjadi Miliku Sehari

Ada seorang cewe yang di fonis penyakit kanker yang sudah parah bahkan ia hanya mempunyai sisa hidup 24jam.. ia pernah berangan akan menjalani sisa akhir hidupnya dengan si cowo itu yang sangat ia cintai dan tak lain mantan...

Pahit

Jalan berliku telah ku lalui, namun tak pernah kutemukan sosok lelaki seperti dirimu. Sosok yang membuatku merekah layaknya bunga anggrek yang putih dan terlihat suci. Bukannya aku menyerah. Aku hanya pasrah dengan keadaan...

Aku Menyusulmu Sahabat

Dear my best friend, Nayla Nay, mungkin kamu sudah melupakan aku yang sudah menjadi sahabatmu. Tapi aku tidak akan pernah melupakan kamu, sahabat. Aku tau, dengan kehadiranku disini, hanya akan membuatmu marah. Hingga suatu...

Duka Mentari

“Tari, kami turut berduka cita ya atas wafatnya mamamu.” Ilham mewakili teman-teman sekelas Mentari mengucapkan bela sungkawa. Mentari yang biasa dipanggil Tari pun mengangguk dengan lirih. Teman-temannya memaklumi dengan...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply