Untuk Garuda

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Olahraga, Cerpen Perjuangan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 December 2017

Namaku joko, aku berumur 18 tahun. Aku memang menyukai sepak bola. Aku berada di tim yang cukup besar. Aku bermain di posisi kiper. Banyak teman yang baik kepadaku terutama Gerry dia adalah kapten tim ini.
Pada suatu hari kami dipanggil oleh tim nasional. Tetapi banyak sekali saingannya, aku harus berjuang dengan keras.

Hari ini kami mengikuti seleksi. Hanya aku dan Gerry saja yang terpilih. aku sangat bersyukur atas kejadian itu.
Gerry bilang kepadaku tentang nomor punggungnya di timnas

“Ko, lo masih mau pakai nomor 1 kan?” Tanyanya santai
“Iyalah gue kan kiper” jawabku
“eh loe pake baju nomor berapa?” tanyaku
“sepuluh dong plus ada ban kaptennya” jawabya sombong

Hari ini ada latihan yang menentukan siapa saja 11 pemain utamanya yang akan berhadapan dengan timnas jepang
“Joko sebagai kiper, dedy dan beni jadi central back, dodi jadi bek kanan, abdul jadi bek kiri, dono dan doni jadi gelandang serang, cristian jadi gelandang bertahan, Ilham dan Asep jadi penyerang, dan Gerry sebagai targetman”
‘kita akan memasang formasi 4-3-3″ intruksi pelatih

“Pak, siapa yang jadi kapten?” tanya dono
“oh ya yang jadi kapten yaitu gerry” jawab pelatih
“Ayo semua latihan” suruh pelatihku

Kami melewati masa piala dunia ini dengan susah payah. Alhamdulillah kita sampai di final dengan berhadapan dengan inggris.

Kick off babak 1 dimulai, hatiku semakin tegang. Tak terasa babak 1 sudah berjalan 35 menit. Inggris mendapat hadiah tendangan bebas di dekat kotak pinalti, karena pelanggaran yang dilakukan oleh cristian. Jantungku semakin berdebar. Dan tendangan itu berada di pojok tiang gawangku, ahhh aku tidak bisa menjangkaunya. gooll teriakan suporter inggris.

Pada menit ke 43 terjadi hand ball di kotak pinaltiku. “ah sial” gumamku. gol pun terjadi. skor sementara 2-0. babak 1 telah usai kami langsung menuju ke loker room.

Pelatih pun memberikan intruksi. Karena tertinggal 2 gol kami harus cepat membalasnya. hal ini menjadi emosi kami ingin menang mulai berkobar.

Kick off babak 2 dimulai baru berjalan 5 menit kami sudah memperkecil ketertinggalan melalui gol sundulan Gerry berkat umpan Abdul. Goool skor sementara 2-1. Hal ini membuat semangat para pemain meningkatkan.

Kami terus melakukan serangan. Dan pada menit ke 75 Gerry mencetak goal dengan cara tendang volly. Goal yang sangat cantik. Skor sementara yaitu 2-2.

Kedua tim saling jual beli serangan. Pada saat itu Beny melanggar jack di kotak pinalti, dan dia mendapat kartu merah, padahal waktu hanya kurang 1 menit. Aku yakin aku bisa menepis bola itu. “priitt” Suara peluit wasit ditiup. Ya benar aku bisa menepis bola itu agar tidak masuk ke gawang. Aku sangat lega rasanya. pada tambahan waktu 3 menit Abdul berhasil mencetak gol kemenangan. Aku sujud syukur atas kemenangan itu. Kami berhasil mendapat piala tersebut.

“untuk Garuda untuk Indonesia” Teriak kami

Cerpen Karangan: Muhammad Arrizal Ibnu Ramadhan
Facebook: Arrizal Ibnu.

Cerpen Untuk Garuda merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Permasalahan Yang Sepele

Oleh:
Reni, Evi dan Sasya adalah 3 sahabat yang sangat akur. Suatu hari di sekolah Evi meninggalkan Reni dan Sasya sendirian Reni merasa itu hal yang wajar namun Sasya berfikir

Tetap Kuat Bersamamu

Oleh:
Hari pertamaku di SMA Elang Satria sebagai seorang murid pindahan terasa sangat ringan, karena hari pertama di sini aku bertemu dengan bu shita yang akan menjadi wali kelasku di

Kisah Cinta Pertamaku

Oleh:
Perkenalkan terlebih dahulu nama saya Dwi Rahmawati, biasa dipanggil Dwi. Juli 2016, ya saat itu aku baru memasuki sekolah menengah kejuruan. Cukup senang menjadi siswi SMK. Sekolah yang sebagian

Rei Oh Rei

Oleh:
Sejak dulu aku selalu terpaku ketika menatap Rei, sahabatku yang selalu mengenakan seragam putih lusuh yang agak jorok, rambut cokelat tua gondrong yang dihighlight kuning, lengkap dengan matanya yang

Senyuman Senja Terakhir

Oleh:
Kucabut satu per satu kesepian di ruang kelas baruku ini. Kutatap tajamnya sinar mentari pagi yang menembus kelambu biru langit di sampingku. Aku duduk di bangku paling belakang. Kesunyian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *