Selalu Merindukanmu, Gantengku Yang di Surga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 4 October 2015

Panggil saja aku Eci. Sangat ingat, saat itu aku sedang terbaring lemas di kamarku dengan jarum infus yang menancap di tanganku. Ya, saat itu memang aku sedang sakit -typus. Karena kebetulan Mamaku seorang perawat jadi diputuskan untuk diinfus di rumah saja. Lemas dan bosan memang menghabiskan waktu hanya dengan berbaring, namun terkadang senyum terlihat di bibirku ketika handphone-ku berbunyi. Aku merasa sangat senang ketika ada sms dari si ganteng, ya begitulah sering ku sapa dia. Arry Edwyana namanya, Arry selalu menyempatkan dirinya untuk sms Eci di tengah kesibukan kerjanya.

Semakin hari kita semakin dekat, walaupun hanya ditemani lewat sms aku sangat senang dan merasa nyaman dengan semua perhatiannya. Sampai akhirnya pada suatu malam ketika aku sedang nonton tv dan masih degan jarum infus yang menancap di tanganku handhone-ku berbunyi dan ternyata si ganteng yang sms. Betapa terkejutnya aku ternyata Arry mengatakan cintanya.
“Arry sayang kamu ci, mau gak kamu jadi pacar Arry?” Gak nyangka ternyata Arry secepat ini nyatain cintanya. Tapi jujur seneng banget ternyata Arry sayang sama Eci. Gak langsung Eci bilang, “iya” karena Eci rasa masih terlalu cepat. Dan akhirnya Arry bilang, “Arry bakal tunggu kamu ci.”

Beberapa hari kemudian, aku masuk rumah sakit karena sakitku yang tak kunjung sembuh. Akhirnya aku dirawat di rumah sakit. Hari pertamaku masuk RS aku tidak sempat untuk membuka handphone. Pagi harinya ku lihat banyak sekali sms dari Arry, dia sangat khawatir dengan keadaanku. Sangat terharu aku membaca semua smsnya. Aku balas smsnya dan aku bilang kalau aku masuk rumah sakit. Dia merasa terkejut dan ingin cepat bertemu. Kebetulan dia bekerja di luar kota. Karena bosan aku mencoba untuk online facebook di hp-ku, aku lihat di beranda penuh dengan status dari Arry yang isinya sangat mengkhawatirkanku.

Arry sms aku dan bilang bahwa lusa dia akan pulang karena ada hunting bersama-sama teman-temannya. Kebetulan dia mempunyai hobi fotografi. Tepat di hari itu Arry menepati janjinya, dia datang ke rumah sakit menjengukku padahal acara hunting belum selesai. Dia datang sambil membawa kue. Di sana kita gak cuma ngobrol berdua, ada Mama Eci juga di situ. Arry menatapku dengan indah sekali. Setelah berbincang lama akhirnya Arry kembali hunting dan aku beristirahat.

Keesokan harinya Arry kembali pulang karena harus bekerja lagi. Setiap pagi hpku selalu berbunyi, dan dengan isi sms yang sama dari Arry.
“pagi cantik.” Ketika hari itu aku harus kembali diambil darah untuk mengecek perkembangan keadaanku, Arry selalu memberiku semangat.
“semangat ya ci, cepet sembuh. Makan yang bener yang banyak, obatnya dimakan.” sms sederhana tapi sangat membuatku bahagia.

Sampai pada siang itu Arry tepat tanggal 7 oktober 2011 Arry sms aku.
“Arry kangen banget sama kamu ci, malam minggu Arry nginep di RS ya?” Dan aku mengiyakan keinginannya itu. Arry ingin aku cepat sembuh katanya Arry pengen foto berdua sama Eci dia sampe bilang gak apa-apa foto di rumah sakit juga. Malam harinya Arry kembali menanyakan jawabanku atas cintanya namun aku bilang, “nanti ya dijawabnya kalau ketemu.”

Malam minggu tepat tanggal 8 Arry kembali pulang namun dia tidak langsung menemuiku, Arry pulang dulu ke rumahnya. Ketika dia sms memberitahuku bahwa dia akan pergi ke rumah sakit, aku membalas smsnya dan melarang dia untuk pergi karena pada malam itu hujan turun. Aku bilang, “Arry temenin Ecinya besok aja ya hari minggu kan sekarang hujan.” Walaupun Arry tentunya kecewa, dia mengiyakan pintaku itu. Kita kembali melanjutkan smsan, sampai dia bilang ingin menelponku namun tidak aku angkat karena tidak enak Mamaku berada di sampingku dan telah tertidur.
Arry tetap bilang, “Arry telpon ya sebentar aja.” dan sms itu menjadi sms terakhir Arry malam itu tepat pukul 21:21. Karena dia tidak membalas smsku yang terakhir, mungkin sudah tidur pikirku.

Keesokan harinya aku menunggu kedatangan Arry, namun tidak seperti biasanya tidak ada sms ucapan selamat pagi darinya untukku. Sampai siang Arry tak kunjung datang ke rumah sakit, aku terus mencoba menghubunginya. Sungguh aneh nomor hp-nya pun sejak pagi tidak aktif. Betapa kecewa dan sedihnya aku ternyata hari itu Arry tidak datang padahal dia sudah janji akan menemaniku.

Senin pagi emil teman Arry sms aku dan bertanya.
“ci masih di RS?” masih jawabku.
“udah denger kabar belum?”
“kabar apa mil?”
“Arry ci, Arry meninggal.”
“Bohong, emil bohong kan sama Eci?”
“beneran ci coba aja kamu buka facebook Arry.”

Benar saja ketika aku buka facebooknya, telah banyak orang memberikan ucapan bela sungkawa. Sungguh aku tak percaya hatiku hancur. Dalam keadaan sakit aku menangis sekencang-kencangnya hingga terdengar ke luar kamarku di RS itu. Aku dipeluk dan ditenangkan oleh Mamaku. Betapa sedihnya aku saat aku melihat foto Arry yang terbujur kaku yang di upload oleh temannya.

Ternyata malam itu Arry tidak diam di rumah, ternyata malam itu Arry sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menemuiku. Namun karena aku melarangnya, akhirnya Arry pergi ke rumah temannya dan curhat tentang isi hatinya untukku. Dalam perjalanan pulang ke rumah Arry mengalami kecelakaan motor. Arry dilarikan ke rumah sakit, namun rumah sakit yang berbeda denganku. Arry terluka namun anehnya dokter memperbolehkannya untuk pulang. Ternyata hari minggu dia tidak datang karena dia ada di rumahnya menahan sakit. Awalnya dia bertahan, namun Arry mengalami pendarahan dan kembali dibawa ke rumah sakit. Ya Allah tidak menyangka tepat tanggal 10 oktober, Arry pergi Arry pergi untuk selama-lamanya.

Saat itu aku tidak bisa berbuat apa-apa karena keadaanku yang masih dirawat. Akhirnya, satu minggu setelah aku ke luar dari RS, aku pergi ke rumahnya. Saat aku datang, Mamanya langsung memelukku. Aku menangis dalam peluknya, hatiku semakin sakit saat Mama Arry bercerita kalau Arry tidak biasanya sering pulang ketika bekerja, hanya untuk bertemu deganku dia pulang.

Aku sedih aku kehilangan gak ada lagi ucapan selamat pagi itu, namun aku merasa Arry selalu melihatku dari sana. Aku selalu merasa kalu Arry akan sms aku. Kalau hati ini sedang marah terkadang aku bilang, “coba aja Arry nurut buat enggak pergi ke RS, mungkin ceritanya gak akan kaya gini.”

Temen Arry yang pada malam itu didatanginya, akhirnya mengatakan padaku semua curhatan Arry.
Katanya, “ci, Arry itu beneran sayang sama kamu, Arry itu nunggu jawaban kamu ci.” Ya Allah, Arry pergi sebelum sempat aku menjawabnya. Niatku untuk menjawabnya di malam minggu itu akhirnya membuatku menyesal.
“Arry, Eci juga sayang sama Arry. Eci mau jadi pacar Arry.” Kenapa Arry ninggalin Eci, sms itu menjadi sms terakhir.
Betapa terkejutnya aku, ternyata sebelum kejadian itu, Arry sempat membuat status yang bunyinya.
“sesuatu yang terhormat bisa mengenal dan dekat denganmu. Tanpa rasa terpaksa saat ini aku menunggumu Eci untuk rasa yang sama.”

Arry akhirnya kamu menunggu Eci di sana, yang tenang yaa ganteng di surga. Sekarang udah berlalu 3 tahun, tapi Eci masih selalu ingat kamu Eci kangen banget. Nanti Eci datang ke makam ya. I love you, sayang.

Cerpen Karangan: Yesi Yuanita
Facebook: Yesi Yuanita

Cerpen Selalu Merindukanmu, Gantengku Yang di Surga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


DayDream

Oleh:
Covering my ears to listen to you Shutting my eyes to imagine you You have slowly become blurred, You have slowly left me in the unstoppable memories – Daydream

Manja

Oleh:
“Ayo Bay sms aku” gumam Deby pelan. Jam yang menempel di dinding kamar Deby menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Matanya sudah tak kuasa menahan kantuk. Deby sengaja tidak tidur

Aku Menyesal

Oleh:
Namaku Rara saat itu aku masih duduk di bangku SMP kelas 2. Aku punya sahabat namanya Alen, ia selalu mendengar curhatanku. Tanpa ku sadari aku mengagumi sahabatku itu. Hari

Suci, Hidup Tak Selayak Nama

Oleh:
Suci namanya. Seorang gadis mungil berparas ayu, berusia 23 tahun. Ia telah hidup sebatang kara di ibu kota sejak usianya baru menginjak 18 tahun. Hidupnya berubah semenjak kepergian kedua

Semesta

Oleh:
“Aku tak menyukaimu.” Lagi, lagi Dera menyangkal perasaan yang selama empat bulan ini bergelut sendirian di hatinya. Pria tersebut memincingkan matanya, mencari bukti bahwa apa yang diucapkan gadis itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Selalu Merindukanmu, Gantengku Yang di Surga”

  1. regzi amalia says:

    seru kak tau gak eci itu namaku teruz arry itu nama pacarku
    ciuz kak…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *