Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Home

Semburat warna merah dan biru bergradasi menghiasi langit. Burung-burung berterbangan mengantar sang raja langit ke tempat persembunyiannya. Lampu demi lampu mulai menyala menerangi jalanan. Orang-orang berlalu-lalang menelusuri...

Love Really Hurts (Part 2)

Untuk yang kesekian kalinya aku melirik jam tanganku. Sudah jam delapan malam. Fallen menyuruhku untuk datang jam tujuh tepat. Tapi sudah satu jam aku menunggu, tak muncul batang hidungnya juga. Aku mulai kesal dan hampir...

Satu Hati di Titik Terakhir

“tak pernah aku membuka hatiku untuk satu orang yang benar-benar tulus untukku, dapatkah aku mendapatkan satu hati itu di hari-hariku yang kusam dan tak berwarna ini. Satu hati saja yang dapat menbuka rasaku di titik terakhir...

Awal Pertemuan Kita

Pria itu melirik ke arahku, semakin nakal dan semakin aku ingin berkenalan dengannya. Aku bisa menangkap bening matanya walaupun dalam keremangan. Dia yang di seberang sana bersama teman-temannya itu terus melirikku. Sepulang...

Tidit…Tidit… (Part 1)

“Tidit… tidit..” Bunyi ponsel Luna terdengar menggema di udara. Ponsel itu ia letakkan di atas sebuah meja belajar di kamarnya. Ponselnya beberapa kali berdering mengeluarkan nada yang sama. Namun, Luna tidak meresponnya....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply