Untuk Terakhir Kalinya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 29 July 2017

Malam ini udara ikut merasakan kebisuan diriku. Hingga aku tak mampu lagi merasakan dinginnya angin malam. Perasaan bersalah dan gelisah kembali menghantui diriku. Kuakui diriku memang pantas menerima karma ini. Karma yang sekian lama mengejar diriku. Air mataku kembali berderai mengingat nama pria itu” Karren”. Pria yang begitu mencintai diriku melebihi dirinya sendiri.

Ketika itu kami masih duduk di bangku SMA. Kita menjalin kasih selama 2 tahun lebih. Tapi apa yang terjadi? Ketika hubungan kami menginjak tahun ke-3 diriku mulai mencurigainya. Ya, aku dipengaruhi oleh saudara kembarnya. Aku tahu, diriku tidak sempurna. Namun, hal itu terjadi karena diriku dengan mudahnya mempercayai seseorang yang tidak aku kenal.

Saat itu, Darren saudara kembar Karren mendatangi kediamanku. Disaat itulah aku tidak menyangka bahwa dirinya bukanlah Karren yang aku kenal setelah kami menjalin hubungan selama 2 bulan. Aku merasa sangat bodoh, kenapa aku mempercayai orang ini sebagai kekasihku yang ketika itu berada di Kalimantan. Wajahnya sangat mirip bahkan tingkah lakunya juga bisa dikatakan sama. Aku tak menyangka bahwa sikap yang ia tunjukkan padaku selama ini hasil manipulasinya saja. Aku kira dirinya adalah Karren, bahkan semua hal tentang Karren dimilikinya. Justru hal itu yang membuatku semakin tak menduga bahwa dirinya adalah Darren. Waktu itu Karren mendatangi rumahku setelah ia lost contact denganku selama 4 bulan. Ia beralasan bahwa dirinya terlalu sibuk untuk menghadapai UN. Wajar saja saat itu aku masih duduk di bangku kelas X, sementara dia kelas XII. Usia kami hanya beda 2 tahun saja. Namun, pernyataan itu tak membuat aku mempercayai dirinya lagi setelah Darren mencuci otakku. Di mataku sosok Karren saat itu hanya pecundang yang tak tahu malu. Berani-beraninya ia menduakanku selama berada di Kalimantan.

Semua yang terjadi memang kesalahanku. Semua salahku. Bahkan orang yang baik pun mati karena perbuatanku. Betapa menjijikannya diriku ini. Dulu aku dikenal sebagai murid teladan, tapi setelah Darren masuk ke dalam kehidupanku semuanya berubah 180 derajat. Semua orang menjauhi diriku. Tak ada lagi yang mau berteman denganku. Hanya Darrenlah yang selalu menemaniku. Ketika aku sedang strees ia selalu mengajakku ke klab. Aku tak bisa menolak hal itu, karena saat itu aku mulai merasakan bahwa dunia malam mulai mengasikkan.

Darren memang berbeda dengan Karren. Aku tak peduli lagi walau diriku sudah mengetahui siapa Darren sebenarnya. Darren adalah saudara kembar Karren yang ingin membalaskan dendam ayahnya terhadap ibu Karren. Keduanya berpisah ketika berusia 5 tahun. Darren bersama ayahnya, sementara Karren tinggal bersama ibunya. Darren sangat membenci ibunya, karena ia berani selingkuh di belakang ayahnya. Hingga keduanya memutuskan untuk bercerai.

Betapa bodohnya diriku ini? Mengapa aku mau dibodohi oleh orang yang penuh dengan dendam ini? Kenapa diriku mau membunuh orang yang aku cintai. Bahkan Karren memperlakukan aku lebih dari orangtuanya. Tapi dengan sadisnya diriku bersama Darren menusuk dirinya dari belakang. Belati yang sangat tajam menusuk hingga ke relung hatiku. Ketika itu aku tanpa ragu menusuk punggungnya berulang-ulang kali sama halnya dengan hatiku saat ini.

Setelah itu terjadi diriku ditangkap oleh polisi, sementara Darren berhasil melarikan diri. Aku dipenjara selama 15 tahun. Tapi bagiku hukuman itu terlalu ringan untukku diriku yang sadis ini. Akulah yang sebenarnya selingkuh. Bukanlah dirinya yang selama ini selingkuh.

Setelah kebebasanku, diriku seperti orang gila. Tiba-tiba aku menemukan secarik kertas yang terselip di lemari kecilku. Di situ tertulis dengan jelas, apa maksud Karren tidak menghubungiku, maksud Darren mendekatiku, dan maksud Darren membalas dendam kepada Karren. Air mataku berlinang ketika mengetahui perkataan Darren yang selama ini penuh dengan kebohongan. Apa yang ia katakan padaku tidak sesuai dengan apa yang ditulis Karren. Selama ini Darren mengatakan bahwa ibunyalah yang selingkuh, tapi kenyataannya ayah Darrenlah yang meninggalkan Karren bersama ibunya.

Semua yang terjadi memang tak bisa dikembalikan. Tapi aku meminta kepada tuhan agar aku ikut bersama Karren. Bahkan aku juga memohon agar apa yang terjadi pada Karren dapat aku rasakan. Di malam yang sunyi ini diriku mulai membisu seperti angin yang ikut membisu bersamaku.

End

Cerpen Karangan: Rindina Yp
Facebook: Rindinayp

Cerpen Untuk Terakhir Kalinya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nino dan Coklat

Oleh:
Masa kecil nino berkecukupan, anak orang kaya. Ia anak seorang bupati di kotanya, nama bapaknya solu sumardi, hidupnya amat enak, dia besar di sekitar perumahan. Ia tidak pernah tahu

Harapan

Oleh:
Hari hariku berjalan selayaknya anak anak seumuranku, tapi banyak sekali perbedaanku dengan mereka karena aku tidak sempurna seperti mereka. “Syani awas nak” suara perempuan yang berada di seberang jalan.

Maafkan Aku Nita

Oleh:
Namaku Anggi, aku salah satu murid di sekolah ternama di daerah jakarta. Di sekolah, aku adalah murid yang pendiam, jarang murid-murid yang lain menyapaku. Tapi hal itu tidak ku

Karma Buat Shinta

Oleh:
Kulihat jam masih menunjukan pukul 5.30 pagi, tapi ku pandangi sekeliling, orang-orang disini telah sibuk beraktivitas “Lain sekali dengan di medan” gumam ku Aku berjalan menikmati embun pagi dengan

Maaf Untuk Rena

Oleh:
“horeee.. kita lulus, gengs…”. teriak anna, anisa, rere dan Rena. Mereka berteriak histeris saat amplop kelulusan sudah di buka. Mereka berempat merupakan satu geng. geng itu mereka namai GENG

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *