Nyonya Rindy

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 29 November 2017

Nyonya rindy adalah direktur perusahaan mobil ternama dunia, perusahaan ini adalah perusahaan peninggalan almarhum suaminya. Nyonya rindy memiliki seorang putra bernama tobias atau yang biasa disapa tobi. Namun sayang, sewaktu masih berusia 6 tahun tobi dikabarkan meninggal dalam kecelakaan pesawat bersama suaminya. Kehilangan 2 pria terhebat dalam hidup membuat nyonya rindy menjadi lebih tabah. Banyak pria yang mendekati nyonya rindy, namun cinta dan kesetiaan nyonya rindy sudah habis untuk keluarga dan memilih hidup sendiri.

Suatu hari, perusahaan beliau terkena imbas dari perekonomian dunia. Hal ini membuat nyonya rindy harus mencari cara agar terhindar dari krisis keuangan agar bisa menghidupi kebutuhannya dan para karyawan.
Beliau melakukan pendekatan ke berbagai perusahaan besar, tapi tak satupun yang mau berkerja sama dengannya, hingga ditengah keputus asaannya datanglah seorang pemuda.

“saya robi dari perusahaan tambang dan saya ingin berinvestasi dengan anda!” kata si pemuda dalam ruang kerja nyonya rindy. Tanpa membuang waktu nyonya rindy pun membalas “anda serius ingin berkerja sama dengan perusahaan kami?” robi tersenyum dan menyodorkan surat persetujuan untuk ditanda tangani. Akhirnya mereka sepakat untuk melakukan kerjasama.

Setelah beberapa kali bertemu dan menghabiskan waktu bersama nyonya rindy mulai jatuh hati pada robi, investornya sendiri. Selain tampan, nyonya rindy juga mengakui bahwa robi adalah pria romantis yang tahu bagaimana melayani seorang wanita. Di berbagai pertemuan, robi dan nyonya rindy kerap pamer kemesraan melalui genggaman tangan, pelukan kecil yang membuat orang menjadi iri saat melihatnya.

“aku sudah pernah berkeluarga, tapi suami dan anakku sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat!” kata nyonya rindy saat mereka makan malam. Robi tahu latar belakang nyonya rindy, dia sudah melihat foto suami dan anaknya yang terpampang di meja kantor, tapi robi berpura-pura tidak tahu semuanya.

Hari demi hari berganti, pada akhirnya apa yang kita miliki jaga akan hilang pada waktunya. Inilah yang menimpa nyonya rindy, saat perusahaannya sudah kembali normal dan banyak investor yang bergabung, nyonya rindy harus menelan pil pahit. Robi sang investor yang dicintainya memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kontrak kerja tanpa alasan yang jelas. Hal ini membuat nyonya rindy murka, beliau marah pada robi, karena robi meninggalkannya saat taman cinta di hatinya sedang mekar. Robi yang kala itu berada di ruang kerja beliau langsung diusir dengan tidak terhormat robi dilempari kertas dan semua yang ada di meja kerja nyonya rindy, seperti kisah orang kaya sombong yang mengusir orang miskin dari rumah.

Anehnya, meski sudah dipermalukan seperti itu robi tetap tegar dan tersenyum di hadapan nyonya rindy. Robi lalu pergi menuju tempat parkir, sebelum masuk ke dalam mobil robi membuka handphone, kemudian menelepon wanita yang baru saja mengusirnya. “kenapa lagi? pergi sana!” bentak rindy. Robi mengalihkan pandangan ke ruang kerja rindy di lantai 5 dan meminta agar nyonya rindy mendekat ke jendela dan melihat ke bawah. Saat rindy sudah mendongakkan wajahnya keluar jendela robi pun berkata “rina aku ingin mengucapkan terimakasih!” dengan napas tersengal rina membalas “terimakasih karena sudah mempermainkan perasaanku?” robi tersenyum dan menjawab “bukan!” “terus untuk apa?” Robi diam sejenak dan menjawab “terimakasih, karena sudah melahirkan aku, dari anak semata wayangmu tobias alias robi!” tangisan pecah membasahi wajah nyonya rindy, saat mengetahui pria yang baru saja diusir adalah anaknya sendiri.

Tobi melajukan mobilnya meninggalkan kantor ibunya tersebut dan dia sempat tersenyum ke arah ibunya sambil melambaikan tangan, sebelum akhirnya menghilang di tengah keramaian.

Cerpen Karangan: Rizal
Blog: rizalistis.blogspot.com
Follow aja twitter gue di @rizalistis atau BBM 2313B4CB

Cerpen Nyonya Rindy merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lepaskan Dengan Senyuman

Oleh:
“Apa? Kamu akan pindah sekolah ke New Zealand? Keren!” teriakku pada Mia. “Haha.. iya sih.. dan ini juga pertamakalinya aku sekolah di luar negeri.” jawab Mia. “Gak papa kok,

Good Bye My Best Friend

Oleh:
Anggi, Feby dan Kurnia ya itu sahabatku, kami 3 tahun bersama. kami selalu menghabiskan waktu bersama-sama, karena jika kami bersama waktu terasa sangat cepat sekali. Kami selalu bermain, bergurau

Menunggu

Oleh:
Menunggu adalah suatu pekerjaan yang sangat teramat membosankan. Aku tak suka menunggu! Tapi anehnya aku sering sekali menunggu. Seperti yang terjadi saat ini. Aku menunggu seseorang yang teramat aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *