Theatre Of Dreams

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Olahraga, Cerpen Perjuangan
Lolos moderasi pada: 20 December 2017

Pada suatu pagi terdengar suara bola yang sangat berisik. Nampaknya yang sedang memainkan bola tersebut adalah Al dan Boy. Seperti biasa mereka selalu memainkan bola setiap hari, Al baru menginjak usia 8 tahun sementara itu Boy menginjak 9 tahun tetapi kecintaan mereka terhadap bola dan club Manchester United tidak terelakan lagi. Mereka berdua memiliki keinginan yang sangat kuat untuk membela klub the king of England Manchester United dan Timnas Indonesia.

Pada suatu saat mereka ingin mendaftarkan diri mereka ke SSB tanpa sepengetahuan ibu mereka karena ibu Al dan Boy tidak ingin mereka menjadi pemain bola karena ibu takut bila mereka tidak menjadi pesepakbola yang profesional dan takut apabila terkena cedera parah, sementara itu sang ayah mendukung cita cita kedua anak mereka untuk menjadi pesepakbola yang profesional.

“Yah kita ingin mendaftar di SSB yah, masa kita cuma latihan di halaman rumah terus, kan kita nggak akan berkembang yah.” Kata Al
“SSB mana?” tanya ayah
“SSB UISOP” jawab Boy
“baiklah. Besok pagi kita kesana kan jadwal latihan SSB itu besok pagi jam 7.” pinta ayah
“siap.. yah terima kasih” jawab Al dan Boy serentak
“tapi jangan sampai ketahuan ibu ya.. kalau ketahuan bisa kena marah kalian nanti.” Seru Ayah
“okee”

Keesokan harinya mereka bersiap siap untuk berangkat ke SSB UISOP
“lho lho lho… Kalian ini mau kemana kok tumben pagi pagi udah mau keluar rumah?.” tanya ibu dengan heran
“mmmm… Ki.. kita mau beli makan.” Jawab Boy gugup
“loh tadi bukannya sudah sarapan.” Pinta ibu
“i…ini bu… ki ta mau beliin makan untuk pak andi.”
“ooo…” Tandas ibu

Sembari mencium tangan ibunya Al dan Boy izin pergi
“ya sudah bu kita pergi dulu ya…” kata ayah
“ya… hati-hati ya…” tandas ibu
“iya.. bu” jawab mereka bertiga serentak

Mereka bertiga pun berangkat menuju SSB UISOP. Sesampainya di SSB UISOP mereka mendaftarkan diri mereka dulu lalu mereka mengikuti latihan. Setelah mereka mendaftarkan diri mereka, Al dan Boy pun ikut berlatih.

“kalian ditunggu apa ditinggal.” Tanya ayah
“ditinggal aja yah.. kasian ibu” jawab Al
“okee… nanti ayah jemput jam 9 ya…” tandas ayah
“iyaa… yah” jawab Boy

Mereka pun fokus latihan yang merupakan latihan perdana mereka di SSB UISOP. Di tengah tengah sesi latihan Mereka ditanya apa posisi mereka dalam sepakbola.
“Al posisi kamu apa?” tanya coach eri (pelatih SSB UISOP)
“mmm… gelandang coach box to box” jawab Al
“kalau kamu Boy?” tanya coach Eri
“aku sayap kiri coach” jawab Boy
“okee.” Pinta coach Eri

Setelah itu mereka dibagi 2 tim. Tim a menggunakan rompi biru dan tim b menggunakan rompi merah. Al dan Boy di tim b.
Setelah babak pertama usai kedudukan 1-0 untuk keunggulan tim a. kedua tim mendapat evaluasi oleh coach Eri.

“Al…” coach Eri memanggil Al
“iya coach” jawab Al
“coach akan memberi arahan. kamu seharusnya sebagai gelandang Box to Box harus bisa menjaga keseimbangan lini tengah antara menyerang dan bertahan. Dan gelandang Box to Box seperti kamu ini sangat krusial perannya dalam transisi penyerangan ke bertahan maupun dari bertahan ke menyerang, jadi kamu harus lebih tenang, nikmati permainan, jangan gugup. Memang kamu anak baru di SSB ini saya maklumi itu.” Seru coach Eri panjang lebar memberi arahan kepada Al.

Setelah memberi arahan kepada Al coach Eri pun memberi arahan kepada pemain yang beroperasi di sektor sayap, termasuk di dalamnya Boy.
“boy… kamu jangan bawa bola sendiri terlalu lama. Memang secara skill individu kamu bagus, tetapi sepakbola adalah permainan tim yang dimana itu ada Teamwork, kerja sama jika bermain individu akan susah untuk mencetak goal. Kamu paham kan Boy apa yang saya maksudkan.” Arahan coach Eri untuk Boy.
“siaapp… Coach. Akan saya usahakan.” Jawab Boy dengan terengah engah

Pritttttt… babak kedua dimulai. Nampaknya Al mulai tenang dalam menguasai lini tengah dan transisi anatara menyerang ke bertahan maupun sebaliknya juga semakin baik. Begitu juga dengan si Boy dia mulai mengutamakan kerjasama tim dan mengurangi memegang bola terlalu lama. Alhasil tim b akhirnya mencetak goal lewat skema yang ciamik. Berwala dari serangan balik Al mengumpan jauh ke depan di sana ada Boy, Boy melewati satu pemain dengan cantik, ia melihat temannya berdiri bebas tanpa ada yang mengawal, bola disodorkan oleh Boy ke striker yang berdiri bebas. Nampaknya sang striker tanpa ada yang mengawal bola langsung ditendang menuju arah gawang tim a dan golll…. kiper tim a tidak bisa menjangkau tendangan dari pemain tim b gol yang sangat ciamik, assist rabona dari Boy ke striker mengubah kedudukan menjadi 1-1

Prittt… Pritt… Pritt… pertandingan berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan tim b. gol penutup lewat titik putih dari Al di menit akhir menyegel kemenangan untuk tim b.

Sementara itu di luar lapangan terlihat ayah Al dan Boy menjemput mereka Al dan Boy pun pamit ke coach Eri untuk pulang.
Mereka bersalaman lalu seraya berkata
“coach kita pulang dulu ya…” ucap Boy
“iyaa” jawab coach
“eh coach hampir lupa… latihannya hari apa lagi ya coach?” tanya Al
“hari minggu sore jam 3” jawab coach Eri
“baik coach. Terima kasih coach.” Ucap Al

Al dan boy pun pulang ke rumah sesampainya di rumah mereka ditanyai oleh ibu.
“kalian dari mana kok terlihat lelah” tanya ibu
“kita dari ngantar makanan ke rumahnya pak Andi bu… lelah soalnya kita tadi main sepeda di rumahnya pak Andi.” Jawab Boy
“ooo… ya sudah cepat mandi sana!” seru ibu
“baik… bu” jawab Al dan Boy dengan perasaan lega

Mereka berdua menuruti apa perkataan ibu. Setelah mandi mereka mencuci baju mereka dan mencuci sepeda. Setelah itu mereka tidur karena nanti malam akan ada pertandingan North West Derby dimana Manchester united akan berhadapan dengan Liverpool sang musuh bebuyutan.

“kak ayo tidur siang kak, nanti malam kan MU main.” Ucap Al
“emang lawannya siapa.” tanya Boy
“Liverpool kak.” Jawab Al
“lho seru itu, jam berapa lo dek nanti kick offnya disiarin di tv apa?” tanya Boy
“jam setengah sembilan kak, disiarin di MNc tv.” Jawab Boy
“oh okee ayo kita bobok.” Gumam Al

Mereka berdua baru aja mau masuk kamar sudah dicegat oleh ibu…
“nak, ayo makan dulu tu.. makanannya udah ibu siapin ada makanan kesukaan kalian juga loh…” seru ibu
“asiiikkkk ada Ayam bakar” jawab Al dengan sumringah

Mereka berdua akhirnya makan dulu setelah makan mereka menuju kamar tidur. Tak terasa waktu menunjukkan pukul setengah sembilan mereka pun menyalakan televisi untuk menonton pertandingan antara Manchester United vs Liverpool ini.

“dik prediksi kamu berapa berapa untuk pertandingan ini?” tanya Boy
“prediksi ku 2-0 kak menang MU” jawab Al
“kalo aku sii 3-1 dek untuk kemenangan manchester united” tandas Boy

Pertandingan yang berjalan cukup sengit ini ternyata dimenangkan oleh Manchester United dengan skor 3-2 goal manchester united dicetak oleh Paul Scholes mencetak 1 gol, Ryan Giggs 1 gol,Wayne Rooney 1 gol sementara itu 2 gol dari Liverpool diborong oleh coutinho yang mencetak brace pada laga itu.

Seketika Al bercerita kepada Boy, kalau dia ingin bermain di THEATRE of DREAMS atau OLD TRAFFORD. Ia ingin menjadi seperti paul scholes

“kak aku ingin menjadi seperti paul scholes dan ingin bermain di Old Trafford.” impian dari Al
“aku juga Al, aku ingin menjadi pemain sepakbola profesional seperti Ryan Giggs dan aku juga ingin bermain di Old Trafford.” Impian dari Boy
“Al… dalam mewujudkan impian kita memang cukup berat, tetapi di dunia tida ada hal yang tidak mungkin, maka dari itu kita harus latihan rutin dan kalo bisa kita menambah jam latihan kita sendiri di rumah, kita harus bekerja keras untuk mewujudkan keinginan kita, dan membanggakan orangtua dan bangsa.” seru Boy
“baik kak aku akan bekerja keras demi mewujudkan apa yang saya impikan.” Jawab Al
Setelah itu mereka menambah porsi latihan mereka sendiri setiap pagi, pulang sekolah demi mewujudkan impian mereka. Dan juga latihan rutin mereka bersama SSB UISOP mereka terus menggenjot kemampuan diri mereka sendiri.

Hari ini hari Minggu nanti sore pukul 3 mereka akan berlatih di SSB UISOP. Kebetulan, saat itu ibu sedang ada pengajian di tetangganya jadi Al dan Boy tidak perlu repot-repot mencari alasan. Mereka berdua bergegas untuk berangkat menuju lapangan SSB UISOP.
Sesampainya di lapangan mereka langsung mengenakan sepatu karena latihan akan segera dimulai.

Saat sesi pemanasan Coach Eri memberi tahu kepada seluruh pemain SSB UISOP tak terkecuali Al dan Boy
“sebentar lagi akan ada kejuaraan di stadion Batakan” kata Coach Eri
“kejuaraan itu tanggal berapa coach” tanya salah seorang pemain SSB
“tanggal 12 bulan ini” jawab coach Eri
“sekarang ini latihan taktik dan fisik untuk mempersiapkan mengarungi kompetisi ini” gumam coach Eri
“siap… coach” jawab para pemain SSB UISOP serentak

Setelah beberapa hari menjalani latihan rutin SSB UISOP akhirnya berkompetisi dan menjadi juara, dan meraih hadiah dari panitia kompetisi, sementara itu Al menjadi best player di turnamen tersebut dan Boy menjadi Assist leader, dan mereka berdua mendapatkan hadiah jutaan rupiah dari panitia turnamen.

“alhamdulillah kak SSB kita menjadi juara dalam turnamen ini.” Ucap Al
“iya dek, alhamdulillah.” Jawab boy
“alhamdulillah juga dik, kamu mendapatkan assist leader, dan aku menjadi best player, uang yang kita terima dari hadiah ini sebaiknya kita sisihkan sebagian untuk ditabung ya dik.” Gumam Al
“iyaa kak, tapi kemenangan kita ini tidak lepas dari doa orangtua kita, meskipun ibu tidak mengijinkan kita, tetapi Al yakin kok kak kalau sebenarnya ibu itu akan selalu mendo’akan yang terbaik untuk anaknya.” Ucap Al panjang lebar sembari melepas sepatu yang ia kenakan
“iyaa dik.” Jawab Boy

Setelah beberapa tahun mereka latihan rutin, menambah porsi latihan mereka sendiri, beberapa kali memenangkan turnamen dan menjadi pemain terbaik akhirnya mereka mendapat beasiswa untuk berlatih di akademi Manchester United

Mereka pun berangkat menuju Manchester di Inggris. Dan akhirnya ibu mereka mengizinkan mereka untuk pergi.

“bu, kami mendapatkan beasiswa untuk berlatih di akademi Manchester united” ucap Boy sembari menunjukkan sertifikat undangan.
“masya Allah nak.” Ucap ibu
“ke… kenaapa bu?” tanya Al dengan sedikit terbata bata.
“kalian hebat sekali, bisa sampai diundang oleh akademi Manchester United, ibu bangga nak, dan maafkan ibu ya nak, jika pernah melarang kalian untuk menjadi pemain sepakbola.” Ucap ibu dengan terharu
“alhamdulillah bu, kami diundang untuk berlatih di akademi Manchester United ini berkat doa ibu dan ayah juga.” Ucap Boy dengan perasaan lega.
“sekarang kita izin pergi dulu ya bu… kita mau pergi ke Manchester, doakan yang terbaik ya bu.” gumam Al dengan perasaan haru
“iyaa… nak, kalian hati hati ya, kalau ada apa apa segera telpon ibu ya, ibu bakal merindukan kalian.” Gumam ibu sembari mengusap air mata yang mengalir deras membasahi pipinya
“iya buu, assalamualaikum.” Ucap Boy dan Al izin pergi
“waalaikumsalam.” Jawab ibu

Setelah mengahabiskan perjalanan yang amat sangat jauh rombongan mereka akhirnya tiba di Manchester, Inggris.
“alhamdulillah akhirnya kita tiba di Manchester dengan selamat.” Gumam Boy

Setelah tiba di Inggris mereka langsung menuju asrama mereka untuk beristirahat karena sekitar 2 minggu lagi akan ada skill test MU soccer school, mereka berdua berlatih lebih keras lagi.

“dik ayo kita latihan sendiri, kan 2 minggu lagi akan ada skill test” ucap boy sembari menarik tangan Al ke Lapangan
“ayo kak.” Jawab Al singkat

Al dan Boy terus menggenjot fisik dan tekhnik mereka menjelang skill test ini, dalam skill test ini Al menyabet gelar penghargaan ‘The World Final Skill Test MU Soccer School’ sebagai siswa terbaik dalam akademi tersebut.
Dan yang memberi gelar penghargaan tersebut bukan orang awam melainkan legenda klub MU
Yaitu Dennis Irwin. Sementara itu sang kakak, menyabet gelar sebagai skill terbaik dalam akademi ini.

Dan setelah bertahun tahun mereka berlatih di akademi Manchester United mereka akhirnya berkesempatan menjadi bagian dari tim Manchester United U-21 dan di akhir musim mereka menjadi juara, dan lagi lagi dan lagi Al menjadi pemain terbaik sementara Boy menjadi pemain dengan Assist terbanyak di liga

2 tahun kemudian mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan, setelah bekerja keras selama bertahun-tahun mereka berdua berkesempatan menjadi bagian dari tim utama Manchester United.
Dan mereka bisa lebih dekat dengan para pemain Manchester United yang mereka sangat idolakan. Mereka berdua pun sujud syukur atas yang telah diraihnya dan mereka tidak lupa atas doa kedua orangtua mereka.

DREAM COME TRUE

Cerpen Karangan: Mahardivandra Yusuf
Facebook: Mahardivandra Yusuf Aji

Cerpen Theatre Of Dreams merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


One Day To Remember

Oleh:
Pintu ruang musik itu setengah terbuka, dari dalam terdengar sayup-sayup suara biola bernada indah dimainkan, namun beberapa kali berhenti sesaat dan kemudian dimainkan kembali. Kali ketiganya permainan biola itu

Untukmu Ibu

Oleh:
Adzan subuh berkumandang dari mikrofon masjid. Suara sang muadzin begitu merdu meliuk-liuk di pagi yang masih basah. Belum terdengar kokok ayam. tapi ibu sudah membangunkan ku seperti biasanya untuk

Cerita Premier League

Oleh:
Pada suatu hari ada sebuah pencalonan pemimpin dan penguasa di suatu daerah Premier League, untuk menggantikan Leicester City dengan bos mereka Claudio Ranieri selaku sang eks pemimpin dan penguasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *