Surat Dari Miara

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 1 August 2020

Dinginnya pagi masih terasa di setiap sudut ruangan itu, seorang pria terbangun dari tidurnya mencoba menenangkan diri, entah apa yang membuatnya terbangun sepagi ini. Sepucuk surat berada tepat di sampingnya, ia duduk di tepi kasur dan membuka surat itu.

Untuk Raflan, lelaki pertama dan terakhirku…

Aku sungguh berterima kasih kepada tuhan karena saat ini kau sudah membaca kalimat pertama dari surat ini, untuk tiap kalimat yang ada hanya kutujukan untukmu. Hadirmu adalah kebahagiaan yang kurasakan, itu benar bahwa berada dekat denganmu tak pernah sesekali ada rasa sedih dan kekecewaan yang kudapatkan, kau sungguh mencintaiku.

Pernah aku bertanya, lelaki tampan bergemilang harta sepertimu mengapa kau menginginkan gadis sepertiku yang hanya seorang anak pembantu di rumahmu dan aku ingat jawabanmu itu “karena ini cinta”. Cinta memang tak pernah mengukur seseorang hanya karena seseorang lemah atau kuat, bagi kita cinta hadir saat seseorang semakin dekat dan merasa nyaman.

Maaf jika hari ini aku tidak membangunkanmu ataupun heran saat tidak melihatku di dapur, di kebun, dan jangan pernah datang lagi di kamar yang dikhususkan untuk para pembantu rumahmu terutama kamar ibuku, tentu ada sebab aku melarangmu. Asal kau tau saja aku sering mendapat perlakuan buruk dari ibumu setelah kau menemuiku untuk sekedar menanyakan kabar atau mengobati rasa rindumu. Aku memintamu agar tidak mencariku lagi dan menanyakan kabarku, sudah cukup untuk kau tahu apa yang terjadi padaku tapi aku mengkhawatirkan kau tidak akan bisa lagi mengobati rasa rindumu atas luka yang kubuat.

Saat ini kau pasti bertanya-tanya bahwa luka apa yang telah kuperbuat padamu, yang jelas cepat atau lambat dirimu akan tahu luka yang sebenarnya jika kau melihat keadaanku saat ini, jangan membuat dirimu salah dalam hal ini karena aku tahu kau adalah kebenaran, lelaki yang paling jujur dan berani mencintai gadis biasa dan sederhana sepertiku.

Sembuhkanlah luka yang kubuat dengan menjadikan pelajaran paling penting dari hatimu bahwa mencintai bukan hal yang salah dan jangan buat cintamu mati karena cintaku, jangan buat cintamu berhenti di hatiku saja, bukalah hati yang baru untuk seseorang yang baru dan terpenting seseorang yang sesuai kenginginan ibumu.

Sungguh sangat sulit bagiku menuliskan kata demi kata di surat ini. Ini merupakan bukti tertulis dari cintaku untuk lelaki yang sangat kucintai, selama nafas terakhirku pun aku masih memikirkanmu. Maafkan aku karena tak sengaja mendengar percakapanmu dengan ibumu semalam, aku tahu haram bagi ibumu merestui pernikahan yang akan kita jalani.

Dari Miara, kekasihmu.

Raflan tak ingin menahan diri, ada ribuan pertanyaan yang ingin diberikan kepada Miara kasihnya. Raflan segera mencari Miara di luar kamarnya. Langkah Raflan tiba-tiba saja terhenti saat ingin membuka pintu kamarnya, teriakan ibu Miara dan pembantu lainnya diiringi suara derai tangis dari beberapa orang menerkam kesunyian di dalam kamar Raflan kala pagi itu. Raflan tak kuasa lagi menahan dirinya untuk segera mencari Miara dan membuka pintu kamarnya. Belum sepenuhnya Raflan keluar dari kamarnya ia tersungkur bersamaan rasa sesak di dadanya, Raflan melihat beberapa pembantu mengangkat tubuh seorang wanita yang ia sangat kenal tak lain adalah Miara cintanya dan seutas tali tambang di lehernya yang menjadi saksi bisu untuk kematiannya.

Beberapa hari setelah pemakaman Miara, anakku Raflan menderita gangguan mental membuatnya harus berada di rumah sakit menjalani masa-masa pemulihan disana, aku sangatlah menyesal dengan keputusanku yang tidak merestui hubungan mereka. Jika ada seseorang yang harus disalahkan akulah orangnya, penyebab kematian Miara yang mati di kamar ibunya.

Saat itu ketokan palu dari hakim menjadikanku seorang yang benar-benar bersalah. Kini hanya tembok dan jeruji besilah yang setia mendengar ceritaku tiap malamnya, sebuah karma memang benar adanya jika tidak merestui hubungan dari sepasang kekasih yang sangat mencintai. Andaikan aku merestuinya, aku akan duduk diam di rumah menyaksikan keduanya hidup bahagia.

Cerpen Karangan: Andi Muh. Saleh
Blog / Facebook: Andi Aso
Nama saya Andi Muh. Saleh, biasa dipanggil Andi Aso. Pernah menempuh pendidikan di SMP Neg. 11 Maros Baru dan telah duduk dikelas 2 di SMA PGRI DISAMAKAN MAROS 🙂

Cerpen Surat Dari Miara merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabatku (Kimi dan Mike)

Oleh:
Pada suatu hari ada seorang wanita yang cantik dia bernama Mike, dia bersekolah di SMP MUHAMMADIYAH 15. Mike orangnya sangat sombong dan pelit. Dia selalu suka pilih-pilih teman, jadi

Cinta Tapi Beda

Oleh:
“Sekarang bagaimana?” tanyaku sambil menatap ke arahnya, yang sedari tadi menunduk, dia terhenyak dan mengangkat kepalanya, bibir merahnya bergetar, rambutnya yang panjang terurai ke bawah menutupi paras cantiknya, aku

Aku Dan Gelar Sarjana Ku

Oleh:
Sudah separuh jalan ku tapaki, seiring panas matahari yang semakin membakar kulitku yang kecokelatan. Ku genggam map dalam tanganku, ku usap peluh yang mengucur lewat dahiku. Ku lepas pandanganku

Secangkir Rasa Kehidupan

Oleh:
Angin malam menyelimuti tidurku, dengan alunan daun-daun yang menari bersama hangatnya cahaya kesunyian. Malam ini tidak seperti biasanya, ku melamun menatap wajah sesosok bidadariku yang tergambar bersama kenangan-kenangan lalu.

Tak Mau Lagi

Oleh:
Sakit… sakit dan sakit!!! Perih hati tergores sembilu tajam. Mati rasa ini. Ku ingin tenggelamkan segala cerita cinta dengannya di Samudera Pasifik. Ku banting hati dan segala janji manisnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *