1 Orang Yang Sama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 17 March 2017

Sore itu sepulang sekolah. Yup! Seperti anak zaman sekarang, aku memainkan Handphone milikku, kulihat status dari sahabatku di BBM. Dia mengetik “rasanya aku suka dia”. Setelah membaca status itu aku langsung bertanya kepadanya. Tapi dia masih merahasiakannya, lalu perasaan khawatir di hatiku muncul. Aku takut sahabatku menyukai anak yang sama. Kutanyakan seperti apa dia. Sahabatku menjawab “dia adalah anak yang dekat denganku di kelas, lihatlah aku dekat dengan siapa akhir-akhir ini”. “Apa ini tuhan? Bukankah sahabatku dekat dengan anak yang kusukai?” Batinku. Lalu aku menceritakan semuanya lewat perantara hp. Sahabatku memilih mengalah, tapi aku tau anak yang kusukai tidak akan menyukai aku. Jadi aku mencari cara lain, agar sahabatku tak akan menjauhi anak itu. Aku mengirimkannya foto teman SDku dulu, aku mengaku dialah cowok yang kusukai dari dulu. Dan untunglah sahabatku percaya, maaf sahabat.

Sudah 1 minggu mungkin, aku berusaha membuangnya dari pikiranku. Aku tak seceria dulu saat di kelas, karena anak yang kusukai adalah sahabatku sendiri, aku menjauhinya perlahan.

Saat itu, suasana hatiku sudah seceria dulu, tapi siang itu hatiku petang kembali, bagaimana tidak? Anak yang kusukai menembak sahabatku di depanku tepat. Saat itu sahabatku melihat ke arahku, dengan muka sedih. Aku hanya mengangkat bahu dan tersenyum agar tak terlihat wajah sedih di raut mukaku. Dan sahabatku mengatakan bahwa jawaban itu akan diberikan saat JamKos B. Indonesia. Aku berlari menuju kamar mandi, sahabatku berlari menyusulku.

“Maafkan aku” kata sahabatku seraya memandangku “untuk apa kau meminta maaf, ini bukan salahmu” aku berusaha untuk tersenyum “kau tak apa?” Tanyanya lagi “tentu, aku tak apa” jawabku pelan “aku tak akan menerimanya” ujarnya, kepalaku yang tadinya menunduk langsung mendongak ke arah sahabatku “apa maksudmu?” Tanyaku “lebih baik tak ada yang mendapatkannya” jawabnya “demi diriku. Aku tak mau dia sedih. Apa kau mengerti? Apa kau masih tega melihatku menangis karena dia tidak bahagia? Demi aku. Aku tau kau sangat menyukainya lebih dariku” kataku panjang lebar “baiklah, bila itu maumu” jawabnya.

“Kenapa kau berlari ke kamar mandi tadi? Apa kau tau itu sangat manis” ujar salah satu sahabatku yang cowok “kebelet nih! Benarkah?” Kataku tersenyum.

Sekarang waktunya sahabatku menjawab pertanyaan itu. Sahabatku menerimanya, lalu menatapku, aku membalas dengan senyumku. Ya… semoga kau bahagia sahabatku.

Cerpen Karangan: Rani Tri Ageng S.
Facebook: Rani Minnie
Makasih buat yang udah baca
Maaf ya kalo jelek
Jangan lupa komen ya

Cerpen 1 Orang Yang Sama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jangan Duakan Aku

Oleh:
Malam itu, aku habis putus sama pacarku yang namanya andika, karena dia sudah selingkuh di belakangku. Kemudian aku teringat dengan ajakan dari jun, seorang sahabat yang paling bisa ngertiin

The Way

Oleh:
Mentari berwarna oranye mulai menghiasi wajah langit di atas sana. Lagit biru dengan goresan lembut berwarna putih itu menambah penampilan yang kian cantik. Suara nyanyian merdu si makhluk bersayap

Unconditional (Part 3)

Oleh:
Sesunggunya, yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan adalah karena kehilangan yang tiba-tiba. Seperti halnya seorang perok*k yang dipaksa berpisah dengan rok*knya. Atau pecandu nark*ba yang suplainya dihentikan tiba-tiba oleh

Zaujati

Oleh:
Ceritanya dimulai dari sini. Ana dengan suara indahnya dan Ahmad dengan suaranya yang sangat merdu. Mereka dipertemukan di bawah gubuk ilmu pondok hufadz Daarul Qur’an. Pertemuan pertama mereka mungkin

Aku Memanggilnya Mr Anu

Oleh:
Aku bahkan tak paham apa yang aku lakukan, rasanya ini sudah kesekian kalinya aku mengatakan pada diriku sendiri. Kalau aku akan melupakannya dan berhenti menyukai laki-laki yang ku sebut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *