Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Awal yang Indah Akhir yang Indah

Sudah dua jam Shasi memandang langit di musim dingin yang berselimutkan kabut tanpa bergerak sedikit pun. Tanpa disadari air matanya jatuh perlahan mengalir di pipi chubbynya. Seakan-akan kabut itu pertanda sesuatu yang tidak...

Wedding Dress

Pagi itu mentari bersinar cerah, tak sedikitpun ia berhenti memancarkan cahaya. Aku duduk termenung sendiri pagi itu. Pandanganku memburu tajam pada sebuah cincin pernikahan yang kupegang. Tak berapa lama aku dikagetkan dengan...

Harusnya

~ Kau lebih dari sekedar bintang-bintang. Kau lebih dari sekedar sang rembulan ~ Suara Naga Lyla mengalun dari ponselku. Pertanda sebuah pesan baru masuk. Dengan cepat, jemariku meraih ponsel yang ada di sampingku. Besok...

Penyesalan

Hujan rintik tak jua reda, langit gelap tak jua sirna. Hari ini mendung, hari ini langit menangis pilu. Arlina juga menangis, hatinya semendung langit siang ini. Rasa sakit di dadanya tak mampu di tahan lagi, Arlina terlalu...

Awal Yang Terakhir

Aku ingin memiliki cinta hanya satu di dalam kehidupanku kelak. Aku ingin cinta itu abadi sampai dibawa mati. Aku ingin semua orang tahu kalau aku dan cintaku bersama untuk selamanya. Aku Adra, salah satu mahasiswa kampus...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply