Sms Terakhirku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 9 February 2015

Mungkin inilah ujian hidupku di dunia, hidup yang serba ada namun keterbatasan kesehatan tak memihak padaku, aku mengidap penyakit leukemia mulai SMA yaitu sekolah menengah atas, aku terlahir dari pasangan Ardila natasya dan Hadi cahyono, aku pun juga mempunyai 2 orang kakak, yaitu kakak laki laki yang bernama Mada ario wahyu natasya dan Nadya flarenza natasya panggilannya rio sama nezya, nezya itu singkatan dari nadya flarenza, 2 orang kakakku ini adalah saudaraku yang paling beruntung dari pada aku, bagaimana tidak mereka sudah pintar cantik gagah serba ada dan serba sehat, namaku juga hampir sama dengan kakakku yaitu airene seivrissca natasya, natasya diambil dari nama nenekku yang nama panjangnya Dasti natasya dan taufik zauza, hidupku pun juga tak hanya di kota kelahiranku saja namun aku dari TK – SMP aku berada di kota orang dan SMA – KULIAHKU berada di kota malang serta kota kelahiranku adalah kota Jakarta,

Tak cukup sampai sini, hingga pada suatu hari “ren selamat yaa masuk 10 besar mahasisiwi berprestasi,” jawabku penasaran “ahh yang bener pak Cuma bohong kan pak” “nggak kok ini tanpa rekayasa atau yang lain memang benar ini” aku spontan shock senang “terima kasih ya allah makash atas karunia yang kau turunkan pada diiku”.

Kata orang hidupku adalah sebuah keistimewaan bagaimana tidak ayahku bekerja di sebuah direktur dan mamaku adalah mantan dosen. namun apalah yang terjadi tubuhku banyak penyakit yang membbuat orangtuaku sedih. aku juga mempunyai seorang sahabat yang selalu ada untukku namanya saschya, kekasihku adalah anak SMA kelas 2. yang ku ketahui dari kepribadian dia, dia adalah anak yang baik, rajin sholatnya selalu ada buat aku, selalu kasih aku support apabila aku menginginkan sesuatu yang membuatku baik dan membuat dia bahagia, aku bangga atas apa yang dia lakukan ke aku memberikanku kasih sayang, aku sayang mama papa kakakku juga someone ku, dia bernama aditya,

Bulan demi bulan ku jalani semua dengan senang hingga tiba saatnya kita harus berpisah, perpisahan hal spele gara garanya, hanya karena aku tak menginginkan dia mengikuti duta wisata. tapi dia membangkang apa yang tak aku inginkan dia terus bilang ke aku bahwa dia ingin membahagiakan orangtuanya lalu aku. okelah aku masih belum teima dengan keadaan ini, dia pun tak ingin meninggalkanku.

Setelah hari itu akan memulainya karantina duta wisata aku selalu berpesan jaga kesehatan, namun tak ku sangka bahwa dia sudah memiliki wanita lain, yang tak ku sangka itu adalah murid ibunya sendiri, betapa perih hati ini mengetahui semuanya, betapa sakit dan rasa tak kuat menahan air mata ini, fikirku dia hanyalah main main terhadap semua ini aku ditinggalkan seorang diri demi kebahagiaannya aku sabar dan iklas menerima semua cobaan ini, tapi hati dia semakin hari semakin sekeras batu, dia tak pernah tau apa yang aku rasakan saat ini, dia hanya mementingkan kebahagiaan dia saja, aku sabar dengan perselingkuhan ini.

Lalu semakin hari dia sepertinya sudah tak membutuhkanku lagi dia semakin menjauh dari aku lalu dia mengirim sebuah sms terhadapku “jangan hubungi aku dan semua yang bersangkutan dengan aku selamanya” aku hanya bisa meneteka air mata, sejahat itukah orang yang aku banggakan selama ini dan sekejam itukah orang yang selalu aku sayang selama ini, mungkin ini adalah kebahagiaan dia untukku menjauh darinya. lalu aku menjauh darinya dan aku mengirimkan sebuah sms untuknya, aku sayang sama kamu akan ku jaga rasa sayang ini untuk selama lamanya sampai nati aku tak bernafas dan sampai nanti kamu tiada juga, cintaku hanya untukmu, you not be replaced and you last love me baby, aku menyayangimu, namun tak pernah ada balasan darinya,

Namun ujian ini tak aka pernah berhenti, kakakku nezya (nadia flarenzya) mengidap kanker hati yang bagaimana dia membutuhkan hati untuk kelanjutan hidupnya, aku tak tega melihat keadaannya seperti itu, lalu aku berjuang membuatnya sembuh. dan aku siap memberikan hatiku untuknya. aku tak ingin suami serta anaknya menangiis karena kakakku nantinya tak selamatkan aku hanya menitipkan sebuah surat “kakak jaga kesehatan ya, karena sebagian dari anggota tubuhmu adalah anggotaku juga, dan aku bangga bisa menyumbangkan hati ini untukmu kakak”, nezya tak menyangka bahwa dia bisa hidup kembali dengan sehat karena adiknya, dan tuhan telah memanggil natasya, betapa pedih hati seorang kakak, masih ada adik yang baik seperti natasya, namun sayang hidupnya hanya dipenuhi dengan air mata, dan aditya pun mengirim sms ke nomor natasya “aku pengen kamu jaga kesehatan aja, aku gak pengen kamu sakit dan hatiku udah dimiliki orang lain, maaf sya” apalah jadinya allah sudah mengambil natasya untuk kembali ke pangkuannya dan kakaknya bilang “jangan hubungi natasya untuk selamanya dan semua yang bersangkutan dengannya karena natasya telah tiada” adi pun hanya bisa menangisi semua keadaan ini. adit pun baru menyesal “ya allah ternyata sms yang tak pernah aku balas itu adalah sms terakhirnya”

Kesimpulan: sayangilah orang yang kamu sayangi selagi dia masih ada dan jangan menunggu maut menjemputnya baru engkau membalas rasa sayang itu, sungguh kamu baru akan merasakan kehilangan jika itu benar benar terjadi

Cerpen Karangan: Naya Ramandana
Facebook: Naya Naeya Naeyo Ramandana

Cerpen Sms Terakhirku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tinggal Kenangan Saat SMA

Oleh:
Cerita ini berawal saat saya masuk SMA tepatnya kelas sepuluh semua berawal saat seseorang pelajar perempun pindah sekolah dari pandeglang ke tangerang ya kira-kira akhir pelajaran semester lah, tapi

Aji Kekasihku

Oleh:
Sudah pukul setengah lima subuh, dan aku sedang bersiap-siap. Aku akan pergi ke Bukit Allest, berlari menyusuri jalan menuju bukit bersama kekasihku, Aji. Aku keluar dari rumah, mengenakan kaos

Tak Mau Lagi

Oleh:
Sakit… sakit dan sakit!!! Perih hati tergores sembilu tajam. Mati rasa ini. Ku ingin tenggelamkan segala cerita cinta dengannya di Samudera Pasifik. Ku banting hati dan segala janji manisnya

Satu Tubuh

Oleh:
Di suatu desa yang terkenal dengan keasrian, keindahan bunga-bunga indah yang banyak tumbuh di kampung itu ternyata tumbuh pulalah seorang gadis yang sungguh kecantikannya bagaikan bunga yang paling indah

Burung Kertas

Oleh:
Di pagi ini langit dihiasi embun-embun yang membuat hati sejuk. Ketika matahari belum sepenuhnya menampakkan wajahnya dia harus pergi ke kebun teh yang begitu luas untuk menyambung hidup. Hanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Sms Terakhirku”

  1. nur atika says:

    Ceritanya bagus banget. Aku sampai nangis bacanya.
    Lanjutkan cerita yang bagus ini

  2. Kartika Shafira Andini says:

    Salut, Cerita nya sedih banget.. 🙁

  3. maritza hasni utami says:

    bagus lanjutin lah bagus top….!!!^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *