Seuntai Kata Maaf

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 2 May 2017

Jika ada sebagian waktu yang bisa kuulang kembali, maka izinkan aku mengulang semua waktu yang pernah kumiliki denganmu. Aku menyesali akhir kisah kita yang tak seindah kita impikan. Aku sadar aku tak pantas meminta dan menerima kesempatan kedua darimu. Karena olehku, hatimu menjadi teramat sakit. Aku wanita bodoh yang dengan sadar menghancurkan mimpiku sendiri, wanita bodoh yang tak pernah bisa puas dengan yang kau berikan. Ya aku tak puas pada cintamu saja, aku tak puas pada rasa sayangmu saja. Aku ingin lebih, aku inggi yang lebih darimu hingga aku berpaling pada yang lain dan melukai hatimu.

Terlambat memang, untuk mengakui aku butuh kamu, lebih dari aku membutuhkan udara untuk bernapas. Terlambat memang untuk mengakui bahwa kamu segalanya bagiku, takkan ada yang mampu menggantikan kamu di hatiku dan takkan ada yang mampu memberiku cinta yang berbeda, seperti yang kamu berikan padaku.

Jangan salahkan Tuhan atas segala yang terjadi di antara kita, kumohon jangan. Tuhan begitu baik, hingga ia menjaukanmu dari wanita jahat sepertiku. Jangan juga kau salakan dirimu, karena semua yang terjadi bukan karena dirimu atau dirinya tapi sepenuhnya semua salahku. Kamu lelaki baik, sangat baik yang cintamu kukhianati lalu kusesali sekarang. Mataku harusnya tertuju padamu saja, hatiku harusnya menyimpan namamu saja.

Kini kisah kita hanya menjadi sebuah memori, yang mungkin selalu membawamu dalam kenangan pahit tentangku.
Maaf. hanya seuntai kata maaf yang mampu kuucapkan padamu. Aku tau meski hatimu selembut sutra, memaafkanku bukanlah hal yang mudah. Tak apa, aku tau aku tak pantas utuk menerima maaf darimu. Namum kau pun harus tau aku terluka oleh duri yang kutancapkan pada hatimu. Aku terluka oleh api yang kumainkan di belakangmu.

Terima kasih utuk kenangan manis yang kau berikan, utuk cinta yang kurindukan sekarang. Aku yakin hati tulusmu akan membawamu pada cinta sejatimu yang takkan sesakit kisah kita. Baik aku, kau, maupun dia hanya akan memjadi kisah pahit yang kan membawaku pada sebuah kesetiaan. Jangan jadi sepertiku, jika kau ingin membalas rasa sakitmu. Cukup pergi dariku, lupakan aku seolah aku tak pernah ada, temukan cinta sejatimu dan bahagialah bersama dia. Karena dengan itu saja kamu sudah membuatku tak bisa benapas, dan aku siap utuk menahan segala lukaku. Aku pantas untuk menerimanya.

Maaf…

Maafkan aku…

Cerpen Karangan: Alita Yulli
Facebook: Alitha yulli
saya alita seorang mahasiswi akuntansi di sebuah universitas di bali. Menulis adalah hobi saya saat duduk di bangku sekolah dasar tapi saat kuliahlah saya punya inggin menekuni hobi itu kembali. Semoga cerita saya menyenangkan

Cerpen Seuntai Kata Maaf merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tinggal Kenangan

Oleh:
Setelah beberapa bulan yang lalu suatu masalah merenggangkan hubungan indra dengan citralia, kini sampai sekarang mereka tak lagi terlihat dekat. Malah mereka lebih terlihat seperti musuh, jika bertemu atau

Takdir (Part 2)

Oleh:
“Hai Kalila! Selamat pagi.” Sapa Kania saat Kalila memasuki kelasnya. Ada seseorang di samping Kania, menggandeng erat tangan Kania. Dia adalah kekasih Kania, Rendy Prasetya Wiratama. Dua hari yang

Cinta Lama Bersemi Kembali (Part 2)

Oleh:
Saat itu pikiranku tak tentu arah, kebahagiaan aku sirna dalam sekejap seakan tak ada lagi yang tersisa, tak tau apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikan semangat hidupku. Berhari-hari

There’s a Rainbow Always After The Rain

Oleh:
00:23 Handphone ku bergetar… ternyata dia, Dalam keadaan sedikit tidak sadar, rasa itu muncul kembali membuatku terpaksa menerima panggilan telepon itu, terdengar suara sedikit serak yang sangat akrab ditelingaku

Alun Alun Jingga

Oleh:
Aku memerangi dingin pisau yang menjelajahi tubuhku meski sempat berfikir menyerah akan lebih menenangkan, tapi tidak karena kau menggenggam tanganku di ujung cahaya, bukan ruang operasi juga bukan jas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *