Sudah Terlambat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 April 2018

“Maaf kak, Adek gak bisa terima permintaan kakak yang kakak kirim lewat Facebook itu. Maaf banget kak” Dengan perasaan bersalah dan keraguan pun terpaksa aku lontarkan kalimat itu kepadanya. Ya, dia. Dia adalah Ryan sosok senior sekaligus Ketua Osis dimana aku bersekolah.
“Ya, gak apa-apa kok, Dek”

Entah mengapa aku harus menolak semua itu. Aku memang menyukainya, tapi aku tidak berpikir untuk memiliki sepenuhnya. Aku sungguh bingung mengapa aku harus menolak semuanya. Seketika timbul rasa penyesalan dalam diriku ini. Herannya dia tidak begitu kecewa terhadap sikapku ini.

“Kak, kita masih bisa jadi teman kok. Kalau kakak mau BFF juga bisa”
“Iya, boleh juga Dek”

Hari berlalu semenjak aku menolaknya. Tetap saja dia menyakan kabarku. Kami mulai mengobrol mulai dari hal yang tidak penting sampai hal yang penting. Aku kembali mempunyai rasa yang erat padanya. Tapi, sudah terlambat… Dia telah memiliki kekasih alias pacar.

Hot news pun datang dari kedua sahabatku.
“Sil, Loe tau gak Kak Ryan sama pacarnya itu udah lama pacaran lho.” Kata salah satu sahabatku.
“Iya, Sil. Katanya dari sebelum kita masuk ke sekolah ini” sambung lainnya
“Oh, ya? Biarain ajalah dia juga udah gue tolak” Dengan santai aku katakan itu kepada dua sahabatku yang bahkan juga didengarkan oleh teman teman sekelasku.

Sebenarnya aku sangat menginginkannya kembali. Aku ingin mengenalnya lagi. Tapi, Tuhan berkehendak lain.

SUDAH TERLAMBAT

Cerpen Karangan: Silvia Indriani
Facebook: Silvia Indriani
Instagram:
@its_silvia_idr
@silvi_via_silvia

Cerpen Sudah Terlambat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Baru Aku Tahu

Oleh:
Jam menunjukkan pukul 12.45. Para siswa dipulangkan untuk kepentingan rapat guru mengenai efektifnya kurikulum baru. Aku dan Fahmi memilih untuk berdiam dahulu di sekolah karena di luar hujan sangat

Aku Bukanlah Segalanya

Oleh:
“Titt… Tiitt!” ku raih segera handphoneku yang lagi nagkring di meja belajarku, ku buka segera sebuah pesan singkat di layar handphoneku. From: Faza Hai Neisya?, met pagi ya:D! Huft,

Gak Bakat

Oleh:
“Gak ngerti Bahasa Indonesia, ya?”, kata Cia marah kepada Riko yang dari tadi terus saja memaksanya untuk menyolder timah pada papan kerja elektronika mereka. “Ayo dong. Kamu kan pinter.

Dialah Kesunyian Ku

Oleh:
Apakah kalian tahu bagaimana rasanya mencintai dalam kesunyian? Inilah yang aku rasakan. Aku mengaguminya sejak lama, tapi tak ada seorang pun yang tahu bahwa aku menyukainya. Apa yang bisa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *