Pilih Yang Mana

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perjuangan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 December 2015

“Hari ini gue baper banget sih!! Cuma gara-gara kuliah sama organisasi doang! karena gue bingung harus gimana, kuliah sama organisasi itu bentrok, jadinya kalau kuliah yang ditinggalin, nanti organisasi siapa yang ngurusin kelompok gue, kan gue udah diamanahin buat ngebimbing kelompok gue. Gue cuma gak enak sama kakak-kakaknya, apalagi semua instruktur semester 5 itu mau praktek Ujian Tengah semester..”

“Kenapa sih mereka mentingin diri mereka aja.. Kan kasihan anggota kelompok masing-masing. Emang, gue tahu organisasi, tapi gak harus gitu juga, kalau boleh milih, pasti kakak-kakaknya juga milih akademik, kalau pilih organisasi, nanti kuliah gimana…” ujar Tita sembari mengusap air matanya. Tita adalah salah satu mahasiswi yang rajin dan smart di kampusnya, ia bisa melakukan apapun yang disuruh kerjakan oleh dosennya.

Keesokan harinya di ruangan dosen..
“Assalamualaikum, selamat siang bu…”
“Waalaikumsalam siang juga Tita, ada apa?” Tanya dosennya Tita.
“begini bu, saya mau izin untuk tidak mengikuti prakter ujian tengah semester, kalau saya dizinkan saya mau izin, bu.”
“memangnya kamu ada urusan apa sampai-sampai mau izin begitu?” tanya dosen Tita dengan nada agak keras.
“begini bu, saya ada acara organisasi yang sama tidak bisa saya tinggalkan seperti praktek ujian tengah semester ini, karena mungkin Ibu mengizinkan saya untuk mengikuti acara organisasi HIMA di kampus makanya saya meminta izin kepada Ibu agar paktek ujian saya dapat ditunda dahulu, karena menurut saya acara HIMA ini hanya sekali ini, bu.” Ujar Tita memberanikan diri berbicara walaupun ia agak sedikit takut.

Di saat dosennya berkata tidak boleh, gak bisa ditahan lagi air mata Tita pun mengalir di pipinya. Tita meneteskan air matanya karena ia bingung apa yang harus ia lakukan karena perjuangan sekali ia masuk HIMA dari awal sampai sekarang. “tidak bisa Tita, kamu itu harus mementingkan akademik dari pada organisasi walaupun kamu jadi ketua di sana, nanti nilai kamu tidak akan saya bantu kalau kamu tidak dapat mengerjakan yang sebenar-benarnya!” Lalu hari kedua juga tampil menari jaipong antar Kampus, kalau gak ada Tita, nanti tariannya jadi kacau. Tita duduk di taman kampusnya sendirian sembari minum air.

“Ya Allah.. berikanlah jalan keluarnya…” ujar Tita sedih.
“Baper!!”
“Bikin smuanya kacau emang!” Tita terdiam sejenak, lalu ia ingat kejadian di kelas sebelum ia pulang dari kampus.
“Kok gue tadi marah-marah sama temen kelas gue sendiri sih, Nina, Ara, maafin gue.”
Lalu sebelum ia ke luar pintu gerbang kampus, tiba-tiba Melati temen narinya Tita bilang, kalau dia sudah ada penggantinya Tita .

“Tita!!” terdegar suara yang sudah tidak asing lagi oleh Tita, Tita menoleh ke belakang.
“eh Melati, ada apa?”
“gue mau ngomong sama lo Ta.”
“mau ngomong apa mel?”
“begini Ta, sebenernya gue gak tega ngomong ini sama lo, tapi ini harus gue bilang sama lo Ta.”
“iya gak apa-apa Mel, bilang aja, lo mau ngomong apaan emang?
“sebenernya gue udah cari pengganti buat lo Ta, gue sebenarnya gak mau lakuin ini, tapi gue gak tega sama lo karena lo kan besok mau ujian praktek, makanya gue cari orang lain buat gantiin lo nari besok, karena gue gak mau lihat lo jadi beban pikiran Ta..” Tita hanya bisa diam, ia tidak tahu harus berkata apa lagi.

“Ta, gue tahu lo pasti kecewa banget sama gue, karena gak bilang dulu sama lo buat cariin pengganti lo, karena rencana ini kita tahu dari temen kelas lo Ta, mereka cerita, katanya lo bingung mau Ujian, nari apa Organisasi? Makanya gue dan temen-temen kelompok nari kita omongin bareng-bareng demi kebaikan lo juga Ta.”
“udahlah, kalau begitu gak apa-apa kok, gue ikhlas. Terima kasih yah, karena kalian udah perhatiin gue, gue mau pulang dulu yah, kalian yang semangat besok tampilnya, semoga sukses acaranya.” akhirnya Tita ninggalin temennya Melati.

“BAPERRRRRRR.. BAPERR dan BAPERRRR lagii!! gimana sih caranya ngilangin baper yang gak bermanfaat ini!!??” Teriak Tita sendirian di kamarnya.
Malam harinya Tita tidak bisa tidur karena ia harus memikirkan bagaimana caranya ia harus bisa ikut acara organisasi dan tampil menari di acara organisasi itu, karena menari adalah salah satu hobinya Tita. Sudah pukul 03:45 pagi Tita juga tidak bisa tertidur. Ia bingung kalau ia gak jadi ikut organisasi itu. Ia tidak lagi menghiraukan menari, karena temen-temennya sudah dapatkan penggantinya walaupun Tita yang paling terbaik di kelompoknya. Tita hanya bingung memikirkan acara organisasinya karena ia diamanahkan untuk jadi penanggung jawab atas acara itu.

Kriinngg!! Tiba-tiba Ponselnya Tita berbunyi di atas meja belajarnya. Tita tidak menghiraukan ponselnya, karena ia sangat khawatir, karena sudah H-1. Kriiinngg!! ponsel Tita bunyi berkali-kali. Akhirnya Tita mengangkat telepon itu, ternyata itu telepon dari temen kelasnya, yaitu Ara, dan Tita juga mendapatkan sms dari temennya Nina.
“Assalamualaikum Tita selamat pagi sudah salat subuh belum lo?”
“ngapain lo nelepon gue subuh-subuh begini? Kesambet apa lo?” Kata Tita jengkel.
“ssssttt!! Tenang nona cantiik, jangan marah-marah dulu dong, dengerin dulu.”
“iyaa.. iyaa gue dengerin kenapaa?”
“begini Tita…”

“begini apa?? Buruan gue cape dan ngantuk, gue belum tidur semalaman.”
“hah? lo belum tidur Ta?” teriak Ara kaget.
“iya Ra, gue bingung, gue masih mikirin ujian praktek sama Organisasi.”
“oh begituu.”
“lah, lo kok biasa aja sih, lo gak perhatian banget sama gue, katanya temen.” ujar Tita sedih.
“Titaa.. gue nelepon lo subuh-subuh begini ada yang pengen gue omongin sama lo..”
“terus?” Tita penasaran.
Tiba-tiba ponsel Tita berbunyi tanda ada pesan masuk. Tinggg!!
“sebentar Ra gue mau lihat pesan masuk dulu.”
“oke!”

Ternyata pesan masuk itu dari temennya Tita yaitu Nina. Isi pesannya, “Ta, Selamat yah, lo bisa menjalankan acara organisasi lo hari ini dengan lancar, soalnya dosen kita besok gak masuk! Karena beliau ada acara mendadak yaitu pergi ke kampung halamannya. Jadi kita besok kuliah seperti biasa dan lo bisa ikut tampil nari dan acara organisasi lo ta!” Tita tiba-tiba berteriak kegirangan.

“lo kenapa ta?” tiba-tiba terdengar dari ponselnya Tita, ia lupa kalau lagi teleponan sama temennya sendiri yaitu Ara.
“Araaa! Gue seneng banget,”
“lo seneng kenapa Ta?”
“gue tahu, lo nelepon gue pasti mau ngabarin hal ini ke gue kan, kalau dosen kita gak bisa masuk hari ini karena pulang kampung.”
“lo tahu dari mana Ta, ko lo tahu sih?” ujar Ara penasaran.
“tahu dong, kan gue barusan disms sama Nina.”

Tita sangat senang sekali mendengar kabar baik itu, ia langsung salat dan berdoa kepada yang memberinya jalan keluar yaitu Allah. Pagi-pagi sekali Tita berangkat ke kampus. Ternyata temen-temennya Tita sudah sampai duluan di kelas. Tita kaget, tiba-tiba….
“HAPPY BIRTHDAY Tita!!”
“lah, ko kalian ada di sini?” tanya Tita heran.
Salah satu mahasiswa di kelas menjawab, “ya iyalah Tita. Kan ini hari spesial buat lo, sebenernya hari ini emang gak ada dosen, kita kan ujian prakteknya minggu depan.”
“hah?” Tita semakin bingung dengan semuanya.

“iya Tita, emang lo gak ingat apa, kan minggu kemaren dosen kita udah bilang kalau sekarang kita gak jadi praktek, apa lo udah lupa? Dasar pelupa!” Papar salah satu temen kelasnya.
“tapi kan kemaren gue barusan ketemu sama dosennya, dan dosennya gak bolehin gue buat organisasi dan ngotot kalau gue harus ikut ujian praktek..”
“Hahahaha…” temen-temen Tita tertawa terbahak-bahak.
“Tita sebenarnya dosen juga sudah tahu kalau hari ini lo ulang tahun makanya kita diskusi aja sama dosennya buat ngerjain lo.. hahahaha”
“kalian yah benar-benar bikin gue tidak bisa tidur!!!”

Tiba-tiba temen Tita, Melati datang.
“Selamat Ulang Tahun Tita!!”
“Melati? Kok lo di sini? Bukannya beres-beres buat nari nanti sore ya?”
“Titaa, temenku yang cantiik.. sebenernya lo ikut kita nari yah hari ini.”
“lah kenapa? Bukannya ada pengganti gue yah?”
“hahahaha Titaaa..Titaaa.. lo polos banget sih jadi orang, itu cuma akal-akalan kita aja, gue dan temen-temen nari kita udah tahu dan sepakat buat ngerjain lo karena lo ulang tahun hari ini…”
“yaampun, kalian semua bener-bener bikin jantungan tau ga?”

“hahaha Selamat Ulang tahun yah Titaaaa, maaf yah, kita udah ngerjain lo, jangan marah sama kita juga dong, sama dosen kesayangan lo marah juga lah, hahahaha.”
“Hahaha.” suasana di kelas itu sangat bahagia termasuk Tita sendiri.
“Temen-temen, maafin gue yah kalau ada kata-kata gue yang nyakitin hati kalian, karena gue gak tahu, dan gue lupa kalau kita hari ini gak jadi praktek, makanya gue kepikiran terus, jadinya gue baper, hehehehe, maafin ya temen-temen…”
“iyah Tita.. kita maafin kok.”
“Ara, Nina, maafin gue yah, karena gue udah marah-marah sama kalian berdua.”
“iya Tita, kita maafin kok, kita ngerti kok Ta gimana pusingnya lo saat itu, hahaha.”

Suasana kelas semakin ramai.
“ya udah temen-temen terima kasih buat semuanya, gue mau turun ke Aula mahasiswa dulu buat ngurusin Organisasi kelompok gue.” Ujar Tita dengan penuh semangat.
“oh iya Tita, nanti sore lo jangan lupa yah kita mau tampil nari buat acara organisasi lo..”
“okeeee..”

Cerpen Karangan: Delianti
Facebook: Delianti
Nama: Delianti
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka

Cerpen Pilih Yang Mana merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tetap Semangat Sahabatku (Part 1)

Oleh:
Namanya Tsana Eufrazy. Namanya yang cukup “unik” dan gaya berpakaiannya yang sedikit berbeda membuatnya kerap kali dijadikan sebagai bahan ejekan dan juga hinaan. Ia dijauhi oleh teman-temannya sendiri. Ia

Cinta Sebatas Patok Tenda

Oleh:
Pagi yang cerah, waktu itu kami berangkat dari sekolah menuju tempat camping naik truk sampai pelabuhan punggur dan naik kapal sampai ke pelabuhan tanjung pinang. Aku senang sekali bisa

Mantan Terindah

Oleh:
Pagi pun datang diriku telah terbangun dari alam mimpiku, namun tak seperti biasanya dalam benakku, ada sesuatu yang mengganjal di hati ini, entah kenapa yang terjadi namun, aku mencoba

Fredella dan Retorik (Part 2)

Oleh:
Sesudah itu, aku sudah sangat senang sekali karena itu biaya kuliahku tidak memberatkan lagi orangtuaku yang sangat aku sayangi. Akhirnya terjerembablah semua usaha Adara yang selalu berusaha menjatuhkanku, walaupun

Detective’s Love

Oleh:
Hari itu, clara berlibur musim dingin bersama keempat sepupunya. Chika, vhira dan kakaknya, jack dan kak albert. “Clar, ntar malem aku jemput ke bandara yaa” ujar chika kepada clara.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *