Berawal Dari Percaya Diri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perjuangan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 March 2019

Namanya irpan, dia tinggal bersama ibu dan bapaknya, yang sama sama berprofesi sebagai buruh. Irpan adalah anak tunggal, Aktivitas kesehariannya memprihatinkan. Dia sangat pemalu juga pendiam, dan kedua karakter itulah yang membuat irpan sulit untuk bersosialisasi. Sekalinya mendapatkan teman, itu butuh waktu berminggu minggu, atau berbulan bulan, untuk benar benar akrab. Namun walau karakter sifatnya seperti itu, irpan anak yang aktif untuk urusan belajar. Jika dilihat dari hasil test stipin, irpan memiliki Personal Genetic (PG) Intuiting Introvert (II). Yang memiliki 4 kata kunci mengurangi, perut panjang, perubahan, dan murni. Dengan chemistry: Menerbangkan Kata. Dan profesi yang bisa digeluti dari (PG) Intuiting Introvert, Salah Satunya Penulis, dan trainer pendidikan. Dan kedua itulah yang menjadi Visi irpan.

Dibilang aneh, ya aneh, dengan karakter seperti itu ingin menjadi public speaker. Tapi karena tekad dan keyakinan yang kuat, irpan tetap semangat dan berusaha untuk mencapai Visi atau tujuannya.

Suatu hari sekolahnya megadakan acara rutin, yang dilaksanakan setiap bulan. Dan irpan dipercaya untuk berpidato bahasa indonesia, saat itu irpan sempat menolak, kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Tapi akhirnya irpan menerima tawaran itu. Dengan penuh semangat, irpan belajar dan berlatih, berbicara di depan cermin. Namun karena sifat pemalunya itu, irpan sangat tidak percaya diri, dan takut jika nanti Penampilannya, tidak maksimal. Tapi irpan terus berusaha, melakukan yang terbaik. Lalu disela sela latihan, irpan berfikir “Jika saya berlatih sendiri, tanpa ada yang mengoreksi, itu sama saja masa latihan saya hanya sia sia.” Akhirnya irpan mencoba mencari orang, yang cocok untuk bisa mengoreksi potensinya, Padahal acara di sekolahnya, hanya tinggal menghitung hari. irpan sempat putus asa, Tapi akhirnya bangkit kembali, karena menurutnya putus asa, hanya benalu baginya yang sama sekali tidak menguntungkan.

Malam pun tiba, irpan kembali ke rumah, untuk beristirahat, agar esok hari badan kembali fresh.

Allahuakbar… Allahuakbar, suara adzan shubuh berkumandang. Irpan terbangun dari pulau kapuknya. Dan bergegas mengambil air wudhu, untuk sholat shubuh berjamaah. Usai sholat irpan mengutarakan keinginannya kepada sang maha kuasa Allahu Robbi.

Matahari mulai muncul dari ufuk timur, irpan tidak mau menyia nyiakan waktunya. Irpan kembali pergi mencari orang yang pas untuk dijadikan “coach.” Tapi setelah dipikir pikir, irpan takut jika sudah menemukannya, Apakah orang itu mau berbagi ilmu, Tanpa diberikan imbalan. Lalu di tengah jalan, irpan terserempet mobil, Alhamdullilah orang yang menyerempetnya baik hati, dia mau menolong, dan membawa irpan ke rumah sakit terdekat. Beruntung tidak ada luka serius, Hanya saja Siku bagian kanannya terasa sakit. Lalu irpan ke rumah bapak itu, Ternyata rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah irpan, Hanya saja dikomplek dekat kampung irpan.

Irpan sangat senang, dipertemukan dengannya, Walau dengan cara yang sedikt tragis. Bapak itu sangat baik, selain membawa irpan ke rumah sakit, bapak itu juga memberikan sejumlah uang, tapi irpan menolaknya, karena bagi irpan, dengan membawanya berobat saja itu sudah lebih dari cukup. Lalu orang itu berkata “Ya sudah, jika kamu tidak mau, tapi jika kamu membutuhkannya kamu ke rumah saya saja.” Iya, Baik pak, Tapi jika saya kesini hanya untuk bermain, atau sekedar berbincang boleh pak. “Tentu, kenapa tidak” ujar bapak itu. “Alhamdullilah, Terimakasih yah pak”. Akhirnya irpan bergegas pulang.

Keesokan Harinya, Irpan berniat ingin bermain ke rumah bapak itu, Tapi irpan ragu dan malu. Karena takut mengganggu. Tapi irpan mencoba menghilangkan pikiran negatif itu, dan mencoba melawan rasa malunya, Akhirnya irpan memberanikan dirinya, untuk bermain ke rumah bapak itu. Assalamualaikum, “Wa’alaikum Salam.” irpan disambut dengan senyuman, oleh bapak itu.

Ayo silahkan masuk, ada apa, Kamu membutuhkan uang. Tidak pak… Tidak. Saya kesini hanya ingin bermain, dan ingin berbincang dengan bapak. Akhirnya irpan berkenalan, Ternyata nama bapak itu, “Pak Ricky Maulana.” lalu irpan menceritakan keluhannya, dan keinginannya. Irpan kaget, saat tau bapak itu adalah seorang trainer, rasa lelah dan takut hilang seketika. Dan kegembiraan menyelimuti wajah irpan, Saat mendengar bapak itu juga mau untuk menjadi guru expertnya. Akhirnya irpan berlatih dengannya, irpan belajar percaya diri, berbicara dengan mimik wajah yang responsif, dan belajar bahasa tubuh yang bagus dalam berpidato. Selain itu irpan pun diberi motivasi, yang sangat berharga bagi hidupnya.

Keesokannya, Acara dilaksanakan “Acara selanjutnya adalah Pidato Bahasa Indonesia, Yang akan disampaikan oleh saudara irpan.” irpan maju dengan percaya diri dan penuh keyakinan, Tanpa ada rasa resah ataupun gugup irpan bisa menyelesaikan pidatonya. Irpan sangat senang, karena guru guru memberikan apresiasi kepada irpan.

Usai acara, Irpan bergegas pergi kerumah bapak itu, “pak Ricky.” Untuk mengucapkan terimakasih, Berkatnya kini rasa malu tidak lagi mendentayanginya. Yang kini ada rasa percaya diri, Optimis, Dan berusaha untuk mencapai Visi Atau Tujuannya.

Cerpen Karangan: Jupriyadi
Blog / Facebook: Jupri Yadi Bramasta

Nama: Jupriyadi
Class : XII IPS
MA Yatashi Kota Bogor
Visi: Menjadi Seorang Trainer Nasional & Penulis
Misi: Menjadi Manusia berkarakter, yang berinovasi untuk membangun bangsa
Motto Hidup: Istighfar, Berdzikir,& Berdo’a Untuk Kemulian Hidup Dunia & Akhirat
Cerpen “Berawal Dari Percaya Diri ” menggambarkan Seseorang anak yang pemalu karna ketidakpercayaan dirinya, Lalu menjadi berani dan percaya diri saat anak itu memberanikan dirinya & Melawan rasa malunya untuk bertemu seorang trainer (Motivator) untuk dia berguru padanya. Terimakasih, Semoga Admin Suka Dengan Cerpen Karya Saya.

Cerpen Berawal Dari Percaya Diri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kesabaran

Oleh:
Ketika matahari mulai terbit dan memancarkan cahaya yang begitu indah, kubuka jendelaku dan kulihat seseorang yang sedang duduk di atas rumah. Siapakah gerangan orang itu? ia adalah Rini seorang

Cinta Dalam Diam

Oleh:
“Kring… kring.. kring..” jam beker ku berbunyi sangat nyaring pada pukul 06.30 yang sengaja ku setel untuk membangunkan ku dari tidur panjangku. Aku sontak terbangun dan dengan langkah sempoyongan

First Love Never Die

Oleh:
“Wit, tunggu gue ya ntar kita pulang bareng!” teriak Kania yang buru buru masuk kelas setelah terdengar bel yang menggema. Itu tak lain adalah bel sebelum pelajaran terakhir. Mereka

Kue Buat Mama

Oleh:
“yaaannn…” teriak seorang wanita berusia 25 tahun yang sedang mencari anaknya di sekitar halaman rumah “oh ternyata kamu di sini sayang… ayo ikut mama!! Kamu itu udah waktunya tidur”

Kalung Salibku dan Kalung Tasbihmu

Oleh:
Kuakui, mengenal dia seorang gadis Muslim yang cantik dengan pakaian khas muslimahnya membuatku sedikit meliriknya. Bagaimana dia dengan tutur katanya yang lembut serta pembaannya yang baik dan sopan membuat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *