Sesal Tak Terduga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 5 May 2016

Hujan tak surut terhenti, suara petir pun terus menggelegar. Hujan semakin mendinginkan badan, apalagi jika sampai harus menunggu hujan itu reda. Iya cerita ini dimulai ketika hujan turun di sore hari, ketika pulang sekolah. Sebut saja namanya Dilla, ia dari tadi kesal menunggu kekasihnya bernama Ardan tak kunjung datang menjemputnya. Padahal ia sudah mencoba menghubungi Ardan tapi tetap saja tak ada jawaban sedikit pun. Berjam-jam berlalu, akhirnya hujan pun reda dan sebagian teman-teman dila sudah bergegas pulang. Namun dila masih saja duduk di bangku halaman sekolahnya, ia pun mencoba tetap sabar menunggu meskipun sekarang hari sudah larut. Karena tak kunjung datang juga, ia langsung nekat pulang sendiri dengan hati kesal dan kecewa.

Dila berlari-lari dengan mata menangis. Untungnya masih ada angkutan umum, lalu ia pun naik. Dan dalam perjalanan, ia berniat akan memutuskan Ardan setelahnya sampai di rumah. Setelah sampai di rumah, ia pun langsung menangis drastis tiada henti dan merobek-robek foto Ardan. Lalu niatan ia memutuskan Ardan kesampaian, ia mengirimkan pesan singkat kepada Ardan tentang niatan putusnya dan berharap menunggu balasan darinya. Tapi argh tetap saja tak ada satu pun balasan dari Ardan. Kesal menunggu, dila pun ketiduran. Tak lama dari tidurnya, suara ponsel dila berdering bertanda ada yang meneleponnya.

Dila pun mengangkatnya dengan nada lesu, dan ternyata dia telepon itu adalah seorang ibu-ibu yang tak lain adalah ibunda dari Ardan, yang mengatakan bahwa Ardan telah meninggal di tempat kejadian ia kecelakaan. Brug! Ponsel Dila pun jatuh, bersamaan dengan hati Dila yang tak karuan, dan ia menangis kembali, ia merasa sangat menyesal telah memarahi dan memutuskan Ardan. Dan kini ia benar-benar kehilangan sosok orang yang sangat dicintai juga disayanginya. Ardan kecelakaan ketika dalam perjalanan menjemput Dila. Dila pun terdiam sendiri dengan ratapan kosong di kamarnya. Dan keesokan harinya ia berjiarah ke makan Ardan, dengan air mata yang tak terbendung, dengan perasaan sesal tak terduga.

Cerpen Karangan: Asep Mugni
Facebook: Deas Mugni
Nama lengkap: Asep Mugni Munggaran
Alamat: Kota Majalengka

Cerpen Sesal Tak Terduga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love Isn’t Perfect (Part 2)

Oleh:
Aku tahu siapa orang ini dan pikiranku selalu memunculkan pertanyaan-pertanyan. Dia terlihat keren dan tampan malam ini dengan kemeja panjang kotak-kotak berwarna biru muda yang sengaja keseluruhan kancing depannya

Juara Pertama Untuk Ibu

Oleh:
Terdengar suara orang yang sedang membuka pintu, dan ternyata itu adalah ibuku. Adikku yang sangat gembira menyambut ibuku yang sudah pulang dari kantornya. Dan dia memberikan sebuah kado untuk

Pahit

Oleh:
Rasulullah Saw, bersabda, Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia

Hari di Awal Ketiga

Oleh:
“kring.. kring.. kring” Suara jam beker kolot itu membangunkan tidur malamku yang kelam. Huh, suara nyaringnya membuat telingaku sakit, lalu reflek kubuang jam beker itu entah kemana dan bergegas

Cinta Yang Ditelan Bumi

Oleh:
Balon warna–warni hiasi ruangan besar nan megah. Tampak pemandangan makanan dan minuman yang memang sengaja disiapkan untuk para tamu. Serta kue bertuliskan “Happy Bithday CINDY” dan angka 21 terbuat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *