1 Hari (Penuh Penyesalan)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 23 January 2017

Aku pun merasa bosan dengan apa yang kulakukan dari 20 menit yang lalu. Dari tadi Aku hanya melamun duduk bersandar di atas kursi sekolahku. Lagi-lagi Aku bertengkar dengan sahabat terdekatku, Law. Kemarin Ia terus menggangguku ketika pelajaran Matematika, walau Ia tak sepenuhnya salah karena Aku pun juga ikut-ikutan mengganggunya. Namanya juga anak sekolah menengah, dimana seseorang juga dapat berubah-ubah, seperti yang terjadi sekarang. Aku tak pernah melihat dia semarah itu jika sedang iseng denganku. Kadang jika memikirkannya terus membuatku pusing. Aku bingung bagaimana meminta maaf kepadanya, tapi Law juga orang yang sulit meminta maaf kepada orang lain, walaupun Ia sendiri yang salah.

Hari ini hari Rabu, hari yang penuh dengan kesialan. Padahal hari ini hari ulang tahunku, pasti dia tak akan ingat jika dia sedang marah denganku. setelah pelajaran selesai, Aku pun ekskul biola di sekolah. Tentunya bersama Law dan dengan teman-teman yang lain. Padahal sekarang rasanya Aku tidak ingin bertemu dengannya. Aku tak bisa menghindarinya lagi sekarang.

Ternyata Ia benar-benar tidak datang ketika ekskul berlangsung. Aku sama sekali tidak merasa terkejut dengan hal itu. Aku pun mengambil payung di atas lokerku sembari membersihkan sepatu yang agak basah karena hujan. Aku bingung mengapa sepatuku sudah tidak ada lagi di loker dan malah ada di bawah lantai yang agak kotor. Setelah kulihat-lihat ada secarik kertas yang agak lusuh. Kubuka lipatan kertas tersebut dengan perlahan. Aku melihat tulisan Law di balik kertas yang kusut tersebut. Ternyata dia menungguku di perempatan dekat sekolah. Memang jalan ke arah rumahku dengan Law hampir sama, jadi terpaksa Aku memang harus bertemu dengannya. Mungkin dia ingin berbaikan denganku, siapa tau?

Aku pun berjalan seperti orang yang terpaksa. Menutup kepalaku dengan payung yang kupinjam dari sekolah. Penglihatanku pun agak berkurang karena kacamataku terkena tetesan hujan. Aku pun terus berjalan tanpa menengok dan terus memandang ke depan.

“Awas!” teriakan itu spontan membuatku menengok ke belakang. Baru setengah Aku menengok tiba-tiba saja Aku didorong oleh seseorang. Aku tak melihat wajahnya karena tertutup oleh payung yang kubawa. Aku pun berusaha mencari kacamataku yang hilang di jalan raya ini. Tanpa sadar banyak orang berkerumun di belakangku. Aku pun menutup payungku dan melihat ke belakang.

Aku sangat terkaget melihat seseorang tergeletak di belakangku. Tanpa kulihat semuanya, Aku sudah tau jika itu Law. Aku merasa dia sudah gila menyelamatkanku. Tanpa basa basi aku membawanya ke rumah sakit dengan Ambulan yang datang tepat 10 menit setelah kejadian. Aku melihat lagi kertas yang diberikan oleh Law kepadaku. Aku melihat tulisan kecil yang membuat air mataku hampir keluar. Law menuliskan “selamat ulang tahun Key” untukku. Aku pun sangat menyesal dengan apa yang Aku lakukan hari ini.

Kejadian gawat terjadi. Sesampainya di rumah sakit Aku mendengar jika Rumah sakit ini kehabisan darah cadangan. Aku pun memaksa Dokter itu untuk mendonorkan darahku kepada Law. Aku memaksanya berulang kali walau Aku tau anak remaja belum dianjurkan mendonorkan darahnya, tapi karena keadaannya gawat, Dokter itu terpaksa mengizinkanku untuk mendonorkannya. Aku harap ini sudah cukup untuk membalas kebaikannya.

Ototku berusaha membuka mataku yang tertutup. tanpa sadar Aku sudah duduk di atas ranjang bersebelahan dengan Law. Aku pun tersadar jika semua kejadian ini hanya terjadi dalam satu hari. Aku pun sangat menyesal dengan kejadian hari ini. Aku cuma berharap jika Law, sahabat terdekatku pulih kembali. Lain kali Aku ingin meminta maaf kepadanya duluan. Tidak ada salahnya meminta maaf kepada orang lain duluan, daripada kamu tak sempat mengatakan perasaan bersalahmu selamanya.

Cerpen Karangan: Faiz Avenzuhr

Cerpen 1 Hari (Penuh Penyesalan) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Pengorbanan

Oleh:
Arti sahabat: Saat dia termenung dalam kesedihan, aku ada dan ikut dalam kesedihannya. Saat dia gembira, aku tertawa bersamanya. Saat dia bingung, aku selalu membantunya. Tapi apa yang dia

Cinta Datang Terlambat

Oleh:
Pagi yang cerah, burung bersaut sautan seperti saling memberi isyarat namun pagi ini tidak secerah hatiku, aku masih saja meringkuk diatas kasurnya padahal mama sudah mengetuk ngetuk pintu kamar.

Butterfly

Oleh:
“Loh pagi-pagi gini kamu kok sudah cemberut, jelek tau…” kata Rima yang melihat Nita yang sudah duduk termenung di bangkunya, teman-teman yang lain juga tampak berusaha menghibur Nita. “Benar,

Penyesalan Pada Kakekku

Oleh:
Sayup-sayup azan subuh mulai terdengar. Jalanan mulai dipenuhi kendaran. Aku pun bangun untuk salat dan bekerja. Ambil air wudu, salat subuh, mandi, sarapan, itulah rutinitasku setiap hari senin sampai

Seperti Kemarin

Oleh:
– Ketika aku, masih ada dalam kotak kenanganmu. Sebuah tepukan halus membuat aku menoleh ke samping, “Hei, aku pulang dulu ya,” itu salah satu teman kerjaku. Aku hanya mengangguk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *