Dua Orang Dengan Kisahnya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 21 November 2020

Hari senin yang indah Itu hanya mitos bagi kalangan pelajar!
Banyak yang sebal serta malas karena upacara ini seakan akan menyiksa mereka dengan matahari yang menyengat ditambah dengan amanat yang panjang.
Padahal itu adalah bentuk dari perjuangan yang harus dilanjutkan.

Ini Merupakan hari pertama aku menginjakan kaki di smp baru sesudah menjalani mos! Sesudah upacara aku masuk ke kelas, guru sudah ada disana dan mengatur tempat duduk cewek dan cowok untuk menghindari keributan.

Aku duduk di samping cowok manis dengan muka dingin, tubuh yang sama tinggi denganku, dan kacamata dikenakannya. firasatku dia anak yang dingin, nakal dan jahat. Aku berkenalan denganya, namanya adalah erka nama yang terlampau aneh tapi menurutku menarik.

Aku berbincang hangat dengannya, kukatakan aku punya impian tidur di bukit penuh bunga dan aku akan menyiapkan dua bungkus soffel untuku dan orang yamg kusayang agar tidak digigit serangga. Aku nantinya mengenakan baju guru. Dia hanya menganguk tanda ia setuju dengan impianku berbeda dengan orang lain yang justru mengundang tawa dan menganggap lelucon yang kukatakan.

Dia ternyata cukup baik dan hangat walaupun wajahnya begitu datar aku salah menilainya.
Dia ternyata murid yang cerdas! Aku mengaguminya, perlahan entah sejak kapan tapi aku mulai menyukainya!

Aku juga berkenalan dengan yang lain, aku punya kebiasaan aneh, entah karena gugup atau memang aneh, aku memeluk semua cewek sebagai tanda perkenalan, korbanya antara lain asa, aprilia, tina dan lainnya. banyak yang menatapku aneh tapi aku tak peduli. Hanya satu orang yang tak menatapku begitu, erka…

Setelah pulang sekolah aku dan dia menunggu jemputan, kami hanya membicarakan tentang kelas tadi. terkadang juga membahas tentang diri masing masing.

Dihari kenaikan kelas, aku mengatakan aku menyukainya, dia terdiam, terserah dia mengatakan aku stres atau gila yang penting aku sudah mengatakanya! Begitulah hubungan kami selama 1 tahun Menginjak kelas 8 smp Kami tampak seperti biasa dimana aku menyapanya dan mengobrol bersama.

Dia mengatakan cita citanya ialah menjadi seorang dokter untuk menyembuhkan orang di dekatnya, itulah alasanya ia selalu belajar dengan giat dan tekun, dan aku hanya kagum padanya Padahal rata rata sekarang generasi kami pada malas belajar namun rajin membuka aplikasi pengirim pesan maupun game di hp.

Tak lama ia mengatakan itu, ia mengatakan ia lapar dan ingin pergi ke kantin sekolah, aku bilang aku tidak ikut. Dia pergi Sedangkan aku memainkan hpnya, hp kami mereknya sama entah itu kebetulan atau takdir, tapi kurasa yang kedua itu sedikit menggelikan.

Setelah puas bermain. Iseng aku memeriksa galery tersembunyi nya Dan Aku terkejut melihat isi hpnya Terutama di galery. Menampilkan seorang cewek cantik yang manis dengan rambut panjang hitam legam dengan jaket kulit serta celana panjang membawa semacam alat yang aneh di pinggulnya terlihat tangguh!, lalu ada lagi foto yang tak kalah membuatku kaget, cewek yang sama namun mengenakan baju dress yang manis dengan pistol di tangannya kali ini rambutnya dikuncir 2 namun berwarna biru terang, yang ini terlihat sangat manis, masih banyak lagi foto cewek itu apalagi di setiap foto ada tulisan “i love you erka” yang membuat orang eneg tapi tidak bagiku. Aku terkejut karena satu yang kutahu, cewek ini adalah…

Erka yang tiba tiba muncul mengambil paksa hpnya dan berlari keluar dengan pipi merona malu. Sebelum aku bisa memastikan sesuatu dia sudah hilang dari pandangan mataku “erka kau… Kau Cewek…!!?” Histeris erdana ditempat, untung kelas orangnya sedikit atau aku akan malu karena mengatakan hal itu dengan keras “Ah maksudku itu adiknya” tambahku ketika melihat tatapan binggung temanku.

Sampai di kelas aku mengajaknya berbicara seperti semula, sepertinya ia tidak canggung lagi aku kembali menceritakan hal aneh, kukatakan aku akan masuk STIS dan menjadi guru matematika disini. dia hanya menganguk dan menanggapi dengan ucapan semangat Dia hebat batinku.

Kenaikan kelas 3 Dia lagi lagi mendapat ranking, kukatakan sekali lagi bahwa aku menyukainya dan lagi lagi dia hanya terdiam, tapi aku tak mempersalahkannya “erka.. anggap saja aku aneh karena menyukaimu walaupun aku tau kau cewek tapi Ini yang terakhir …

“Aku menyukaimu”
“Terima kasih karena tidak menolak maupun menerimaku”

Senyum erdana sangat tulus dihari terakhir di sekolah, ia pergi membelakangi erka untuk pulang ke rumah erka hanya mematung terdiam… Tapi sedetik kemudian dipeluknya erdana dari belakang “Aku.. Aku juga menyukaimu”
Aku terdiam dengan air mata mengalir pelan entah kenapa

“Oiya kamu nggak nyadar kalau lagi meluk?” ucapku memecahkan keheningan sekaligus menyelamatkan jantungku yang berdetak cepat
“Maaf maaf” ucap erka gelisah, ia tak percaya dia baru saja memeluk perempuan yang bukan muhrimnya Ngga apa apa balasku Hening lagi “Aku cowok!” Ucapnya lantang
“Eh? tapi kan di foto itu..?”

Mukanya memerah Aku juga punya kebiasaan aneh, aku suka, sangat malah dengan karakter perempuan di anime yang kutonton bahkan aku rela dandan seperti mereka bahkan memvidiokannya seolah dia mengatakan suka padaku! Terserah kau mau bilang apa yang penting aku sudah mengatakannya aku memang tidak pantas untukmu!” ucapnya lebar dengan suara bergetar, matanya ia pejamkan agar ia tak melihat ekspresi wajah yang jijik dari wajah yang ia sayangi, tapi sedetik kemudian sebuah tangan menutup matanya dan bibirnya merasakan bertubrukan dengan sesuatu.

Jantungnya berdetak cepat perasaannya campur aduk Erdana membuka mata “erka Apa kau merasa hanya rasa ingin selalu bersama dan melakukan itu?” erka mengeleng tidak pernah ada pikiranya untuk mencium, apalagi memintanya untuk tinggal bersamanya karena kewarasanya masih ada. “Artinya kau normal” Ucap erdana senang
“Tapi tadi kau menciumku” ucapnya kaget sekaligus bertanya “Hehehe maaf aku hanya mengujimu” Ucapnya sembari memperlihatkan jari tengah yang menarik jari telunjuk di tangan kanannya yang membentuk bibir “lagian kita masih kecil, mana sanggup aku melakukan itu”.

Tin!
Suara klakson mobil terdengar
“Ah, aku sudah di jemput, bye” ucap erka
“Tunggu… aku akan masuk sma tujuh dan kuliah di stis, dan akan menjadi guru!” Teriak erdana
“Baiklah!”
Tap, pintu mobil itu tertutup dan erka tertidur

Epilog
20 tahun kemudian! “Ini dimana ya?” Gumam pria itu Ia menyadari ia ada di bukit rumput dan bunga dimana mana, angin semilir menerpa wajahnya lembut.

“Nama kita aneh ya”
Dia melihat ke gadis yang sedang duduk di sampingnya berbicara dengan membuat erka binggung “Kenapa?” Tanya erka spontan masih mendapati tanda tanya dimana ia berada
“Kamu erka, aneh banget dan juga namaku erdana!”
“Kelakuan kita juga aneh lagi!”
“Jangan jangan… Kita jodoh” ucap erka iseng Buk Aduh sakit kenapa dipukul? Erka mengaduh kesakitan karena perutnya dipukul brutal. “Kamu bego ya? Kita kan udah nikah!”
“tunggu! ada apa ini?” Sejak kapan?, bercanda ya, kamu erdana?! kita dimana? Aku siapa”
Pertanyaan bertubi tubi yang berakhir absurd keluar juga pada akhirnya. Tapi reaksi gadis di sampingnya… “Eeeeeeeh! KAMU LUPA!” Buk “Aduh!”
“Kenapa kau memukulku?” erang erka kesakitan
“Kenapa kau lupa?!”
“Padahal kau dulu mencariku ke semua sekolah kita selalu beda karena pada dasarnya kemampuan otak kita juga berbeda kamu juga pindah dan akhirnya kita bertemu di smp sekolah kita dulu karena kau selalu berdiri di depan gerbang pada jam yang sama saat jam sekolah selesai dan aku bertanya kenapa kau selalu berdiri di situ dan kau mengatakan ingin menikahi seorang gadis yang bodoh karena menyukainya aku teringat setiap kenaikan kelas aku selalu mengatakan-”
“aku menyukaimu” potongku cepat.
Kupeluk erat tubuhnya, kami sudah menikah kan katanya, berarti nggak apa kan jika dia kupeluk dia hanya terdiam dan entah kenapa rasanya tenang, mataku tiba tiba terasa berat Dan aku tertidur.

“Uaaah” teriakku kencang, Ayahku binggung kenapa aku seperti itu Tapi tak kupedulikan tatapannya itu, aku menyadari sekarang aku sedang di mobil dengan pakaian seragam smp, bukan jas dokter saat ada di bukit bungga.

“Kamu kenapa?” Tanya ayahku bingung dengan tingkahku. ‘Jadi semuanya hanya mimpi?’ Batinku bertanya.
“Ayah! Aku akan sekolah di sma 7!” Ucapku lantang!
“Kamu ini kenapa? Kamu nggak ingat kita akan pindah ke jambi karena ayah pindah tugas?”
tunggu.. “APAAA!”

Cerpen Karangan: Putri Evony

Cerpen Dua Orang Dengan Kisahnya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kenangan Di Atas Bukit

Oleh:
Di suatu hari yang cerah, aku duduk termenung sendiri di atas bukit dan hamparan rumput yang hijau. Menatap langit luas, memandangi pohon hijau yang indah mewarnai bumi, mendengar burung

Kado Cinta Pertamaku

Oleh:
Suasana subuh yang dingin membuatku enggan untuk menuju kamar mandi. Waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 WIB. Aku harus bangun untuk menunaikan sholat subuh. Kulihat telepon genggamku sejenak, ada SMS

Perpisahan Dengan Sahabat Ku

Oleh:
Aku termenung di sekolah saat jam istirahat. Rina pun memanggilku dan berkata, “kamu kenapa vin? Kok kayak lagi sedih gitu sih?” tanya Rina. Dengan berat aku pun menjawab dengan

Kisah Senja Hari ini

Oleh:
“Aku tak mengerti!” teriakku frustasi di tengah lapangan basket outdoor yang lengang tanpa satu orang pun di sana. Kudengar suaraku yang menggema tak bisa melepaskan seluruh rasa sesak dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *